← Back to list

Yuk Kenali Perbedaan Hukuman dengan Konsekuensi untuk Siswa

Ada yang baru dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia setahun terakhir ini. Apa itu? Perubahan kurikulum. Tahun 2022 lalu, Menteri…

Omarian Kharon · 2024-05-10 14:52 · 0 claps · 2.3 min read
#hukuman #konsekuensi #pendidikan
Open on Medium ↗

Yuk Kenali Perbedaan Hukuman dengan Konsekuensi untuk Siswa

ilustrasi siswa yang sedang dihukum

ilustrasi siswa yang sedang dihukum

Ada yang baru dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia setahun terakhir ini. Apa itu? Perubahan kurikulum. Tahun 2022 lalu, Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, atau yang akrab disapa Mas Menteri, mengubah kurikulum. Mas Menteri menetapkan kurikulum baru yang bernama Kurikulum Merdeka.

Apa perbedaan Kurikulum Merdeka dengan kurikulum yang pernah ada sebelumnya? Kurikulum Merdeka ini berfokus pada siswa. Oleh karena itu, pada Kurikulum Merdeka ini, siswa diberikan kesempatan untuk belajar sesuai minat dan bakatnya masing-masing.

Kurikulum Merdeka ini menghapus UN (Ujian Nasional). Pada kurikulum merdeka, yang berlaku adalah AN (Asesmen Nasional). Di mana AN ini memiliki 3 komponen, yaitu Survei Sekolah, Survei Karakter, dan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum).

AKM ini ditujukan untuk siswa-siswa kelas tengah, yaitu kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA yang dipilih secara acak. Tujuan dari dilaksanakannya AKM ini, yaitu untuk mengetahui kompetensi dasar siswa dalam bidang literasi dan numerasi. Kemudian, hasil AKM tersebut akan digunakan sebagai acuan perbaikan pendidikan di jenjang akhir. Oleh karena itu, peranan AKM dalam pendidikan sangatlah penting. Pada kesempatan ini, guru telah menyiapkan kesiapan siswa untuk menghadapi AKM dengan memberikan latihan soal AKM secara rutin.

[embed]kejarcita | Merdeka Belajar Merdeka Mengajar kejarcita.id

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka ini mengharuskan guru membuat RPP Merdeka Belajar atau yang sering disebut sebagai Modul Ajar. RPP (Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran) ini sebagai acuan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas. RPP Merdeka Belajar hanya memuat 1 halaman saja. Penyederhanaan RPP ini bertujuan agar guru bisa lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Selain itu, juga memberikan kesempatan pada guru untuk bisa mengembangkan potensi pribadinya masing-masing.

Kurikulum Merdeka ini tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia saja, tetapi juga bertujuan pada penumbuhan sikap merdeka belajar di kalangan para siswa. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka lebih memilih memberikan konsekuensi dibandingkan hukuman. Memangnya, apa perbedaan hukuman dan konsekuensi? Mengapa Kurikulum Merdeka lebih memilih mengenalkan konsekuensi dibandingkan hukuman pada siswa?

Konsekuensi didefinisikan sebagai usaha yang menfokuskan pada perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Contohnya, saat siswa menumpahkan minuman di kelas, guru akan memintanya mengambil lap untuk membersihkan.

Menurut penelitian, pemberian konsekuensi ini akan melatih siswa untuk bisa bertanggung jawab atas perilakunya. Selain itu, adanya konsekuensi yang berfokus pada dorongan untuk bertingkah laku lebih baik lagi, bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Siswa akan tumbuh dengan percaya diri bahwa setiap hari dirinya bisa berproses untuk selalu lebih baik lagi.

[embed]Kejarpena blog.kejarcita.id

Konsekuensi juga memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang siswa. Konsekuensi mengajarkan siswa untuk belajar memahami sebab dan akibat. Siswa jadi terlatih berpikir kritis. Pasalnya, dia jadi tahu apa yang bisa dilakukan, dan apa dampaknya dari setiap tindakan dan keputusannya.

Bagaimana dengan hukuman? Hukuman pada dasarnya berniat untuk membuat siswa menderita akibat kelasalahan yang dibuat. Hukuman tentu lebih terasa sangat sarkasme dan mendominasi siswa. Hukuman akan menciderai harga diri siswa. Hukuman justru akan menimbulkan amarah dan kebencian pada diri siswa. Ini sangat tidak efektif dalam proses pendidikan.

Perbedaan antara konsekuensi, membuat kesimpulan bahwa dalam mewujudkan merdeka belajar yang diperlukan adalah rasa tanggung jawab pada diri siswa. Inilah yang membuat kurikulum merdeka lebih fokus pada pemberian konsekuensi dibandingkan hukuman.

Demikian artikel tentang perbedaan konsekuensi dan hukuman. Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam mengenali perbedaan antara hukuman dan konsekuensi.


메타데이터
post_id
4457e2ecfce7
slug
yuk-kenali-perbedaan-hukuman-dengan-konsekuensi-untuk-siswa-4457e2ecfce7
url
https://medium.com/@omariandance/yuk-kenali-perbedaan-hukuman-dengan-konsekuensi-untuk-siswa-4457e2ecfce7
canonical_url
https://medium.com/@omariandance/yuk-kenali-perbedaan-hukuman-dengan-konsekuensi-untuk-siswa-4457e2ecfce7
author_url
https://medium.com/@omariandance
status
ok
fetched_at
2026-08-21 20:16:25