← Back to list

Rekam Ingatan

Sebuah tulisan dapat menjadi wadah merekam ingatan.

Septianur Aji Hariyanto · 2023-10-22 16:13 · 1 claps · 1.6 min read
#rekaman
Open on Medium ↗

Rekam Ingatan

Sebuah tulisan dapat menjadi wadah merekam ingatan.

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Merekam sebuah momen di zaman sekarang begitu mudah. Bukan hanya rekaman dalam bentuk suara saja, melainkan kita bisa dengan mudah merekam dalam bentuk visual yang bergerak.

Teknologi gawai yang kita gunakan semakin maju. Dalam satu genggaman kita dapat melakukan berbagai hal. Bukan hanya berkutat pada mengirim pesan singkat dan menghubungi sesorang yang jauh dengan teknologi telefon.

Melainkan, dengan gawai yang kita miliki sekarang, itu bisa menjadi peranti bagi kita untuk merekam sebuah momen. Kenangan demi kenangan yang kiranya tidak dapat terulang lagi dapat kita abadikan dalam bentuk video dan gambar.

Namun, adakah dari Anda yang mengabadikannya dalam bentuk tulisan? Saya rasa hanya penulis ulung saja yang melakukan hal ini. Saya pribadi pun lebih memilih mengabadikannya lewat foto dan video.

Padahal, menulis adalah sejatinya senjata dalam merekam sebuah ingatan. Itu sudah berlaku mulai sejak ribuan tahun lalu. Tepatnya, pada masa Bangsa Sumeria yang dikenal sebagai pencetus aktivitas tulis menulis.

Sebuah bangsa yang kiranya ada pada 3.000 tahun sebelum Masehi ini menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi kepada orang-orang yang berada jauh dari jangkauannya.

Dari situlah tulisan mulai berkembang. Bukan hanya sebagai alat komunikasi, mealinkan juga sebagai perekam suasana pada momen tertentu. Tujuannya, tentu sebagai pembelajaran bagi kita di masa sekarang.

Kerajaan Hindu-Buddha yang ada di Jawa pun juga kerap merekam sebuah catatan sejarah dan kejadian masa lalu dalam bentuk prasasti. Tulisan tersebut dipahat pada batuan yang keras.

Dan beruntung, meskipun terkadang setiap prasasti ini sempat ditemukan tertimbun reruntuhan, namun, hingga kini masih utuh dan dapat dibaca dengan jelas. Ini menunjukkan sebuah kekuatan tulisan.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Pramoedya Ananta Toer.

Tulisan saya akan selalu abadi. Selama internet masih ada dan akun saya masih aman dari serangan orang yang tidak bertanggung jawab, maka, siapa pun masih bisa melihat unggahan saya setiap harinya.

Ini tentu juga merupakan pesan bagi Anda untuk terus rajin menulis. Saya telah membuktikannya sendiri. Ketika saya tulis nama lengkap saya di Google, tentu tulisan saya di medium.com ini akan muncul di baris awal.

Ini menandakan bahwa apa yang kita unggah di internet akan terus terekam dan disimpan dengan baik. Namun, itu akan lebih baik lagi apabila kita menuliskannya di sebuah buku serta memahatnya dalam sebuah batu.


메타데이터
post_id
41fe031f14ce
slug
rekam-ingatan-41fe031f14ce
url
https://medium.com/@ajhiehariyantoe/rekam-ingatan-41fe031f14ce
canonical_url
https://medium.com/@ajhiehariyantoe/rekam-ingatan-41fe031f14ce
author_url
https://medium.com/@ajhiehariyantoe
status
ok
fetched_at
2026-07-31 15:52:23