← Back to list

PENTINGNYA SIRKULASI UDARA PADA HUNIAN

Udara adalah elemen yang sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa udara manusia tidak dapat bertahan hidup karena manusia butuh…

Tiaraabhistha · 2021-12-06 13:15 · 0 claps · 6.6 min read
#unikom #desain-interior #ventilation #sirkulasi #udara
Open on Medium ↗

PENTINGNYA SIRKULASI UDARA PADA HUNIAN

© pinterest.com

© pinterest.com

Udara adalah elemen yang sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa udara manusia tidak dapat bertahan hidup karena manusia butuh bernafas. Di sisi lain, manusia menghabiskan waktunya hampir 90% berada di dalam ruangan baik itu di rumah ataupun kantor.

Rumah tinggal yang nyaman untuk dihuni tentunya harus memenuhi tingkat kenyamanan. Rumah yang sehat dan nyaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas pencahayaan tetapi juga sirkulasi udaranya. Tata udara pada rumah hunian merupakan salah satu elemen penting dan perlu dicapai dalam tahap perencanaan hunian. Apalagi di daerah khatulistiwa yang beriklim tropis, sirkulasi udara di dalam rumah sangat penting dan perlu didesain agar bisa ‘bernafas’ dan rumah tersebut menjadi nyaman untuk di huni.

Untuk dapat membuat rumah yang sehat dan nyaman untuk di huni tentunya berpacu pada sistem pengudaraan. Udara segar di dalam rumah bisa didapatkan dengan sirkulasi udara yang baik. Dan udara segar tentunya sangat baik untuk kesehatan. Tata udara yang baik dapat menciptakan pertukaran udara di dalam rumah yang selalu mengalir, dan membuat udara di dalam rumah selalu segar, sehingga rumah tidak lembab dan pengap, tetapi ruangan akan selalu segar dan sehat. Tidak hanya itu saja, sirkulasi udara juga didukung oleh sistem ventilasi yang baik. Kualitas udara yang buruk berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti batuk, sakit tenggorokan, mata berair, atau sesak napas. Rumah yang terlalu lembab menyebabkan tumbuhnya jamur dan bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada rumah.

Secara umum, sistem pengudaraan di dalam rumah dapat dibagi menjadi sistem pengudaraan alami dan buatan. Sistem pengudaraan alami adalah sistem udara menggunakan ventilasi untuk mengalirkan udara pada ruangan. Ventilasi udara alami berupa pemasangan jendela, pintu dan ventilasi di dalam ruangan. Ventilasi biasanya dipasang di atas jendela dan pintu. Ventilasi berfungsi sebagai jalur udara agar selalu mengalir dan bertukar dengan udara luar yang lebih bersih. Jenis ventilasi udara alami yang cocok digunakan di Indonesia adlaah cross ventilation. Sedangkan sistem pengudaraan buatan adalah udara yang dibantu dengan teknologi masa kini sepeti AC, kipas yang gunanya untuk mengatur suhu dan kelembapan udara.

Ventilasi hunian terdapat beberapa jenis yaitu :

  1. Ventilasi Alami

© google.com

© google.com

Ventilasi alami adalah proses masuknya udara ke dalam rumah dari luar tanpa bantuan alat tertentu. Ventilasi alami merupakan salah satu teknik yang paling banyak digunakan untuk mengurangi penggunaan energi pada bangunan. Dalam mendesain ventilasi rumah alami, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu jenis jendela, ventilasi punggungan, jalan masuk dan keluarnya udara, tampilan dan dimensi bangunan, orientasi dan posisi bangunan, dan komponen eksternal. Pemilihan jenis jendela dalam mendesain sistem ventilasi tidak boleh sembarangan. Oleh karena itu, berikut beberapa jendela yang direkomendasikan, seperti jendela gantung ganda, jendela tingkap, jendela busur, dan jendela tingkap.

  1. Ventilasi Silang (Cross Ventilation)

© Arsitag.com

© Arsitag.com

Ventilasi silang adalah adalah metode pendinginan alami pada suatu hunian yang memanfaatkan dua jalur bukaan seperti jendela, pintu dengan posisi saling berhadapan di dalam satu ruangan. Perbedaan tekanan pada kedua sisi bangunan ini akan menciptakan sirkulasi udara masuk dan keluar, yaitu udara segar masuk dari satu sisi dan mendorong udara pengap keluar dari sisi lainnya. Sistem ini membawa udara bersih dan/atau sejuk ke dalam dan membuang udara kotor/panas ke luar, melalui dua bukaan yang menghadap seperti jendela dan pintu. Jenis ventilasi ini sangat cocok digunakan pada rumah-rumah tropis yang memiliki banyak pintu atau jendela, agar udara di dalam rumah tetap sejuk.

  1. Ventilasi Satu Sisi

© google.com

© google.com

Ventilasi satu sisi adalah sistem bukaan seperti jendela/pintu pada salah satu sisi bangunan. Sistem ventilasi satu sisi juga digunakan di tempat tinggal, di mana ventilasi silang tidak dapat diterapkan karena kendala struktural, lingkungan dan lahan.Tujuannya adalah untuk memanipulasi tekanan udara secara alami. Jenis ventilasi ini sering digunakan untuk bangunan kecil, karena keterbatasan ukuran ruangan.

  1. Mekanik

© Pinterest.com

© Pinterest.com

Sistem ini menggunakan kipas yang dipasang di saluran udara atau langsung di dinding yang ada pada AC. Sistem mekanik kipas pada AC akan membuang udara yang tercemar keluar rumah dan memasok udara bersih ke dalam ruangan. Sederhananya, ventilasi mekanik mengacu pada metode untuk ventilasi bangunan melalui penggunaan perangkat mekanis Misalnya, bangunan yang terlalu dalam untuk berventilasi dari perimeter. Atau bangunan yang terlalu dekat dengan jalan raya yang sibuk tidak cocok untuk ventilasi alami sehingga disediakan dengan cara mekanis. Jenis umum dari kontrol ventilasi mekanis meliputi sistem sirkulasi atau kipas langit-langit, yang menggerakkan udara internal tanpa memasukkan udara segar. Sebuah sistem vakum yang mengekstrak udara dari gedung melalui exhaust fan, sehingga tekanan udara internal lebih rendah dari udara luar. Sistem tekanan yang mengandalkan kipas masuk untuk meniupkan udara segar ke dalam gedung sehingga tekanan udara internal lebih tinggi daripada tekanan udara luar.

  1. Ventilasi Campuran

© Pinterest.com

© Pinterest.com

Jenis ventilasi campuran ini menggunakan ventilasi alami dan mekanis. Contoh ventilasi ‘mode campuran’ adalah bangunan yang menerima ventilasi alami melalui jendela tetapi juga telah dilengkapi dengan unit pendingin udara seperti AC. Ventilasi mode campuran juga dapat disebut sebagai ventilasi hibrid.

  1. Ventilasi Bertumpuk

© dinginaja.com

© dinginaja.com

Ventilasi bertumpuk bekerja dengan menarik udara luar yang lebih dingin ke dalam gedung di tingkat yang lebih rendah, yang menjadi lebih hangat karena terkena sumber panas di dalam gedung. Ventilasi bertumpuk lebih efektif bila digunakan di gedung yang lebih tinggi dengan atrium pusat. Namun, ini juga dapat berguna di bangunan yang lebih dalam, di mana ventilasi silang tidak dapat menembus cukup dalam. Agar efek tumpukan bekerja, suhu internal ruangan juga harus lebih tinggi dari suhu luar. Oleh karena itu, mungkin sistem ventilasi bertumpuk ini tidak selalu mampu mendinginkan bangunan secara memadai. Ini berarti sistem pendingin mekanis mungkin juga diperlukan untuk membantu pergerakan udara.

Sirkulasi udara pada hunian ini mempunyai beberapa manfaat diantaranya yaitu memperkecil risiko terkena ISPA karena sistem sirkulasi udara yang baik membuat proses pertukaran udara dari luar ataupun dalam ruangan menjadi lebih lancar yang membuat ruangan menjadi lebih sejuk sehingga mengurangi resiko tertular penyakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan seperti ISPA, lalu sirkulasi udara juga bermanfaat sebagai bebas polusi karena pasti banyak sekali zat polutan yang mencemari didalam rumah, seperti kuman, debu, asam kompor, hingga asap rokok. Zat polutan udara tersebut harus dikeluarkan dan diganti dengan udara yang segar secara berkala agar terbebas dari penyakit, Adapun manfaat lainnya yaitu sebagai sumber vitamin D karena cahaya matahari akan masuk melalui ventilasi udara dan juga dapat menjaga kelrmbapan ruangan menjadi seimbang dan membuat tembok rumah tidak berjamur. Manfaat yang terakhir dari sirkulasi udara adalah untuk menjaga keseimbangan kadar oksigen karena Tubuh manusia membutuhkan asupan oksigen yang cukup agar tetap sehat dan sirkulasi udara yang baik adalah kuncinya. Sirkulasi udara yang baik akan menghindarkan Anda dari ketidakseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida. Hal ini sangat penting, mengingat ketidakseimbangan oksigen dan karbon dioksida sering menjadi penyebab infeksi saluran pernapasan, seperti sakit tenggorokan dan batuk.

selain itu ada juga beberapa faktor yang akan terjadi jika kita tidak memperhatikan sirkulasi udara pada hunian, mulai dari kualitas udara yang buruk hingga yang parahnya adalah penyakit serius yang menyerang tubuh penghuni.

Redahnya Oksigen

rendahnya oksigen di dalam rumah akan membuat hawa di dalam rumah akan menjadi panas dan pengap, Ventilasi yang buruk dapat menyebabkan penumpukan karbon dioksida di dalam rumah, karena tingkat oksigen yang perlahan-lahan akan berkurang. Menipisnya oksigen dan menumpuknya karbon dioksida dapat menyebabkan sesak napas, kelelahan, dan sakit kepala yang cukup parah.

Mempercepat proses penyebaran penyakit dan Virus

Kondisi ventilasi yang buruk dapat meningkatkan penyebaran penyakit dan virus di udara. Penyakit yang ditularkan melalui udara dapat menyebar melalui udara ketika seseorang berbicara, bersin, atau batuk di ruang tertutup. Patogen di udara dapat dengan mudah menyebar dari orang ke orang di rumah dengan kualitas udara yang buruk. Penyakit yang ditularkan melalui udara seperti meningitis, antraks, cacar air, flu burung, campak, TBC, dan sindrom pernapasan akut.

Munculnya Penyakit serius

Bau tak sedap dan tinggal di dalam rumah bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Bau tak sedap di dalam rumah akibat sirkulasi udara yang buruk dapat menyebabkan alergi, lekas marah, pusing dan mual pada manusia. Selain itu tingkat kelembapan yang tinggi di rumah dapat menyebabkan penumpukan senyawa organic yang mudah menguap di rumah. Terpapar senyawa volatil yang bersifat kanker secara berkepanjangan dapat menyebabkan rusaknya sistem saraf. Akibat kondisi ventilasi yang buruk, juga dapat mengakibatkan eksim, kerusakan sistem saraf, dan kanker.

Menyebabkan Sick Building Syndrome (SBS)

Sick Building Syndrome (SBS) ditandai dengan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan yang rentan terhadap flu. Gejala-gejala ini terjadi ketika seseorang hidup dalam kondisi ventilasi yang buruk. Inilah sebabnya mengapa seseorang lebih rentan terhadap pilek ketika mereka berada di gedung atau ruangan yang berventilasi buruk. Pada saat meninggalkan gedung atau ruangan, kondisi akan membaik atau kembali normal. Karena ada banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh ventilasi yang buruk, penting untuk menjaga ventilasi yang baik di rumah. Kualitas udara dalam ruangan yang baik membuat lingkungan hidup menjadi lebih sehat.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa sirkulasi udara pada hunian sangat penting untuk diperhatikan agar rumah hunian tampak lebih sehat dan nyaman serta terhindar dari segala penyakit.

52019001- Tiara Abhistha

**Program Studi Desain Interior**

**Fakultas Desain dan Seni**

**Universitas Komputer Indonesia**

REFERENSI:

https://dpupkp.bantulkab.go.id/berita/233-sirkulasi-udara-dalam-rumah

https://www.achematlistrik.id/news/hemat-energi/sirkulasi-udara-yang-optimal-juga-baik-untuk-kesehatan

https://jasaarsitekarofa.com/article/read/46/Sirkulasi-Udara

https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-properti-106150-ventilasi-rumah-id.html


메타데이터
post_id
3f0bf6dcad58
slug
pentingnya-sirkulasi-udara-pada-hunian-3f0bf6dcad58
url
https://medium.com/@tiaraabhistha/pentingnya-sirkulasi-udara-pada-hunian-3f0bf6dcad58
canonical_url
https://medium.com/@tiaraabhistha/pentingnya-sirkulasi-udara-pada-hunian-3f0bf6dcad58
author_url
https://medium.com/@tiaraabhistha
status
ok
fetched_at
2026-07-09 10:05:04