← Back to list

“Memangkas Idealisme”

Photo by Hair Spies on Unsplash

Metalhead Melankolis · 2023-04-20 20:59 · 0 claps · 2.0 min read
#çukur #rambut
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💄 · Beauty

“Memangkas Idealisme”

Photo by Hair Spies on Unsplash

Photo by Hair Spies on Unsplash

Tidak, intisari dari tulisan ini tidak akan seedgy judul yang tercantum, ini hanya akan berisi persoalan sentimental. Sebuah crossroads yang pasti akan dialami oleh semua orang, dan kali ini aku yang sedang mendapat gilirannya.

Dibandingkan dengan banyak orang yang sempat melewatinya, persimpangan yang aku temui amat remeh-temeh, sekadar memutuskan “cukur rambut atau tetap gondrong saja?”

Sayangnya bagiku itu sebuah pilihan berat, bahkan untuk memiliki niatnya saja butuh merasakan pergulatan batin yang memikat. Bagaikan sebuah pilihan spirituil yang akan menuntunku pada sikap apa yang harus diemban ke depannya.

Lucunya, langkah impulsif lah yang pada akhirnya menjawab. Tentunya disokong dengan do’a ibu yang mau anaknya terlihat necis. Bukan berdasarkan pergulatan batin yang sia-sia, bukan dengan menimbang-nimbang perasaan, tidak dengan deretan tetek bengek lainnya. Hanya ditentukan oleh keputusan impulsif yakni, “Oke, saatnya cukur!”

Usut punya usut, setelah melakukan tafakur, aku merasa rambut gondrong ini hanyalah bentuk kekecewaan yang selama ini merambat subur di kepala. Menjangkiti pikiran, kemudian menular ke sanubariku 4 tahun lamanya. Banyak keputusan dungu nan egois yang aku ambil, dan berakhir dengan mengulang kesalahan sama hanya demi mempertahankan mahkota kusut tersebut.

Tolol sih kalo diinget-inget lagi. Cuma yodahlah ya, namanya juga idup…

Saat ini aku juga merasa bahwa keputusan untuk gondrong ketiga kalinya lalu adalah langkah idealisme bodong yang aku anggap suci. Hal antik nan esentrik yang aku anggap akan ciamik jika bisa dipamerkan ke setiap orang.

To be honest, sebelumnya aku menganggap memiliki rambut panjang terurai adalah cerminan orang bebas dan ekspresif, sebuah nilai lebih jika bersanding di antara orang kebanyakan. Omong kosong! Itu hanya pikiranku yang kekanakan. Pada kenyataannya gerah, risih, rontok, dan bau capung nih rambut! Biaya perawatannya juga mahal. Malah esensi kebebasannya terbatasi karna faktor repotnya ngerawat itu rambut.

Lantas sekarang aku merasakan hal yang sebaliknya. Situasi nyaman, serta kondisi nan tentram didapat setelah cukur. Seperti habis melakukan perjalanan spiritual. Aku merasa berhasil menanggalkan sedikit banyaknya kecewa atas masa silam. Jauh lebih bebas dan lega.

Alasan aku cukur bukan serta-merta mengubur mimpi-mimpi selama ini. Aku akan tetap bermimpi menjadi sang bohemian akhir zaman, tapi kali ini cukup sendiri saja. Tentu dengan melibatkan Allah di setiap lajunya, bukan lagi manusia.

Aku tetap menyisakan mimpi menjadi musisi, namun dengan kurasi yang jauh lebih hakiki. Aku tetap berupaya menulis untuk membuka pintu kemaslahatan dan kekayaan yang halal. Aku tetap mempelajari dan mempraktekan kesenian yang kuanggap memiliki substansi.

Aku juga akan tetap mengerjakan hal-hal yang aku mumpuni jika terlibat di dalamnya. Dan aku juga masih ingin gondrong untuk keempat kalinya, cuma biarkan itu jadi misteri masa depan.

Intinya dari tulisan ngalor-ngidul ini adalah curhatan pribadi dengan sedikit baluran hikmah, bahwasanya yang harus kita tanggalkan untuk terus bisa bertahan dan mengubah keadaan bisa jadi hanyalah sebuah hal sepele, namun kita anggap parlente. Dalam kasusku yakni cukur rambut.


메타데이터
post_id
42dedabccdfe
slug
memangkas-idealisme-42dedabccdfe
url
https://medium.com/@metalheadmelankolis/memangkas-idealisme-42dedabccdfe
canonical_url
https://medium.com/@metalheadmelankolis/memangkas-idealisme-42dedabccdfe
author_url
https://medium.com/@metalheadmelankolis
status
ok
fetched_at
2026-07-25 21:11:06