SEJARAH FILSAFAT YUNANI (dari Theles ke Aristoteles)
Nama Filsafat dan Filsuf dari kata-kata Yunani yaitu Philosophie dan Philosophee, sedang menurut bentuk kata, seorang Philo-sophee adalah…
SEJARAH FILSAFAT YUNANI (dari Theles ke Aristoteles)

Nama Filsafat dan Filsuf dari kata-kata Yunani yaitu Philosophie dan Philosophee, sedang menurut bentuk kata, seorang Philo-sophee adalah seorang pecinta kebijaksanaan. Tradisi kuno mengatakan bahwa nama filsuf (Philosophee) pertama kali dipergunakan oleh Pythagoras (abad ke 16 SM), dalam hal ini sejarah yang bercerita tentang kehidupan dan aktivitas Pythagoras menjadi sebuah legenda.
Filsafat Yunani Kuno menjadi tonggak sejarah pemikiran manusia, mengubah cara pandang dunia, membuka jalan ilmu pengetahuan filsafat modern. Dalam kalangan Socrates dan Plato (abad ke-5 SM) nama filsuf dan filsafat sudah sering dipakai. Dalam dialog Plato yang berjudul Phadros, orang dikatakan bijaksana terlalu luhur bagi panggilan untuk seorang manusia dan lebih cocok dipergunakan untuk Tuhan, jadi lebiih baik dipanggil philosophos, pecinta kebijaksanaan yang lebih berpatutan dengan makhluk insani.
Perkataan Plato ini menunjukkan aspek penting philosopher, bahwa seorang yang memiliki kebijaksaanaan sebagai milik definiitif yang melampaui batas untuk nasib sebagai manusia. Yang berarti memiliki kebijaksanaan mencapai suatu status adimanusiawi sama dengan hybris (rasa sombong).
Menurut tanggapan Yunani, seseorang mempunyai kebijaksanaan berarti memiliki status yang selalu ditakuti dan diihindari, karena manusia harus menghormati batas yang berlaku dalam kehidupan status sosialnya. Kebijaksanaan tidak akan menjadi milik manusia secara komplit dan definitif, sehingga orang Yunani lebih memilih nama Filsafat (Philoshophia) dan filsuf (Philosophos).
Perjalanan filsafat barat di mulai di Kota Miletus, sebuah kota pelabuhan yang dikenal sebagai Thales. Thales sering disebut filsuf pertama sejarah Barat, memiliki rasa iingin tahu tentang alam semesta dan menjelaskan bahwa segala sesuatu tidak harus tergantung pada mitos.
Prinsip dasar ini menjadi sebuah cara baru memandang dunia yang berbasis pada pengamatan dan rasio, dikenal sebagai filsuf pra-sokratik. Anaximander, murid Thales mengemukakan konsep tak terhingga atau apeiron merupakan sumber segala sesuatu tanpa bentuk sebagai suatu ide cukup revolusioner.
Pemikiran-pemikiran ini menunjukkan bagaimana para filsuf Yunani berusaha memahami alam dengan cara logis dan sistematis, berbeda dengan penjelasan mitologis sebelumnya. Sisi lain, Parmenides membawa pemikiran lain yang menegaskan bahwa perubahan bersifat ilusi dengan anggapan realitas tidak akan bisa berubah.
Plato dalam sebuah karyanya memperkenalkan dunia ide, sebuah konsep bahwa segala sesuatu yang ada di dunia nyata hanya bayangan dari bentuk ideal yang sempurna. Plato juga mendirikan akademi yang menjadi cikal bakal universitas modern.
Aristoteles merupakan murid dari Plato memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang dari logika, metafisika, etika sampai ilmu alam. Aristoteles menekankan pentingnya suatu observasi dan pengalaman dalam memahami dunia dengan mengembangkan sistem logika formal berupa konsep sebab akibat.
Perjalanan dari Thales ke Aristoteles menunjukkan bahwa betapa kaya dan dinamis pemikiran filsafat Yunani Kuno. Dalam hal ini berusaha menjawab tentang asal usul alam semesta dan juga hakikat manusia, kebenaran dan kehidupan dengan rasa ingin tahunya telah mmbuka jalan bagi generasi berikutnya agar terus menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Faktor Lahirnya Filsafat di Yunani
Konsep yang ditunukkan dengan nama Filsafat dari bahasa Yunani merupakan suatu penemuan Yunani yang khas sebagai peristiwa ajaib Yunani (The Greek Miracle) pada abad ke SM. Lahirnya filsafat di Yunani dappat disebut sebagai peristiwa ajaib, karena memberi alasan yang menerangkan suatu kejadian.
Ada beberapa faktor yang melahirkan filsafat di Yunani, yaitu:
- Mitologi
Pada bangsa Yunani juga bangsa sekitarnya terdapat suatu mitologi yang kaya serta luas. Dikarenakan mitologi dapat dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat melalui mite-mite yang memberikan jawaban pertanyaan yang hidup dalam hati manusia.
Dengan mite ini, manusia dapat mencari kejelasan asal usul alam semsta dan kejadian yang berlangsung. Mite yang mancari kejelasan adal usul alam semesta disebut mite kosmogonis, sedangkan mite yang mencari kejelasan asal usul dan sifat kejadian dalam alam semesta disebut mite kosmologis.
Bangsa Yunani mengadakan beberapa usaha menyusun mite-mite dari cerita rakyat menjadi keseluruhan yang sistematis. Sifat rasional bangsa Yunani mencari keseluruhan sistematis menyatakan keinginan mengerti hubungan mite-mite, salah satu usaha yang serupa itu adalah syair Hesiodos (Theogonis)/
Lingkungan Orfisme yaitu suatu aliran religius konon didirikan oleh penyair Orpheus terdapat kumpulan mite-mite didirikan oleh penyair Orpheus. Dapat dikatakan bahwa kumpulan mite-mite dikarang oleh Pherekydes dari Syros Aristoteles yang menamai orang-orang seperti Hesiodos dan Pherekydes dengan gelas Theologoi, ini yang membedakan dengan filsuf sebelumnya.
- Sastra Yunani
Kesusastraan Yunani dianggap sebagai persiapan lahirnya filsafat dalam arti luas, meliputi amsal, teka-teki, dongeng dan lain sebagainya. Sebuah karya Homeros yang berjudul Ilias dan Odysea mempunyai kedudukan istimewa dalam kesusastraan Yunani, yang syairnya oleh rakyat Yunani dipergunakan sebagai buku pendidikan.
Dialog Plato yang berjudul Politea mengatakan bahwa Homeros mendidik seluruh Hellos dalam kebudayaan Yunani Kuno dibandingkan dengan wayang pada kebudayaan Jawa. Guna mengisi waktu luang dan mempunyai nilai edukatif, puisi Homeros banyak digemari oleh rakyat Yunani.
Selama berabad-abad lamanya terdapat penyanyi (Rhapsodes) bepergian ke berbagai kota di seluruh Yunani guna mendeklarasikan syair Homeros. Filsuf Yunani sering menyebut Homeros bahkan mengemukakan kritik puisi Xenopharess dan Plato dalam hal metafisika, Aristoteles menggolongkan Homeros pada filsuf-filsuf itu.
- Ilmu Pengetahuan
Pada Timur Kuno, ilmu pengetahuan menjadi faktor penentu lahirnya filsafat di Yunani. Bangsa Yunani berhutang budi pada bangsa lain dalam menerima beberapa unsur ilmu pengetahuan, termasuk ilmu ukur dan ilmu hitung yang berasal dari Mesir.
Babylonia juga ada pengaruhnya dalam ilmu astronomi di Yunani. Dengan demikian andilnya bangsa lain dalam perkembangan ilmu pengetahuan, bangsa Yunani telah mengolah unsur-unsurnya, sehingga mendapatkan corak yang ilmiah.
Ilmu pengetahuan dijalankan dalam kontekss praktis Herobotos, sejarahwan Yunani sejak abad ke 5 SM. Hal ini menceritakan ilmu ukur untuk keperluan mengukur kembali tanah setelah banjir sungai nil.
Bangsa Yunani mulai mempelajari ilmu pengetahuan ilmu pasti, astronomi yang dipraktekkan dalam kehidupan kemasyarakatan. Bangsa Yunani dalam hidup kemasyarakatan berbeda dengan lingkungan sosiial orang Timur Kuno, dimana perbedaannya mempunyai konsekuensi cukup besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan pada bangsa Timur Kuno dipraktekkan dalam istana atas perintah dan dibawah pengawasan raja. Tetapi bangsa Yunani pada abad ke 6 SM telah hidup dalam polis selaku orang merdeka, menciiptakan suasana serasi sehingga ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan semestinya.
메타데이터
- post_id
- 458e60a02e6b
- slug
- sejarah-filsafat-yunani-dari-theles-ke-aristoteles-458e60a02e6b
- url
- https://medium.com/@dienrapra/sejarah-filsafat-yunani-dari-theles-ke-aristoteles-458e60a02e6b
- canonical_url
- https://medium.com/@dienrapra/sejarah-filsafat-yunani-dari-theles-ke-aristoteles-458e60a02e6b
- author_url
- https://medium.com/@dienrapra
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 21:36:38