Rest In Peace, Lupus
Hari ini saya bangun pagi satu jam lebih awal dari biasanya. Yang lazimnya pukul segitu, jadinya pukul segini. 2022, orang bangun tidur…
Rest In Peace, Lupus
Hari ini saya bangun pagi satu jam lebih awal dari biasanya. Yang lazimnya pukul segitu, jadinya pukul segini. 2022, orang bangun tidur mayoritas yang diraih dulu itu ponsel. Alasan pertama, cek jam. “Ini jam berapa, ya?”. Alasan kedua, cek notifikasi. Entah email penting, atau sekadar notifikasi media sosial. Yang perlu digarisbawahi, ini hanya berlaku bagi yang tidurnya sendirian. Setelah melakukan yang pertama, saya segera menuju dapur untuk bikin teh. Duduk bersandar sambil membuka media sosial…
“Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’un… Mas Hilman Hariwijaya meninggal dunia.”
Seandainya kita seumuran, atau beda maksimal 7 tahun di bawah saya, kamu pasti mengenal nama Lupus.
메타데이터
- post_id
- 42fe977594ea
- slug
- rest-in-peace-lupus-42fe977594ea
- url
- https://medium.com/@bdrst/rest-in-peace-lupus-42fe977594ea
- canonical_url
- https://medium.com/@bdrst/rest-in-peace-lupus-42fe977594ea
- author_url
- https://medium.com/@bdrst
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 10:09:08