← Back to list

Kataku Cerita Ini Tidak Ada Judulnya

Awalnya dia perwira, lalu ditangkap oleh petinggi musuh. Akalnya diracuni, diberi ideologi sesat. Sekarang dia jadi gila, rusak akalnya…

Mentari · 2026-05-16 09:49 · 0 claps · 2.3 min read
#fiction #hsr #honkai-star-rail #mimpi
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Kataku Cerita Ini Tidak Ada Judulnya

Awalnya dia perwira, lalu ditangkap oleh petinggi musuh. Akalnya diracuni, diberi ideologi sesat. Sekarang dia jadi gila, rusak akalnya. Itu cerita yang aku dengar dari pamanku yang seorang jenderal.

Aku diperingatinya untuk tidak berinteraksi dengan orang itu, bisa-bisa aku diadili dan dihukum gantung oleh petinggi negara. Tapi aku tak percaya, paman memanggilku bebal dan idiot. Aku tak peduli, ku temui si mantan perwira yang dipanggil gila itu.

Aku lupa namanya, dia menyebut dirinya sebagai Abdul. Perawakannya terlalu rapi bagi orang yang tak waras. Parasnya elok agaknya, dia mirip seperti bintang besar. Dia sambut aku di rumahnya, dijamunya aku dengan segelas teh hangat dengan aroma melati. Oh lezat sekali, tahu betul dia kesukaanku.

Abdul tersenyum ramah dan memanggilku kaprol. Tahu darimana dia aku seorang kaprol? Masa bodoh. Toh, tak ada untungnya jika aku cari tahu. Kami berbincang, saling lempar pendapat mengenai pikiran satu sama lain. Pintar juga si Abdul ini. Apa betul dia mantan perwira yang dipanggil gila itu?

Dia bilang, sebetulnya aku dan kawan-kawan akulah yang sedang dicuci otaknya. Disuruhnya aku untuk tak sepenuhnya percaya pada para petinggi yang ia sebut tamak itu. Si Abdul ini memanggilku naif dan anjing peliharaan. Sejujurnya aku tersinggung, tahu apa dia tentang aku?

Abdul peka jika aku marah, tertawalah ia. Dia sebut aku sebagai muka tomat, karena wajahku merah dan bulat seperti sebuah tomat segar. Semakin kesal agaknya aku, kuhentakkan kakiku kuat-kuat. Jari-jariku mencengkram kuat tangan sofa bapuk yang sedang kududuki ini. Abdul buru-buru minta maaf, menyebut jika dirinya bercanda. Aku hanya diam dan memberi gestur padanya untuk lanjut berbicara yang langsung ia setujui.

Si mantan perwira ini menyebut jika tubuhku sudah busuk, terkikis dengan path “Destruction”. Aku terhenyak mendengarnya, apa maksud pernyataannya? Destruction? Bah! Jangan bercanda!

“Apa maksud engkau dengan path “Destruction” ? Aku penganut “Lan.” Aku ada di path “Hunt! Jangan membual.” Hardikku dengan penuh amarah.

Si Abdul itu hanya diam, lalu tiba-tiba tertawa keras. Semakin tersinggung aku, rasanya aku dipermalukan oleh mantan perwira ini.

“Kamu ini—ha! Pengaruh harmony benar-benar kuat agaknya. Otakmu ini sudah diracuni! Kamu ini dalam pengaruh harmony, Kasep!” Abdul tertawa begitu kencang. Tangannya berulang kali memukul meja di depannya.

Aku mengatupkan kedua bibirku. Kutahan agar amarah dalam diriku tak meledak dan berakhir aku melakukan hal yang bodoh. Ini memang hal yang harus aku terima ketika aku memutuskan mengunjungi mantan perwira yang gila ini.

Abdul mulai meracau. Awalnya dia membahas “Ena”, lalu tiba-tiba dia membahas “Akivili” yang menjadi panutan bagi path “Trailblazer.” Cukup lama dia membahas “Akivili”, agaknya seperti orang kecintaan. Tiba-tiba dia terkikik, lalu menangis. Sedetik kemudian ia kembali tertawa. Memang tidak salah orang-orang memanggilnya gila.

Orang itu lalu mulai beralih membicarakan “Aha.” Entah apa maksudnya, aku benar-benar tidak paham! Abdul hanya terus berbicara, mengatakan kesenangan dan emosi lainnya. Berkata jika aku benar-benar membosankan dan naif. Disuruhnya aku bergabung dengannya, menapaki path “Elation.” Aku terdiam, tak tertarik. Abdul tahu aku menatap bosan padanya, dan dia hanya tertawa. Abdul terus membicarakan si “Aha” dengan semangat, dan itu membuatku mulai tertarik.

“Mari, Kasep. Terima tanganku dan ikutlah aku menapak jalan baru ini.” Abdul menyodorkan tangannya padaku, mengundangku untuk berjabat tangan.

Aku diam tak bergeming. Mula-mula aku menatap Abdul dengan wajah datar, lalu aku melemparkan senyum simpul padanya.

Si mantan perwira itu tersenyum lebar, namun seketika mematung saat aku memegangi dadaku.

Baby, watchin' it burn, send death to isolation! Oh, watchin' it burn, ain't got no hesitation!

Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan paling bergengsi di Indonesia, yang berlokasi di Bulaksumur, Yogyakarta. Didirikan pada 19 Desember 1949, universitas ini menjadi pelopor pendidikan tinggi di Tanah Air dan terkenal dengan julukan "Kampus Biru”.


메타데이터
post_id
4388eb2ffd66
slug
kataku-cerita-ini-tidak-ada-judulnya-4388eb2ffd66
url
https://medium.com/@asterorid/kataku-cerita-ini-tidak-ada-judulnya-4388eb2ffd66
canonical_url
https://medium.com/@asterorid/kataku-cerita-ini-tidak-ada-judulnya-4388eb2ffd66
author_url
https://medium.com/@asterorid
status
ok
fetched_at
2026-06-23 17:05:31