← Back to list

Saya Memilih Egois

Saya mengakui bahwa hal paling buruk dari saya adalah egois. Saya tidak peduli apa yang orang lain rasakan. Meski saya sepenuhnya sadar…

Kurniatiludji · 2022-09-27 03:33 · 0 claps · 1.8 min read
#egois #pilihan #hidup #tembok
Open on Medium ↗

Saya Memilih Egois

Saya mengakui bahwa hal paling buruk dari saya adalah egois. Saya tidak peduli apa yang orang lain rasakan. Meski saya sepenuhnya sadar bahwa menurut orang-orang itu salah — saya tidak tahu cara terbaik untuk tidak egois. Saya hanya tidak suka orang lain menyakiti saya — dengan cara apapun dan bagaimanapun. Saya hanya mencoba melindungi diri dari arogansi orang lain. Begitulah saya mengambil langkah — saya harus tetap bertahan egois. Saya harus membangun tembok paling tinggi untuk bertahan hidup; bertahan dari tatapan, dari kesinisan, dari perlakuan dan dari kesewenang-wenangan orang lain.

Saya punya harga diri yang selangit. Saya tidak suka seorang pun merendahkan saya — dalam bentuk apapun perlakuannya. Saya tidak suka menjadi badut — apalagi dibego-bego-in. Saya tidak suka terlihat bodoh. Saya benci orang lain menganggap saya seorang yang mudah; mudah dibodohi, mudah ditipu, mudah diperdaya. Saya benci orang-orang manipulatif.

Tahap tertinggi dari keegoisan saya:

  • Saya tidak mengharapkan siapapun bertahan di sisi saya.
  • Saya tidak menahan orang-orang yang mau pergi dari hidup saya.
  • Saya menerima keputusan semua orang untuk tidak menetap.
  • Saya mengizinkan semua orang untuk meninggalkan saya.
  • Saya paham ketika orang-orang lelah dan menyerah terhadap saya.

Saya tidak pernah merasa kehilangan untuk semua orang yang pamit dari pelukan saya. Hidup saya telah saya tata dan latih untuk kuat sendiri. Jangan pernah bergantung pada orang lain. Saya tidak pernah memberikan hati saya dengan utuh kepada siapapun — setidaknya kepingan sebelahnya harus utuh menjadi milik saya. Bagaimanapun keadaannya menjadi begitu nyaman dan romantis — otak dan akal saya harus tetap bekerja. Karena hati saya telah menipu saya beberapa kali.

Saya mengapresiasi orang-orang yang memilih diam dan bertahan sampai sekarang di sisi saya. Saya mencintai cara mereka menghormati pilihan saya untuk egois. Saya suka bagaimana mereka tidak merobohkan dinding yang telah saya bangun. Saya senang mereka tidak berusaha mengubah apapun dari cara saya. Saya senang mereka mencari dan menemukan jalan untuk mencintai saya dengan tidak melukai ego saya — dan mereka memilih bertahan. Akhirnya saya mengaku, keegoisan saya terluka karena mereka mencoba memeluk saya.

Saya memilih egois daripada rapuh. Saya memilih tega daripada menjadi pengecut. Saya telah melihat begitu banyak orang baik yang menyerahkan hatinya — dan pada akhirnya tersobek-sobek. Saya mendengarkan keluhan mereka yang tidak bisa keluar, tidak bisa melakukan apapun, karena menjadi pengecut dan penakut untuk pergi — terlanjur memberikan hatinya sepenuh-penuhnya. Sebagai makhluk yang memilih egois, saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dan membuat saya tidak berharga. Saya tidak ingin mengizinkan orang lain menentukan cara saya bertahan hidup.


메타데이터
post_id
3fc3f33d31c9
slug
saya-memilih-egois-3fc3f33d31c9
url
https://medium.com/@kurniatiludji08/saya-memilih-egois-3fc3f33d31c9
canonical_url
https://medium.com/@kurniatiludji08/saya-memilih-egois-3fc3f33d31c9
author_url
https://medium.com/@kurniatiludji08
status
ok
fetched_at
2026-07-26 15:30:55