Perihal Ketidakbertemuan
Halo Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam…..atau bahkan saat senja jika senja bisa dikatakan sebagai pembabakan waktu…..atau kapan pun kamu baca…
Perihal Ketidakbertemuan
Halo Selamat Pagi/Siang/Sore/Malam…..atau bahkan saat senja jika senja bisa dikatakan sebagai pembabakan waktu…..atau kapan pun kamu baca tulisan ini.
Saya harap kamu dalam keadaan dan keberadaan diri yang bahagia yaaa……terlepas dari apakah kebahagiaan itu ada?…..atau jangan-jangan kebahagiaan sebenarnya adalah bentuk dari kepasrahan diri atas ketidakbahagiaan.
Sebelum kamu larut dalam bacaan ini…..saya mau kasih tau sedikit petunjuk membacanya agar kamu tidak tersesat dalam kelarutan dan kekalutan. Pertama, jika kamu adalah tuan-tuan dan nyonya-nyonya IPA 3, maka bahagialah kamu karena bagian-bagian awal celotehan ini adalah milik kamu, maka carilah sebuah kursi dan minuman manis untuk menemanimu membaca, dan relakan sedikit waktumu untuk sebuah kesia-siaan karena telah membacanya. Kedua, jika kamu adalah puan dan tuan IPS 1, maka kamu harus sedikit memijat layar kaca ponselmu kebawah untuk langsung loncat ke halaman 3. Menjadi sesuatu nomor dua bukanlah hal yang jelek kok…..bisa menjadi “diantara” adalah suatu bentuk kebijaksanaan atas berbagai pilihan dan persimpangan ketidakpastian. Terakhir, jika kamu adalah Monsieur dan Madame IPS 3, maka kamu harus jauh lebih bersabar karena bagianmu ada di paling akhir tulisan ini. Menjadi yang terakhir itu keren lohhh……karena hasil selalu ada di paling akhir sebuah proses….dan menjadi yang terakhir itu berarti yang terbaik karena sudah lolos berbagai tahap seleksi dan perselingkuhan atas berbagai pilihan. Tetapi saya harap kamu baca ini dari awal sampai akhir. Kita tidak tahu bagian awal, tengah atau akhir yang paling berkesan, karena membaca merupakan perihal pengalaman pribadi. Atau bahkan sama sekali tidak ada yang membuatmu berkesan.
Nyonya-nyonya dan tuan-tuan IPA 3…..kamu adalah manusia-manusia kuat (kaya Tulus aja ya)….eh tapi ada band Metal dari Oslo, Norwegia yang namanya juga Tulus. Kamu telah menjadi manusia-manusia kuat karena hidup berbulan-bulan dalam suasana kelas yang panas. Panasnya ruang kelas kamu, saya rasa bisa jadi alasan kenapa nyonya dan tuan IPA 3 menjadi pemikir-pemikir yang pintar dan bijaksana, karena kamu harus bisa berpikir untuk segera keluar dari ruang penyiksaan itu atau setidaknya kamu mencari cara agar dapat berdamai dengan diri sendiri.
Nyonya-nyonya dan tuan-tuan IPA 3 yang mencintai dirinya sendiri. Izinkan saya untuk merapalkan puja dan puji kepada nyonya dan tuan sekalian. Nyonya dan tuan sekalian merupakan manusia-manusia pertama yang mendapatkan kesempatan istimewa untuk ketemu dengan saya lebih dulu. Nyonya dan tuan IPA 3 juga yang memulai panggilan “Coki” kepada saya, tetapi seperti yang pernah saya bilang bahwa saya ngga peduli sama panggilan itu. Saya ngga pernah marah kalo dipanggil Coki, saya menganggapnya sebagai bentuk agar kalian lebih luwes dan bisa deket ke saya.
Nyonya dan tuan-tuan IPA 3, kalian merupakan wajah-wajah penuh bahagia yang selalu saya saksikan setiap masuk ruang penyiksaan. Saya menyebut kelas kalian sebagai ruang penyiksaan selain karena panasnya, yaitu bagi saya ruang kelas adalah bentuk pengekangan atas kebebasan berpikir apalagi jika kalian ditundukkan dan disiplinkan oleh hegemoni pengetahuan tunggal. Maka berontak jika kalian coba ditundukkan dan ditaklukan.
Untuk nama-nama yang saya sebutkan disini berarti kalian cukup baik saya kenal, dan untuk nama-nama yang tidak saya sebutkan bukan berarti saya melupakan kalian melainkan saya yang kurang mahir dalam menembus tempurung atau tabir transparan yang kalian miliki. Aisyah, Suci, Shantika, Wanda, Zaky, Sultan, Tengku, Gusti tetaplah menjadi yang paling depan sebagai pemimpin. Hary, Arkan, Fauzan, Fathan, Catrina, Rahadian, dan Rifqi tetaplah berada di belakang sebagai pembimbing dan pengatur jika teman-teman kalian keluar jalur dan alur. Untuk Catrina, selera musik kamu keren, terus menjelajah dan punya kuping yang bagus supaya repertoar musik kamu tidak pernah berhenti. Untuk Dynamic Duo, Raida dan Nazrah, tetaplah jadi orang yang murah senyum dan suka bercanda. Khusus untuk Nazrah teruslah baca buku, karena kata Hatta “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku merasa bebas”. Untuk Wanda, teruslah menjadi orang paling menyenangkan dan paling energik dimanapun kamu berada, dan terus sebarkan semangat itu kepada siapapun, serta teruslah penasaran akan segala hal disekitar kamu. Untuk Suci atau Shantika….kalo ga salah satu diantara kamu ada yang waktu itu pernah disuruh nyanyi ya sama Pak Sumardi di perpustakaan, kalo iya…semoga bakat menyanyi kamu semakin berkembang dan dapat menunjukkan kemerduan suara kamu ke berbagai penjuru arah mata angin. Untuk Rayyan, kamu adalah murid pertama yang ngajak saya foto di 68, terus baca buku dan tetaplah jadi diri kamu yang sekarang. Untuk Rahadian, saya mau panggil kamu sebagai “anak baik” supaya kaya Han Ji Pyeong di drakor Start-up. Victoria Helena Rice Da Silva, kamu adalah nama pertama yang bikin saya penasaran karena nama kamu syarat akan sejarah bangsa ini, semoga suatu saat saya bisa ke tanah leluhur kamu di Nusa Tenggara Timur. Untuk Arkan, tetap jadi orang yang keren dan ajaib ya dimanapun kamu berada, dan terima kasih untuk panggilan “Coki”-nya ke saya. Untuk Hary, semangat terus dalam segala hal, dan semoga tercipta lebih banyak waktu luang supaya saya bisa sering mampir ke tempat kamu di Paradoks Coffee.
Selanjutnya saya mau berceloteh untuk kelas depan tiang bendera seperti nama ig kelasnya. Kelas ini penuh dengan absurditas menurut Camus. Dikelas ini tidak ditemukan orang yang ingin menampilkan dirinya sebagai pusat segala hal, tetapi yang ditemui ialah orang-orang yang memahami bahwa hidup ini harus dijalani walaupun absurd dan berusaha untuk menemui makna hidup, walaupun menurut Camus makna hidup itu tidak ada dan anehnya kita malah mencoba membuat makna hidup, maka dari itu hidup adalah absurditas. Jika saya masuk kelas depan tiang bendera, saya merasa sedang berkhotbah karena sedikit sekali atau bahkan tidak ada yang mencoba untuk mendebat atau menggoyahkan pendirian saya. Terima kasih untuk para wanita di belakang, yaitu Naila, Inneke, Alya Delfira, dan Clara karena sudah menjadi orang paling bahagia dan paling ceria di kelas. Untuk pasangan Jason dan Sabina, kalian adalah bentuk keserasian dalam hubungan mulia antara wanita dan pria. Meskipun dalam banyak hal saya melihat bahwa kalian memiliki sifat yang mirip tetapi di satu sisi kalian saling mengisi. Sabina, beruntung dan bahagialah kamu memiliki Jason yang secara diam-diam maupun terang-terangan selalu melirik dan memperhatikan kamu. Jason, teruslah menonton DC Universe, karena DCU sedikit lebih baik dari MCU kalau DC ngga flop. Untuk Regina, semoga kamu bisa terus menjadi pemimpin baik untuk teman-teman kamu, maupun dalam lingkup yang lebih besar. Untuk Riza, semoga cita-cita kamu masuk akmil dapat tercapai yaaa. Hauzan, semoga kamu bisa jadi anggota dewan yang bisa melegislasi dan mengadvokasi suara-suara rakyat yang membutuhkan kehadiran kamu. Faizah Callista, jangan malu dong kalo di panggil Faizah, jangan beralasan nama kamu jelek, coba liat nama saya, Safani itu nama yang mungkin ga ada artinya. Saya pun juga seperti kamu, saya malu dengan nama saya sendiri, tapi pusing kalo mikirin diri sendiri, ga ada habisnya, lebih baik mengambil pemikiran orang lain untuk menerima dan memahami diri kita sendiri. Faizah….penampilan kamu keren sebagai Malice. Akhmal Zidan, semangat terus ya pergi pulang dari Citayam-Salemba sampai kelas 12. Semoga nanti kamu bisa kuliah di Universitas Indonesia yang lebih dekat ke rumah kamu. Salim, teruslah baca dan nonton apa yang kamu suka, teruslah penasaran dengan segala hal disekitar kamu. Hazami, terus jadi pujangga, karena dulu ketika Nusantara berada pada masa Hindu-Buddha-Islam, peran para pujangga adalah mengabadikan kisah raja-raja dan kehidupan kerajaan sehingga kita yang hidup sekarang dapat membaca kisah kehebatan leluhur kita di masa lalu. Menulis kata-kata romantis tidak selamanya melankolis dan dramatis. Menulis kata-kata romantis adalah bentuk tangis atas cinta yang tak pernah habis.
Puan dan Tuan IPS 1 sekalian. Senang sekali rasanya saya bisa mengenal kalian semua. Meskipun kamu saya anggap sebagai kelas yang paling “diam”, tetapi diamnya kalian saya interpretasikan sebagai bentuk kontemplasi diri atau solilokui atas ketidakjelasan saya memberikan materi pelajaran kepada kalian.
Para Monsieur dan Madame IPS 3 sekalian, senang sekali rasanya saya diizinkan bergabung ke dalam dunia kalian. Senang sekali rasanya saya dapat berbagi eksistensi dengan kalian. Bagi Heidegger eksistensi tidak hanya seputar manusia mengada dengan cara menjadi pusat segala hal, tetapi perihal manusia berbagi dunianya dengan manusia lain. Jujur, kelas IPS 3 adalah kelas yang paling dekat dengan saya. Saking dekatnya sampai susah sekali rasanya saya menulis tentang kalian. Kalian adalah bentuk dasein-dasein yang sulit sekali dilupakan dan dituliskan. IPS 3 merupakan kelas yang tingkat solidaritas, kompromitas, dan konformitas-nya paling tinggi dan baik diantara kelas lain.
Bani dengan kritisisme dan analisisnya yang ajaib, semoga terus seperti itu sampai alam semesta merindukanmu. Abby, Louisa semoga kamu terus punya pertanyaan-pertanyaan yang ajaib dan susah dijawab ya, seperti pertanyaan “apakah saya sering sholat atau ngga?”. Abby semoga kamu sukses sebagai entertainer atau penyanyi ya. Diva….kamu bebas deh mau panggil apa aja ke saya, mau sipani, sipana, siapatu, dan lain lain sesuai mood kamu. Agnes, Savira, Rika, Oca, Ayla…..jangan pake masker terus dong. Apalagi sekarang sesuai edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 (Surat Edaran 1 Tahun 2023) dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Surat Edaran Nomor 26/SE/2023) memperkenankan untuk tidak menggunakan masker dan tetap dianjurkan menggunakan masker bila keadaan kurang sehat. Kamu berlima kan sehattttt. Virgo…semoga kamu sudah nonton film-filmnya Virgo Mortensen ya…jaga ayang Ika baik-baik….ayang Igo-Ika…ayang Ika-Igo (Madame Masrini). Merlina…semoga bisa terus membanting laki-laki yang tidak bertanggung jawab ya, terus jadi perempuan yang tangguh dan tahan banting. Cecil, Anas, Rofikoh, Hotimah, Devi, Qhairin, Syifa, Nashwa, Firly, Ganevie jangan malu-malu kalo mau ngajak saya ngobrol di kelas. Syailendra…semoga saya punya banyak waktu luang supaya bisa sering mampir ke Paradoks Coffee. Amirul Fauzan dan Abay….semoga tetap di jalan yang lurus ya. Prasetyo….semoga terus kuat dan tegar sebagai pendukung MU. Febrian…jangan malu-malu gitu dong…santuyy aja. Opyyy…kata Madame jangan ketawa mulu…tapi kadang hidup itu memang harus ditertawakan. Robert semoga tidurnya kamu adalah proses untuk menyerap pelajaran ya. Naylaa…..jangan pernah berhenti baca buku, terus pertanyakan segala ketidakpastian di dunia ini.
Untuk kalian semua. Terus kejar impianmu…walaupun bagi saya, impian itu hanya ada ketika kita tidur aja. Jadi jangan terlalu larut dalam hal-hal yang didasarkan atas ketidaksadaran. Kejar terus cita-cita kalian setinggi langit…tapi jangan ketinggian juga, karena ketika jatuh bisa aja kita jatuh ke tempat yang paling dalam dan menyakitkan, meskipun ada kemungkinan kita jatuh diantara bintang-bintang seperti kata Bung Karno. Jangan punya pemikiran kita harus menjadi seperti yang sudah ada, melainkan harus menjadi yang paling pertama atau yang jeli untuk mengisi yang tidak ada.
Tidak keren dan sepantasnya memang saya mengucapkan perpisahan kepada kalian melalui tulisan yang jelek ini. Jujur, saya adalah seorang yang tidak percaya diri didepan banyak orang apalagi jika berbicara di depan kelas. Apa yang saya tampilkan dan kalian lihat selama ini di depan kelas adalah bentuk ketidak-otentik-an saya sebagai manusia.
Saya menulis ini bukan untuk mengucapkan perpisahan kepada kalian. Bagi saya ini adalah ketidakbertemuan bukan perpisahan. F Budi Hardiman dalam buku “Heidegger dan Mistik Keseharian” mengatakan bahwa Eksistensi manusia menurut Heidegger tidak sepenuhnya hilang ketika ia meninggal karena eksistensinya masih hidup melalui kenangan orang lain yang pernah hidup bersama dengannya. Jika saya kaitkan dengan ketidakbertemuan kita lagi, maka saya tidak sepenuhnya “berpisah” dengan kalian karena setidaknya atau sedikitnya saya pernah meninggalkan kenangan bersama kalian, maka dari itu saya tidak mau menyebut ini sebagai perpisahan melainkan saya lebih suka menyebutnya sebagai ketidakbertemuan. Semoga kelak kita dipertemukan kembali dalam kondisi yang baik.
Terakhir…seperti yang sudah saya bilang sebelumnya diatas. Untuk nama-nama yang tidak saya sebutkan bukan berarti saya tidak kenal sama kalian, atau melupakan kalian, melainkan saya sulit menembus tabir transparan diantara kita. Saya tidak akan pernah melupakan kalian. Saya akan terus mengingat kalian. Jika suatu saat kalian melihat saya dimanapun, jangan sungkan untuk menyapa terlebih dahulu. Jangan pernah memutus hubungan yang sudah kita jalin selama kurang lebih hampir satu tahun ini. Sehat selalu…bahagia selaluu…semangat terus…jaga terus kekompakan kalian yang sudah kalian bangun selama ini. Segera utarakan hal-hal yang ingin kalian utarakan kepada teman atau orang yang kalian cintai sebelum semuanya terlambat dan menjadi sia-sia dan sisa-sisa. Lihat ke kiri, kanan, depan, dan belakang…jika ada teman kamu yang murung atau sedih…kamu hibur dia, kamu tanya kabarnya, atau setidaknya kamu rangkul dia, atau sesederhana merelakan pundakmu menjadi tempat bersandar kepalanya.
Mohon maaf jika saya banyak salah…barang tentu saya punya banyak salah kepada kalian. Maafkan saya jika tidak pernah memberikan materi dan mengajar kepada kalian. Maafkan saya kalau tidak peduli dan tidak ramah kepada kalian. Maafkan kesalahan saya, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
TERIMA KASIH atas kesediaan kalian menerima saya…TERIMA KASIH sudah menjadi teman ngobrol dan bertukar pikiran selama di 68….Sampai jumpa di Carasel Celestia dan pertemuan lainnya..Tempora mutantur nos et mutamur in illis.
메타데이터
- post_id
- 3fcfc35eedf4
- slug
- perihal-ketidakbertemuan-3fcfc35eedf4
- url
- https://medium.com/@xweza/perihal-ketidakbertemuan-3fcfc35eedf4
- canonical_url
- https://medium.com/@xweza/perihal-ketidakbertemuan-3fcfc35eedf4
- author_url
- https://medium.com/@xweza
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 13:01:02