sebuah harga yang tak pernah dicantumkan sebelumnya
‘Sebuah Kritik Sosial terhadap Sistem Pendidikan yang Terlalu Terpusat’
sebuah harga yang tak pernah dicantumkan sebelumnya
‘Sebuah Kritik Sosial terhadap Sistem Pendidikan yang Terlalu Terpusat’

Photo by Laura on Pinterest
Sebagai anak nonpulau Jawa, dahulu aku sangat mengimpi-impikan untuk bisa merantau kesini, kuliah, ‘jauh dari rumah’, eksplorasi, and one day i’ll be back with the best version of me. Sekarang, aku ga cuma mengimpi-impikan but i sit in my answered prayer. but no one ever taught me this before…
Dari dulu, kalau ditanya mau kuliah dimana Jawabku pasti selalu di Jawa. kalau ditanya kenapa, Ya, jelas karena hampir semua kampus dan sekolahan top terpusat pada satu pulau, yaitu Jawa. Jadi aku selalu ngerasa, aku bakal berhasil kalau sampai kesana. Nyatanya, Alhamdulillah sesuai dengan harapan.
di sini aku mulai paham, ini bukan hanya soal kesempatan, tetapi juga kemudahan akses yang terhubung dengan pusat
Mau dapat kampus/ sekolahan Top? Bagi mereka yang sejak awal dikelilingi oleh informasi, fasilitas, dan lingkungan yang mendukung, hal itu terasa mungkin, tapi bagi mereka yang jauh kadang tampak mustahil atau bahkan ada orang tanpa akses itu sama sekali
Disini ku mulai tersadar, besar kecilnya kesempatan tidak hanya melekat pada daya juang, tapi juga ada faktor yang jarang dibicarakan, yaitu tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan.
Pengalaman ini kemudian membawaku pada satu konsep yang relevan dalam kajian pembangunan yang relevan, yaitu center periphery, dimana sumber daya, fasilitas, dan akses terkonsentrasi pada satu pusat, sementara daerah lain menjadi pinggiran yang harus mendekat untuk ikut merasakan.
Di dalam cerita ini, Jawa bukan hanya menjadi pulau harapan,tetapi juga berperan sebagai pusat itu sendiri. sementara daerah lain yang jauh dari pusat harus menambah biaya yang lebih besar, baik secara ekonomi, waktu, maupun emosi t untuk merasakan hal yang sama.
Banyak orang yang percaya, termasuk saya, bahwa pendidikan merupakan jalan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan. Namun nyatanya, jalan untuk mengakses pendidikan itu tidak dibangun setara untuk semua orang. Sebagian bisa melangkah dekat, sebagian bisa melangkah cepat, tapi juga sebagai lain harus melangkah hati-hati dan penuh rintangan
Ironisnya, hal-hal ini jarang dianggap sebagai masalah. Ia dibungkus dengan istilah positif seperti “merantau” dan “berjuang”. Padahal jauh dibalik itu, terdapat kesenjangan dan ketidakmerataan akses dari sistem yang sudah dinormalisasi
메타데이터
- post_id
- 424d4a3b3e4a
- slug
- sebuah-harga-yang-tak-pernah-dicantumkan-sebelumnya-424d4a3b3e4a
- url
- https://medium.com/@nianafilah/sebuah-harga-yang-tak-pernah-dicantumkan-sebelumnya-424d4a3b3e4a
- canonical_url
- https://medium.com/@nianafilah/sebuah-harga-yang-tak-pernah-dicantumkan-sebelumnya-424d4a3b3e4a
- author_url
- https://medium.com/@nianafilah
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 09:11:26