Menang Tanpa Jumawa
Setelah mendapatkan tugas CDT II ITB 2025 saya teringat akan salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Pada kali ini saya akan…
Menang Tanpa Jumawa
Setelah mendapatkan tugas CDT II ITB 2025 saya teringat akan salah satu momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Pada kali ini saya akan menceritakan kisah yang menegangkan bagi para siswa/i kelas XII SMA di akhir penghujung tahun. Saya juga merasakan adanya hubungan kisah saya dengan penerapan Rendah Hati yang dijunjung pada CDR II ITB 2025.
Cerita bermula dengan akhirnya perjuangan saya selama tiga tahun di SMA akan saya pertaruhkan. Hari itu adalah finalisasi pendaftaran SNBP 2025. Pada awalnya, saya tidak pernah berharap mendapatkan ranking kategori eligible yang tinggi, hanya menjadi bagian dari siswa/i yang masuk kategori eligible sudah cukup untuk saya. Saat daftar siswa/i eligible dibacakan, saya terkaget-kaget. Saya merasa bahagia dan beruntung di dalam hati saya karena mendapatkan eligible dengan ranking kedua. Saya juga sangat berharap teman-teman saya yang berjuang bersama-sama saya sedari awal SMA untuk mendapatkan kategori eligible mendaftar SNBP 2025. Saya pun ikut bersuka ria saat daftar kategori eligible dibacakan dan teman-teman termasuk ke dalam kategori eligible. Adapun teman-teman saya yang tidak termasuk kategori tersebut, saya pun merasa sedih. Kala itu pun saya merasa begitu sulit untuk menahan kebahagiaan tetapi saya harus menahan karena pembacaan kategori eligible merupakan momen penting bagi semua yang mendaftar eligible. Momen itu juga menjadi titik kesedihan bagi teman-teman yang tidak mendapatkan kategori eligible. Tantangan di saat itu adalah mengeluarkan emosi yang terlalu bahagia yang dapat jika saya keluarkan dapat membuat teman saya sedih dan saya akan terlihat sombong. Saya pun menahan perasaan saya, saya tidak mau menjadi orang egois yang merusak perasaan orang lain. Saya mau merayakan kebahagiaan saya dengan teman yang mendapatkan kategori eligible dan mau membuat tempat nyaman bagi teman-teman yang tidak mendapatkan kategori eligible.
Hal yang tidak jauh berbeda adalah akhirnya sebulan dari tahap finalisasi pendaftaran SNBP 2025 adalah pengumuman dari hasil seleksi yang dilakukan oleh universitas tujuan saya, yaitu Institut Teknologi Bandung. Saya mendaftar di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati di Program Sains.
Hari itu hari Selasa tanggal 18 Maret 2025, hari penantian bagi seluruh pendaftar SNBP 2025. Pukul 15.00 menjadi jam yang sangat ditunggu-tunggu saat itu padahal biasanya jam itu hanya penunjuk waktu bahwa hari sudah sore. Hari itu saya pulang cepat karena hari itu juga bertepatan dengan Ujian Sekolah. Orang-orang berbondong-bondong membuka hasil SNBP-nya. Teman-teman saya mengirimkan pesan di grup tentang hasil-hasilnya dan juga ada yang belum membuka hasilnya. Saya belum membuka hasilnya, bukan belum siap menerima hasilnya tetapi saya mau menunggu orang tua saya. Sudah satu setengah jam saya menunggu dengan seksama, tetapi ide untuk membuka hasil SNBP semakin diujung tanduk. Akhirnya saya mengajak teman saya untuk video call dengan saya saat saya membuka hasilnya. Saya masuk ke website hasil pendaftaran dan memasukkan data-data saya. Saya pun memencet tombol enter. Warna biru pun muncul menandakan saya diterima. Namun, saya tidak percaya, saya kembali mencoba me-refresh dan memasukkan data-data saya ulang. Warna biru tersebut tetap ada, saya mencoba menggunakan website yang lain dan tetap ada. Ternyata benar saya diterima. Saya pun baru sadar saya diterima bahkan saya lupa untuk merekam reaksi saya saat itu saat membuka hasil pendaftaran.

Saya kaget saat saya diterima. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya meneteskan air mata karena saya awalnya tidak percaya. Saya pun akhirnya memberikan informasi tersebut kepada orang tua saya. Saat ibu saya kembali ke rumah sehabis bekerja saya pun memeluknya dengan erat dan kembali meneteskan air mata.
Saya bersyukur sekali. Tetapi ada hal lain yang baru saya ketahui, di kelas saya, saya hanyalah satu-satunya yang diterima SNBP berbeda dengan kelas lain yang banyak diterima dari proses SNBP. Rasa bahagia tersebut saya jaga walau saya ingin juga menyebarkan kebahagiaan tersebut. Teman-teman banyak yang memposting tentang keberhasilan saya dan saya pun berterima kasih kepada mereka serta me-repost postingan mereka.

Teman saya mengucapkan selamat saat saya diterima. Sumber: Dokumentasi pribadi.
Saya tetap bersikap normal dan tidak jumawa tapi saya tersenyum dan berterima kasih setiap diberikan selamat oleh teman-teman dan guru-guru. Berbeda dengan saat saya mendapatkan ranking kedua untuk eligible saya lebih tidak memiliki rasa keinginan untuk mengeluarkan emosi yang terlalu bahagia dan tetap rendah hati. Saya melakukan hal itu karena saya tahu bahwa banyak yang ingin diterima tetapi tidak berhasil lolos dan mereka harus berusaha lagi. Maka, saya tidak mau mengganggu emosi mereka dan membuat teman-teman saya bersedih. Dari kisah saya, saya belajar untuk tetap rendah hati di saat menang dan tidak mengeluarkan emosi yang bahagia secara berlebihan di muka umum adalah pilihan yang tepat yang dilakukan seorang yang hebat.
Identitas trainee:
- Nama Lengkap : Gabriela Anastasia Naomi
- NIM : 16125009
- Kelompok : 107
메타데이터
- post_id
- 41d9f55bb6ca
- slug
- menang-tanpa-jumawa-41d9f55bb6ca
- url
- https://medium.com/@naomi220507/menang-tanpa-jumawa-41d9f55bb6ca
- canonical_url
- https://medium.com/@naomi220507/menang-tanpa-jumawa-41d9f55bb6ca
- author_url
- https://medium.com/@naomi220507
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 11:06:28