Sepak Bola dan Fanatismenya
Hanya sebatas bacotan seorang yang tidak mengerti dengan bola sama sekali.
Sepak Bola dan Fanatismenya

From @societas.club on Instagram
Hanya sebatas bacotan seorang yang tidak mengerti dengan bola sama sekali.
Indonesia kalah melawan Arab Saudi semalam. Sebuah pertandingan yang membawa harapan masyarakat Indonesia, mimpi yang mungkin cuma di angan-angan. Kekalahan atas Arab Saudi membakar emosi dari seluruh penggemar.
Dalam luapan emosi itu, aku merasakan bahwa sepak bola begitu fanatis. Isi media sosialku sekarang penuh dengan makian dan saling menyalahkan. Aku tahu siapa yang tidak kecewa dengan hasil semalam, sebab kita telah mengalahkan Saudi dengan angka yang baik di pertemuan sebelumnya.
Namun, fanatisme di era medsos ini sungguh keterlaluan, karena semuanya punya kemampuan mengutarakan apa yang di unek-uneknya. Hal yang biasanya hanya dilontarkan di tongkrongan sekarang diluapkan di muka publik. Makian-makian yang isinya cuma rasis dan pelecehan, hingga ancaman pembunuhan.
Semuanya sudah di luar substansi masalahnya, dan itu bukan satu dua orang ataupun di satu dua platform. Tapi hampir di semua platform, baik dari Instagram, TikTok, bahkan Twitter yang katanya “isinya orang cerdas.” Sehingga kurasa ini bukan oknum golongan tertentu, akan tetapi wujud asli penggemar sepak bola di Indonesia.
Aku mengikuti sepak bola belum lama ini. Awalnya cuman ikut euforia dari prestasi timnas, kemudian mulai banyak mendengarkan beberapa pertandingan atau diskusi orang lain. Ya, masih sangat dasar dan bodoh dalam bidang ini. Sehingga aku melihat begitu banyak hal jijik dari dunia ini.
Aku sampai sekarang belum menemukan satu pun klub favoritku, karena setiap aku lihat suatu klub besar dan melihat para pendukungnya di sosial media, aku langsung merasa jijik sendiri. Aku rasa mencintai tidak perlu seberlebihan itu. Bahkan jika pemain klub favorit mereka melakukan blunder, pasti maki-makian yang terlontar seakan pemain itu selalu melakukan hal yang sama setiap match-nya, atau bahkan pemain itu pantas mati.
Aku tahu pangsa pasar dari olahraga ini sangat besar, maka wajar banyak politikus yang terjun ke dalamnya guna mencari suara. Sempat kubertanya apakah mereka akan untung dari bisnis ini. Di mana di dalam sini akan penuh pertaruhan dan ketidakpastian.
Akhirnya aku sadar, pertaruhan di dalam sini memang akan menggelontorkan biaya sangat besar, namun hasilnya akan sangat besar juga. Kelompok fanatis di dalam sepak bola itu begitu fanatis, dan hal ini akan menjadi lumbung suara besar karena mereka sangat gampang dipuaskan oleh berbagai hal-hal yang kecil dan mudah lupa terhadap hal-hal besar.
Kita mungkin tidak lupa dengan 135 nyawa yang hilang di Kanjuruhan, namun sampai sekarang upaya menyelesaikannya tidak pernah sempurna. tapi masyarakat langsung dibuat lupa dengan pencapaian-pencapaian instan dari timnas, namun lupa betapa rusak liganya. (Tapi mungkin bukan masyarakat yang lupa tetapi si mentri baru itu.)
메타데이터
- post_id
- 42e3a04bb4cc
- slug
- sepak-bola-dan-fanatismenya-42e3a04bb4cc
- url
- https://medium.com/@muntazharsalim/sepak-bola-dan-fanatismenya-42e3a04bb4cc
- canonical_url
- https://medium.com/@muntazharsalim/sepak-bola-dan-fanatismenya-42e3a04bb4cc
- author_url
- https://medium.com/@muntazharsalim
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08