“Ini Duniaku”: Kak Risky dalam Keputusannya Memilih dan Memaknai Karier di Content Writing
Kira-kira, apa saja yang membuat Kak Risky yakin akan keputusannya lepas dari jurusan kesehatan masyarakat dan beralih ke content writing?
“Ini Duniaku”: Kak Risky dalam Keputusannya Memilih dan Memaknai Karier di Content Writing
Kira-kira, apa saja yang membuat Kak Risky yakin akan keputusannya lepas dari jurusan kesehatan masyarakat dan beralih ke content writing?
Cerita ini dikirim oleh Kak Riskhy Wahyuning Thias

Gambar oleh Vitary Gariev dari Unsplash
“Dari perjalanan karier ini, aku sadar, bahwa membangun karier itu bukan soal siapa yang lebih cepat daripada yang lain, tetapi tentang bagaimana diri kita belajar untuk berproses di jalan yang kita pilih ini.”
Kalau kamu kira nggak mungkin ada orang yang pilih karier menyeleweng dari jurusan mereka, well, itu kurang tepat.
Aku sendiri merupakan lulusan S1 Kesehatan Masyarakat, yang sekarang sedang menjemput jalan karier yang aku pilih di bidang copywriting dan content writing.
Kenalin, aku Risky, usia 25, dan ini kisah berproses aku membangun karier impian.
Menemukan Kenyamanan dalam Dunia Menulis dan Digital Marketing
Setelah lulus dari S1 Kesehatan Masyarakat, aku sempat beberapa kali melamar banyak pekerjaan, yang akhirnya membawaku ke karier sebagai public relation di sebuah klinik.
Dari pekerjaan ini, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak karena beban kerja ganda antar PR (public relation) dan content creator yang kurang terfokus.
Aku memilih berhenti, tapi, dari satu pengalaman di sini, aku mulai menyadari ketertarikanku pada dunia menulis dan digital marketing.
Selama merangkap jobdesc sebagai PR sekaligus content creator, aku menilik kembali beberapa hasil kontenku yang membuatku merasa, “Sepertinya ini memang duniaku”.
Dimulai dari mengerjakan content planning, content writing, hingga content production seputar topik kesehatan dan promosi klinik, aku semakin memantapkan diri untuk memilih jalan karier ini.
Aku merasa nyaman ketika menulis. Aku menyukai bagaimana copywriting dan content writing memungkinkan aku menuangkan informasi edukatif maupun persuasif kepada orang-orang melalui tulisan.
Tak sekadar soal menulis, aku juga menemukan kenyamanan di dunia digital marketing, terutama mengingat kembali kalau aku cukup sering membuat campaign project edukasi kesehatan masyarakat selama kuliah.
Rasanya, melalui tulisan-tulisan ini, aku lebih bebas untuk berekspresi dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Kini, aku tengah sibuk berkegiatan sebagai Staff Volunteer Content Writing di sebuah komunitas wellness, setelah sebelumnya sempat menjadi Staff Volunteer Socmed Specialist di komunitas menulis.
Perjalanan karier writing ini sudah kulakukan kurang lebih 8 bulan, dan ya, cerita berproses ini memang nggak berjalan semulus itu.
Terus-Menerus Minder Nggak Akan Bikin Mimpiku Terwujud
Bagiku, perjalanan membangun karier di copywriting dan content writing punya hambatan dan tantangannya tersendiri.
Setelah mendapatkan ilmu dari bootcamp yang kuikuti, aku malah merasa bingung harus mulai dari mana dalam memanfaatkan ilmu-ilmu tersebut. Aku juga sempat merasa minder karena portofolioku tidak sebanyak dan sekeren teman-teman yang lain.
Aku cukup sering merasa kecil, nggak percaya diri, dan selalu merasa kurang sama kemampuan diri sendiri. Sampai akhirnya, aku sadar, kalau begini terus, aku nggak akan bisa mewujudkan mimpiku! Iya, pakai tanda seru!
Teringat quote dari Sivia, salah satu podcaster di The Catch Up Club, “Jangan banyak ‘ah, tapi’, tabrakin aja!”, bikin aku bangkit lagi dan punya prinsip baru.
Kini, prinsip aku adalah “pede dan daftarin aja”. Setiap kali melihat informasi rekrutmen untuk volunteer atau pekerjaan di bidang digital marketing, aku mulai menerapkan prinsip tersebut, selama posisi yang dibutuhkan seputar content writing, copywriting, ataupun socmed specialist, bidang-bidang yang aku tekuni.
Apa yang membuatku bisa sepede ini untuk gas daftar aja? Simpel, karena aku belajar dari pengalamanku sendiri. Sebelumnya, aku terlalu banyak berpikir ketika ingin mendaftar sesuatu dan akhirnya kehilangan kesempatan.
Sekarang, aku mulai berpikir positif. Aku harus berusaha dan mencoba pede terlebih dahulu, dan menyerahkan hasil akhirnya, entah diterima atau tidak, kepada Tuhan yang sudah mengatur segalanya.
Bukan Soal Siapa yang Cepat, tapi Bagaimana Kita Belajar untuk Berproses
Perjalanan membangun karier yang belum pasti ini tentu sempat membuatku patah semangat sejenak karena melihat teman-temanku yang sudah paham dengan passion masing-masing.
Perlahan-lahan, aku sadar, bahwa perjalanan membangun karier ternyata bukan soal siapa yang lebih cepat dari yang lain, tetapi tentang bagaimana kita belajar untuk berproses di jalan yang kita pilih.
Mungkin aku memiliki banyak keraguan di dalam hati. Mungkin aku belum berada di titik sukses seperti yang teman-temanku telah capai. Namun, aku sangat bangga pada diriku sendiri karena sudah bisa keluar dari zona nyaman.
Aku yang awalnya penuh ragu, kini pelan-pelan sudah bisa berjalan dengan kepercayaan diri yang lebih baik. Aku berusaha untuk terus berkembang.
Aku juga mencari dan mengikuti komunitas yang dapat membuatku tumbuh, seperti Digilock, yang sangat membantuku dalam membuat CV dan portofolio menulisku.
Melihat ke belakang, impianku satu per satu telah terwujud, dan bagiku, itu lebih penting dari apa pun.
Bagi kamu yang juga sedang berproses, it’s okay and keep it going.
Terus belajar, terus berani mencoba, dan tak perlu takut untuk memulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Terkadang, kesempatan besar justru datang dari langkah kecil yang tidak pernah kita bayangkan.
Kamu mungkin belum sampai di tempat yang kamu inginkan, tetapi bukan berarti kamu tidak sedang menuju ke sana. Aku percaya, bahwa setiap orang punya titik awal, kesempatan, tantangan, dan waktunya masing-masing.
Semoga kita tidak hanya menjadi seseorang yang sukses dalam berkarier, tetapi juga yang tetap punya waktu untuk menjalani hidup, belajar, mencintai, dan menikmati perjalanan tanpa terus merasa harus mengejar sesuatu.
Kak Risky tidak mencantumkan portofolionya, jadi, jika kamu tertarik untuk bekerja sama dengan Kak Risky, kamu bisa ketuk DM ke Instagram: @ms.greenteaa
메타데이터
- post_id
- 44373765cd0b
- slug
- ini-duniaku-kak-risky-dalam-keputusannya-memilih-dan-memaknai-karier-di-content-writing-44373765cd0b
- url
- https://medium.com/@digilock.idn/ini-duniaku-kak-risky-dalam-keputusannya-memilih-dan-memaknai-karier-di-content-writing-44373765cd0b
- canonical_url
- https://medium.com/@digilock.idn/ini-duniaku-kak-risky-dalam-keputusannya-memilih-dan-memaknai-karier-di-content-writing-44373765cd0b
- author_url
- https://medium.com/@digilock.idn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-24 08:39:01