← Back to list

Tentang Diri

Nyatanya tidak ada orang yang tahu pasti. Nyatanya rapuhku ya kutelan sendiri. Nyatanya bangunan yang seharusnya dihuni itu seakan tak…

Eufrasia Andranetta · 2025-10-24 15:04 · 0 claps · 1.5 min read
#rapuh
Open on Medium ↗

Tentang Diriku, Rapuh.

Nyatanya tidak ada orang yang tahu pasti. Nyatanya rapuhku ya kutelan sendiri. Nyatanya bangunan yang seharusnya dihuni itu seakan tak pernah mengerti.

Tentang rumah yang selama ini aku cari, rasanya aku menetap tak pernah kesana kemari. Ternyata aku yang tak mengerti. Kebodohanku seolah meneriaki, mengapa aku seolah diam hanya disini? Bukan karena tak punya alasan untuk pergi. Tetapi aku hanya takut, perginya aku malah kian merecoki.

Tadi intermezzo, bukan ingin jadi Rangga yang berpuisi untuk Cinta. Karena yakin juga mau 1000 bait puisi pun Rangga tidak akan datang juga. Hanya sedikit meluapkan emosi yang masih merecoki di dalam hati. Kadang aku juga bertanya-tanya, mengapa seakan semua masalahku datang di waktu yang sama? Apakah aku tidak boleh bahagia? Sebentar saja? Apa aku di masa lalu adalah orang yang jahat hingga karmanya sampai padaku di masa kini? Apakah kebaikan yang selama ini aku lakukan tidak berarti bagi Sang Pencipta sampai aku harus mengalami beban masalah yang sedemikian ini?

Berkali-kali terbesit dalam otakku tentang mengapa seolah problem tanpa solusi ini terjadi. Jutaan logika yang berkecamuk di kepala seolah membuatku berpikir keras. Dan satu kalimat yang selalu aku lontarkan berkali-kali. Mengapa aku tidak seberuntung itu? Di semua hal aku tidak beruntung. Kalau bicara statistik, mungkin segala aspek dalam hidupku hanya sekadar rerata atau lebih parahnya minimum.

Seolah jadi bumerang bagi orang-orang yang berkata ingin menjadi aku. Bahkan jikalau hidup adalah siklus rantai pasok yang berputar, aku akan memilih untuk tidak terlahir menjadi diriku. Aku sudah cukup lelah…dengan segala hal. Bahkan pilihan untuk menjadi kucing terlihat lebih menarik. Aku tidak mengerti, kenapa seolah semua ambisi dan mimpiku direnggut paksa entah kemana.

Saat ini, aku yang kau temui. Telah hilang energi. Arahnya sudah tak pasti. Melangkah ke mana mungkin nanti mundur lagi. Motivasinya entah siapa yang mencuri. Yang pasti, jiwaku terasa sepi. Aku tidak tahu, siapa aku saat ini?

Lalu setelah tetesan air mata yang aku telan lagi, pukulan sendiri ke pipi yang aku ulang berkali-kali, dan sederet pertanyaan yang seolah jadi pisau yang aku genggam sendiri, apakah ini akan ada ujungnya? Aku masih ragu dan tidak tahu, kecuali aku adalah orang pintar pembaca kartu. Bahkan jika aku mau, aku akan mengambil semua kartu itu. Supaya ramalan burukku di masa depan tidak akan terjadi. Aku benci. Benci dengan kondisiku. Benci dengan ketidakberdayaanku, melawan hal yang aku tahu…sekuat apapun aku melawan, pada akhirnya aku akan tetap terdiam seorang diri.

Dari diriku,

Untuk diriku.

-Grace


메타데이터
post_id
45c677b4d9fe
slug
tentang-diri-45c677b4d9fe
url
https://medium.com/@eufrasiaandranettagr/tentang-diri-45c677b4d9fe
canonical_url
https://medium.com/@eufrasiaandranettagr/tentang-diri-45c677b4d9fe
author_url
https://medium.com/@eufrasiaandranettagr
status
ok
fetched_at
2026-07-16 05:39:09