Mengenal Gejala Aritmia pada Janin
Dokter mungkin akan menemukan kondisi ketika melakukan USG rutin atau mendengar jantung bayi menggunakan alat doppler. Kondisi ini biasanya…
Mengenal Gejala Aritmia pada Janin
Dokter mungkin akan menemukan kondisi ketika melakukan USG rutin atau mendengar jantung bayi menggunakan alat doppler. Kondisi ini biasanya terdiagnosis saat usia kehamilan memasuki minggu ke10 hingga 12.
Ibu hamil dengan janin yang mengalami aritmia biasanya tidak mengalami gejala apa pun, dan tidak merasakan adanya perubahan pada gerakan janin. Meski demikian, pemeriksaan rutin kehamilan untuk memastikan janin tetap sehat harus dilakukan.
Pemeriksaan Aritmia pada Janin
Di tahap awal, dokter mendeteksi aritmia pada janin ketika pemeriksaan USG. Untuk memastikannya, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ekokardiogram pada janin. Tindakan ini juga dapat melibatkan ahli jantung anak untuk memeriksa struktur jantung pada janin.
Terdapat pilihan lain supaya hasil pemeriksaan lebih baik, yaitu dengan fetal magnetocardiography, tapi tindakan ini masih terbatas. Tindakan pemeriksaan ini bisa membantu untuk mendiagnosis ketidakstabilan irama jantung pada janin saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih.
Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, seperti:
- Pemeriksaan USG tingkat lanjut.
- Pemeriksaan MRI.
- Amniosentesis.
Meski biasanya aritmia pada janin bersifat jinak, pemantauan lebih lanjut mungkin mengindikasikan apabila masalah ini disebabkan oleh kelainan jantung. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan janin mengalami hydrops fetalis, persalinan prematur, hingga kematian.
Sumber : Heartology
메타데이터
- post_id
- 45cea47bc731
- slug
- mengenal-gejala-aritmia-pada-janin-45cea47bc731
- url
- https://medium.com/@alvin.maxx99/mengenal-gejala-aritmia-pada-janin-45cea47bc731
- canonical_url
- https://medium.com/@alvin.maxx99/mengenal-gejala-aritmia-pada-janin-45cea47bc731
- author_url
- https://medium.com/@alvin.maxx99
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39