Upaya Menemukan Diri Sendiri: Menonton
Pada beberapa platform, aku pernah bercerita permulaan jatuh hati pada film. Dari beberapa pengalamanku dalam menonton, lebih kurangnya…
Upaya Menemukan Diri Sendiri: Menonton
Pada beberapa platform, aku pernah bercerita permulaan jatuh hati pada film. Dari beberapa pengalamanku dalam menonton, lebih kurangnya membawa diri ini dalam perjalanan menemukan diri sendiri. Berikut kisah perjalanannya:
- Awal Jatuh Hati
Tidak pernah terbayangkan, jika aku akan jatuh hati pada perfilman, meski tak cukup banyak bukti untuk mengatakan itu, tapi jauh dari lubuk hati aku merasa cukup untuk jatuh hati. Kecintaan pada film cukup banyak mengubah kebiasaanku, mulai dari menghabiskan liburan dengan menonton film, membuat list film yang akan tayang, menonton trailer puluhan film, menonton back story atau behind the scene proses pembuatan film, tertarik mengikuti kegiatan perfilman, hingga akhirnya menemukan cita-cita untuk menjadi sutradara.
- Jurusan Kuliah
Ketertarikan ini membuatku ingin menekuni dengan serius tentang dunia perfilman. Sejujurnya cukup membuat kaget orang di sekitarku, karena aku tidak memiliki background ‘’pengalaman dalam film’’ itu sendiri. Pilihan jurusan dan kampus yang tidak direstui orang tua, membuatku harus membanting setir mencari alternatif. Maka pilihanku beralih pada menulis (hobi yang sudah kutemukan sejak kecil tapi baru tersadar di tahun 2021). Akhirnya aku memilih jurusan Sastra Inggris, pada salah satu kampus islam negeri di Jakarta.
- Pengalaman Dalam Film
Berpindah ke pusat kota membuatku merasa semakin dekat dengan impianku (ekspektasi). Tapi dalam perjalanan tentu tak ada yang mudah, ketakutan menjadi ancaman terbesar bagiku (realita). Di Jakarta, aku selalu melihat diriku kecil, minus, tidak ada apa-apa, dan secara tidak langsung membentuk insecurity yang membesar. Pada beberapa kesempatan aku mencoba bangkit dan mengingat kembali impianku, hingga bisa membuat karya bersama teman-teman, yang bisa ditonton di Youtube Fatimah TV (Video Fasilitas Asrama dan Short Movie Kita Egois).
- Idealis atau Realistis?
Saat ini, aku telah menyelesaikan perkuliahan, dan menurut timeline yang disepakati masyarakat bersama, setelahnya akan menghadapi masa bekerja. Jujur ini menjadi dilema bagiku, untuk menemukan dan melanjutkan mimpi atau bersandar pada realita. (In this economy) Rasanya pilihan kedua lebih masuk akal. Mungkin saat ini aku harus menutup sementara cita-cita itu, atau membuatnya serealistis mungkin? Entahlah, rasanya masih membutuhkan waktu.
Tapi ntah kenapa aku memercayai, bahwa mimpi ini akan menjadi tujuanku berikutnya, dalam waktu dan dimensi yang entah kapan.
메타데이터
- post_id
- 43efea2fbc80
- slug
- upaya-menemukan-diri-sendiri-menonton-43efea2fbc80
- url
- https://medium.com/@maharondeng/upaya-menemukan-diri-sendiri-menonton-43efea2fbc80
- canonical_url
- https://medium.com/@maharondeng/upaya-menemukan-diri-sendiri-menonton-43efea2fbc80
- author_url
- https://medium.com/@maharondeng
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 06:18:28