← Back to list

Pulang ke Raga Sendiri

menjahit kembali dada yang terbelah setelah lelah memeluk angin.

Oseanea · 2026-04-12 01:08 · 50 claps · 0.7 min read
#letting-go #self-love #healing-process #acceptance #poetry
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval LIT · Literature & Writing CUL · Culture & Media 💑 · Relationships 🧠 · Mental Wellness ✍️ · Writing & Creative 😂 · Humor & Satire

Pulang ke Raga Sendiri

menjahit kembali dada yang terbelah setelah lelah memeluk angin.

Pulang ke Raga Sendiri (2026)

Pulang ke Raga Sendiri (2026)

“Cukupkanlah ikatanmu.”

Tali yang kau tarik terlalu keras hanya akan mengelupas kulit telapak tanganmu. Simpul yang dipaksakan pada akhirnya hanya menjelma jerat, yang mencekik lehermu sedniri secara perlahan. Berhentilah. Jangan mengikat angin.

“Relakanlah yang tak seharusnya untukmu.”

Bunga yang tumbuh subur di pekarangan asing, takkan pernah sudi menancapkan akar di tanahmu. Biarkan ia gugur. Biarkan takdir membawanya pergi ke tempat ia memang seharusnya menetap. Berhenti menyuap semesta untuk mengubah akhir cerita.

“Yang sebaiknya kau jaga, adalah dirimu sendiri.”

Raga yang selalu kau jadikan tameng ini, sudah terlampau lelah menampung peluru. Pulanglah pada kewarasanmu. Jahit kembali dada yang telah kau biarkan terbelah. Karena pada akhir segala kehilangan, hanya kau yang tersisa untuk merangkul hancurmu sendiri.

*8 Maret, 2026. Oseanea, Sulung — Kunto aji.*


메타데이터
post_id
47268be7f4f3
slug
pulang-ke-raga-sendiri-47268be7f4f3
url
https://medium.com/@oseanea/pulang-ke-raga-sendiri-47268be7f4f3
canonical_url
https://medium.com/@oseanea/pulang-ke-raga-sendiri-47268be7f4f3
author_url
https://medium.com/@oseanea
status
ok
fetched_at
2026-06-15 20:49:13