Pasutri Angkat Galon — Sebuah Analisis Amatir
Tulisan ini akan membahas analisis amatir dari sebuah konten pasutri. Namun, sebagai peringatan, tulisan ini tidak menyertakan sebuah…
Pasutri Angkat Galon — Sebuah Analisis Amatir
Tulisan ini akan membahas analisis amatir dari sebuah konten pasutri. Namun, sebagai peringatan, tulisan ini tidak menyertakan sebuah acuan dari jurnal penelitian dan semacamnya sehingga kalimat-kalimatnya bersifat — sangat — subjektif. Meski begitu, semoga ini tetap layak menjadi menu makan di meja diskusi. Sebelum itu supaya lebih paham, baiknya tonton dulu konten tersebut melalui tautan berikut Pasutri.
Saat pertama kali konten tersebut mentereng di jajaran konten yang akan digulir di beranda, persoalan peran gender langsung terlintas di kepalaku. Sebagai lelaki dan perempuan, masyarakat yang tergabung dalam sosio kultural telah membentuk pengkotak-kotakan urusan yang menjurus pada sifat maskulinitas dan femininitas. Peran-peran gender yang sudah ditetapkan urusan-urusannya, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial.
Adapun beberapa sifat maskulinitas ini diperuntukkan bagi setiap manusia yang terlahir dengan jenis kelamin lelaki. Manusia-manusia dengan jenis kelamin ini diharapkan dapat menjalankan hidup dengan karakter-karakter atau sifat-sifat yang harus melekat dalam dirinya, yakni seperti sifat kuat, kokoh, pengayom, pelindung, dan lainnya yang dapat merepresentasikan makna kejantanan. Masyarakat tidak menerima seorang lelaki dengan sifat-sifat di luar dari itu.
Sedangkan bagi seorang manusia yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan, dikaitkan dengan berbagai karakter atau sifat yang kebalikannya. Perempuan-perempuan harus bersifat feminin, seperti sikap lemah lembut, perhatian, penyayang, pendukung, dan sebagainya. Tentu, masyarakat tidak menerima perempuan yang tidak dilengkapi dengan atribut-atribut itu.
Padahal pada kenyataannya, baik lelaki maupun perempuan memiliki sifat kombinasi antara maskulin dan feminin. Hanya saja kadar atau intensitasnya yang berbeda. Contohnya pada konten tersebut, di mana seorang perempuan mampu mengangkat galon 19 liter bersamaan dengan mengais bayi, ini artinya seorang perempuan memiliki sifat maskulin, yakni kuat secara fisik. Lalu, apakah hal ini salah apabila terjadi dalam suatu hubungan? Mari masuk ke analisis amatirnya.
Kehadiran peran gender maskulinitas dalam jiwa lelaki dan femininitas dalam jiwa perempuan ternyata dua komponen yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan. Bagaimanapun, setiap manusia memiliki ego yang perlu untuk dipenuhi dan ini sangat bisa ditemukan dengan penempatan peran-peran gender yang tepat. Pada konten di atas, perempuan itu bisa mengangkat galon sendiri tetapi pura-pura lemah saat dilihat lelakinya.
Saat terjadinya momen ini, sebetulnya perempuan itu berusaha memenuhi egonya yang ingin diayomi dan diwujudkan oleh lelakinya — yang juga sedang memenuhi ego kejantanannya — dengan dibantu. Sebenarnya, ini adalah sebuah simbiosis mutualisme di mana perempuan merasa diberi pengayoman, perlindungan kemudian lelaki akan dapat pride karena sudah berhasil mengayomi dan melindungi. Terlebih apabila lelaki ini menjadi sosok yang kuat, kokoh, berani, pelindung bagi perempuan yang dicinta. Dia akan merasa keren dan sangat berguna.
Bagi perempuan, berhentilah merasa bisa melakukan segalanya sendiri saat ada lelakimu. Beri ego femininmu makan dengan memberikan kesempatan kepada lelakimu untuk melakukan pekerjaan itu. Lalu untuk lelaki, kalau perempuanmu tidak bisa melakukan suatu hal jangan dianggap tidak becus. Justru ini momentum untuk kamu memberi makan egomu sendiri dengan menjadi superhero untuk perempuanmu.
Seperti dalam konten, salah satu hal keren yang dilakukan perempuan tersebut ialah memberikan kesempatan bagi lelakinya untuk mendapatkan pride-nya sendiri lewat aktivitas receh, yakni membantu angkat galon. Hal-hal remeh seperti inilah yang justru bisa bantu keduanya untuk tetap harmonis dalam hubungan karena erat kaitannya dengan maintenance perasaan dan ego masing-masing.
Mulai sekarang, jadikan tiap kejadian kecil sebagai kesempatan untuk memberi makan ego gendermu dan pasanganmu!
jiakh #konsultankh? #emngiyh? #IZINNNN
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — -
Tulisan ini sebetulnya pernah rilis di akun kedua instagramku pada Oktober 2024 lalu. Ditulis ulang supaya lebih rapi dan terkesan “siga nu enya”. IZINNNNN
메타데이터
- post_id
- 421310beb8ab
- slug
- pasutri-angkat-galon-sebuah-analisis-amatir-421310beb8ab
- url
- https://medium.com/@windyaml/pasutri-angkat-galon-sebuah-analisis-amatir-421310beb8ab
- canonical_url
- https://medium.com/@windyaml/pasutri-angkat-galon-sebuah-analisis-amatir-421310beb8ab
- author_url
- https://medium.com/@windyaml
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 08:27:54