← Back to list

Ketika Matahari Bercerita Tentang Kampung Betawi

FLS3N 2026 JB 2

Leiy · 2026-05-14 13:49 · 1 claps · 1.6 min read
#puisi #jakarta #betawi #writing #poetry
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Ketika Matahari Bercerita Tentang Kampung Betawi

Kota Jakarta

Kota Jakarta

‎Pernahkan matahari bercerita? ‎Tentang bagaimana ia menyinari Kampung Betawi. ‎Cahaya pertamanya selalu bersinar ‎Di pelipir engsel jendela ‎Mungkin ia menyukai ‎Babeh yang selalu memainkan ‎Musik tanjidor kebanggaannya. ‎ ‎Pagi ini tidak ada habisnya ‎Sayup-sayup kudengar ‎Denting centil gelas teh Mak ‎Dan teko bersiul, seirama. ‎Bangunku disambut orkestra Babeh. ‎Semua bersuka cita ‎Tak ingin tertinggal menyambut matahari ‎Yang sedang mampir kerumah kami. ‎ ‎Kuberjalan ke pasar ‎Diminta mencari bumbu terakhir ‎Untuk ramuan semangat keluarga ciptaan Mak. ‎Di pinggir jalan ‎Kulihat matahari menari-nari ‎Dengan ondel-ondel, ‎Kata Mak dulu, "Ia memang suka sekali ‎Menjadi bagian dari mereka." ‎ ‎Aku telah berkawan dengan matahari, ‎Hari ini akan kutagih cerita karangannya ‎Tentang bagaimana kampungku. ‎Kala dulu semua menyambut hangatnya, ‎Setiap pagi pintu terbuka ‎Membiarkan ia mendengarkan suara ‎Tiap-tiap rumah. ‎ ‎Sarapan hangat yang tersaji ‎Bermacam ragam. ‎Ada semangkuk kupat sayur ‎Yang disandingi ‎Dengan si cantik selendang mayang ‎Seperti lezat sudah di ujung lidah. ‎ ‎Sinarnya senantiasa ‎Menjaga hangat kursi bale-bale di teras rumah. ‎Nikmat rasanya sambil dipeluk ‎Sapuan angin semilir. ‎ ‎Semua ceritanya ‎Hilir mudik di antara bunga-bunga flamboyan, ‎Seindah kebaya kuning milik nenek ‎Yang bersemayam di ingatan. ‎Namun ia berucap mengakhir cerita, ‎Bahwa sedih kini menghujani. ‎ ‎Hangat tak lagi semanis madu jingga, ‎Mungkin terbang ke ufuk selatan. ‎Hilang sudah nama Betawi di kampungku. ‎Tak lagi terukir gigi balang di tepi atapnya, ‎Perhiasan apa yang menggantikan pasangan dedaunan sekarang? ‎"Hanya rumahmu yang kukenal." ‎ ‎Kucoba menghirup pagi yang lain ‎Wanginya berbeda, ‎Asing. ‎Bukan seperti kampungku yang kemarin. ‎Apa ini maksud ia? ‎ ‎Sepi terdengar. ‎Nyawanya hilang dilahap habis dunia, ‎Kini ditancapkan gedung-gedung menjular ‎Di ubun-ubun kampungku. ‎ ‎Perpisahan satu malam ‎Dengan karya para terdahulu. ‎ ‎Tak tertulis lagi ‎Musik yang berkawan dengan ondel-ondel ‎Tak ada lagi undangan pestanya, ‎Digantikannya roncean kebaya dengan ‎Gaun jenjang dari tubuh ulat, ‎Mungkin kelak sarapan kami ‎Tak akan sehangat biasanya. ‎Hampir tersulut hilang ingatan ‎Cerita kampung kami di angan. ‎ ‎Ingin kutatap panasnya, ‎Sayangnya dingin yang kurasa. ‎Kuajak matahari berkunjung ‎Tuk melalap habis masakan Mak ‎Bersenandung bersama ‎Babeh dan jagoannya, ‎Kelak siang mengusir semua hujan. ‎ ‎Matahari memelukku. ‎Tetap ditulis bagian-bagian esok ‎Aku pun hadir, ‎Menggenggam tangannya, ‎Berjanji merangkai ‎Kampung Betawi ‎Agar hidup lebih lama lagi. ‎


메타데이터
post_id
3fa7605cfed2
slug
ketika-matahari-bercerita-tentang-kampung-betawi-3fa7605cfed2
url
https://medium.com/@holaleiy/ketika-matahari-bercerita-tentang-kampung-betawi-3fa7605cfed2
canonical_url
https://medium.com/@holaleiy/ketika-matahari-bercerita-tentang-kampung-betawi-3fa7605cfed2
author_url
https://medium.com/@holaleiy
status
ok
fetched_at
2026-07-10 15:36:45