Episode 2 : Belajar Tenang di Tengah Takut
Beberapa hari ini, air mataku jatuh dalam pelukan boneka dan bantal. Hatiku seperti sedang mengeluarkan sesuatu yang tak sanggup diucapkan.
Episode 2 : Belajar Tenang di Tengah Takut
Beberapa hari ini, air mataku jatuh dalam pelukan boneka dan bantal. Hatiku seperti sedang mengeluarkan sesuatu yang tak sanggup diucapkan.
Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Pagi itu, sebelum aku berangkat ke kampus, orang tuaku menatapku dengan wajah cemas.
Dengan mata sembab dibalik kacamataku. “Mel… jangan berangkat dulu. Perasaan Ayah tidak enak,” katanya pelan.
Aku tersenyum, menenangkan. “Tidak apa-apa, Ayah. Doakan saja supaya aku selamat sampai tujuan.”
Melihatku begitu, Mama mengusap kepalaku dengan penuh khawatir.
Aku berangkat naik motor tanpa sadar air mata kembali jatuh. Aku terharu, dijalan itu berbisik dalam hati, “Ya Allah, terima kasih atas nikmat-Mu.” Nikmat berupa perjalanan hidup yang mungkin berat, tapi tidak pernah benar-benar sendiri. Dan kalau suatu hari aku kembali menangis di perjalanan, aku ingin percaya: itu bukan karena aku lemah, tapi karena aku sedang disayang Tuhan dengan cara yang sunyi.
메타데이터
- post_id
- 3ff9be2f25da
- slug
- episode-2-belajar-tenang-di-tengah-takut-3ff9be2f25da
- url
- https://medium.com/@meldaris123/episode-2-belajar-tenang-di-tengah-takut-3ff9be2f25da
- canonical_url
- https://medium.com/@meldaris123/episode-2-belajar-tenang-di-tengah-takut-3ff9be2f25da
- author_url
- https://medium.com/@meldaris123
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-23 03:48:11