← Back to list

Namiya adalah Keajaiban itu Sendiri

Review Buku Novel Fiksi Lintas Waktu

Faiz Badridduja in Booknotations · 2026-05-25 13:56 · 47 claps · 3.3 min read paywalled
#books-recommendation #buku #book-review #novel #july
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative 📚 · Books & Reading

BOOKS

Namiya adalah Keajaiban itu Sendiri

Review Buku Novel Fiksi Lintas Waktu

Dalam pandangan saya, buku ini mengingatkan saya pada sebuah movie Korea Selatan berjudul One Day yang sejatinya adalah hasil adaptasi sebuah movie dari Jepang juga. Mengapa? Karena ceritanya menggambarkan terjadinya perjalanan waktu antara masa lalu dan masa sekarang, tetapi tidak mengubah takdir apa pun kecuali nasib-nasib individu yang menerima nasihat dari surat balasan.

***Sila baca versi lengkap tulisan ini secara gratis di sini!***

Photo by Fathul Bilad on Unsplash

Photo by Fathul Bilad on Unsplash

Perbedaannya adalah dalam film One Day yang melintasi waktu adalah tokoh utama — seorang ibu muda — yang di masa mudanya mengalami kecelakaan sehingga membuat dia koma selama beberapa waktu. Di masa koma itu, ternyata ia malah lompat ke masa depan. Sementara itu, dalam buku Keajaiban Toko Kelontong Namiya, yang melintasi waktu adalah surat-surat. Dijelaskan bahwa surat-surat itu melewati lorong-lorong waktu melalui perantara kotak surat di depan sebuah toko kelontong dan tempat susu di bagian belakang toko yang sama.

Mengapa saya menggunakan judul di atas? karena yang ajaib bukan hanya toko kelontongnya tapi juga sebuah taman yang bernama Taman Marumitsu yang berada tidak jauh dari kawasan tersebut. Lalu, ada panti asuhan yang menampung beberapa pengirim surat yang juga memiliki hubungan dan keterkaitan yang sama sekali kebetulan, benar-benar tidak sengaja.

Keunikan yang didapat adalah semua surat ditulis secara anonim dengan gelar-gelar yang juga khas. Julukan itu menjadi karakteristik berdasarkan info rinci dalam profil pengirim surat atau sesuatu yang mereka suka di dunia nyata.

Kesegaran yang saya temukan juga kita diajak untuk ikut bingung di awal-awal bagian cerita karena secara alur kita mesti bertanya-tanya tentang rumah yang menjadi toko, tetapi juga menyimpan misteri malam yang tidak berujung. Ia menghentikan waktu hanya jika ada seseorang — tiga orang dalam buku ini — berada di dalamnya dan berkomunikasi ke orang-orang di masa lalu.

Resensi Buku

Cerita ini diawali dengan tiga tokoh unik yang memiliki karakter yang berbeda-beda, tetapi menjadi ciri khas bagi masing. Ada yang polos setengah bodoh dan tak mampu menyumbangkan ide bagi yang lain dan hanya ikut-ikut keputusan dua kawannya. Ada yang cerdas, tetapi agak emosian dan agak sedikit tidak sabar terhadap cerita yang dibawa pengirim surat karena tidak mengikuti sarannya. Satunya lagi menjadi penengah yang menuliskan apa-apa yang diperintahkan si cerdas namun hatinya condong pada temannya yang polos, ia lebih sabar tapi tidak sebodoh yang polos.

Jika dihitung secara kuantitas, ada sekitar beberapa belas kisah yang dikemas menjadi subjudul yang menarik. Awalnya saya mengira setiap kisah tercakup dalam satu subjudul buku dengan pembalas surat yang sama tapi pengirimnya berbeda-beda. Namun ternyata satu dengan yang lain memiliki keterkaitan tersendiri, meski tertulis dalam suatu hubungan yang kebetulan semata.

Bila kalian mendalaminya, kalian akan menemukan bahwa ketiga tokoh di atas adalah tokoh kriminal yang sejatinya melakukan melakukan kejahatan kecil sehingga kabur ke toko kelontong yang kosong itu. Hal yang unik dan ajaibnya ialah terjadi interaksi surat-menyurat bahkan antara tiga tokoh di masa depan dengan kakek Namiya, antara pengirim surat dengan tiga tokoh, atau antara pengirim surat yang lain dengan kakek Namiya. Keajaiban yang terjadi bahkan di masa tua kakek Namiya yang dirasakan sendiri oleh putranya. Itulah sebabnya saya memberi judul tulisan ini dengan judul di atas.

Di masa depan, tiga tokoh menyaksikan sendiri orang-orang yang mereka beri nasihat di masa lalu. Sarannya itu berhasil sehingga menjadikan lawan suratnya itu menjadi sukses atau mencapai keberhasilan tertentu. Namun, tentu seperti kode etik yang berlaku, mereka tidak membocorkan apapun — sebab percaya tidak percaya, keajaiban itu terjadi di luar nalar semua orang. Beragam kisah terjadi. Ada yang berakhiran sedih tapi ada juga yang memiliki happy ending yang memuaskan — setidaknya sesuai keinginan pembaca.

Koleksi Pribadi

Koleksi Pribadi

Brief Bio of the Author

Lahir di Osaka pada 4 Februari 1958, Mr. Higashino bekerja di sebuah perusahaan sebelum memulai karier profesional sebagai penulis. Ratusan juta eksemplar bukunya terjual di seluruh dunia dan sekitar dua puluh film dan serial televisi lahir dan diadaptasi dari karya-karyanya. Ia memperoleh penghargaan Edogawa Rampo Prize untuk After School dan penghargaan Naoki Prize ke-134 untuk The Devotion of Suspect X.

https://thefederal.com/features/monica-o-my-darling-is-based-on-a-japanese-novel-meet-the-author

https://thefederal.com/features/monica-o-my-darling-is-based-on-a-japanese-novel-meet-the-author

Identitas Buku

Judul Buku: Keajaiban Toko Kelontong Namiya Penulis: Keigo Higashino Alih bahasa: Faira Ammadea Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Kota terbit: Jakarta Tahun terbit: Cetakan pertama tahun 2020 ISBN: 978–6020–64829–3 Jumlah halaman: 400 halaman

Terima kasih sudah membaca hingga tuntas. Semoga penuh manfaat.

Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!

[embed]Submission Guideline — Booknotations Panduan mengirim tulisan ke Booknotationsmedium.com


메타데이터
post_id
46ea729c68f8
slug
namiya-adalah-keajaiban-itu-sendiri-46ea729c68f8
url
https://medium.com/booknotations/namiya-adalah-keajaiban-itu-sendiri-46ea729c68f8
canonical_url
https://medium.com/booknotations/namiya-adalah-keajaiban-itu-sendiri-46ea729c68f8
author_url
https://medium.com/@faizbadri
status
ok
fetched_at
2026-07-08 22:45:43