Surat Rekomendasi
Karena ada siswa yang meminta surat rekomendasi, tulisan berikut lahir dengan satu tarikan napas. Terima kasih ya nak.
Surat Rekomendasi
Karena ada siswa yang meminta surat rekomendasi, tulisan berikut lahir dengan satu tarikan napas. Terima kasih ya nak.
Sebagai wali kelas, saya merasa masih kurang mengenal secara mendalam masing-masing siswa. Saya hanya sebatas mengetahui bahwa si A bagus dalam kimia, si B tinggi nilai matematikanya, si C anak olimpiade, si D bagus sekali bahasa Inggrisnya, dan seterusnya.
Ketika siswa tertentu meminta surat rekomendasi dan saya diminta untuk menjelaskan karakternya, saya merasa kesulitan. Saya merasa bahwa apa yang saya sampaikan tidaklah spesifik, terasa generik, dan cenderung hambar. Saya tahu dia berprestasi, terutama dalam hal akademik, tetapi saya tidak memiliki kesan atau pengetahuan tentang karakternya yang spesial di luar akademik.
Keadaan bertambah rumit ketika siswa yang tidak memiliki prestasi spesial, baik secara akademik maupun nonakademik, meminta surat rekomendasi kepada saya. Memang secara akademik tidak ada masalah, tetapi saya sendiri tidak mengenalnya secara pribadi atau tidak ada pengalaman menarik yang terjadi selama saya menjadi wali kelas atau guru mata pelajarannya.
Apakah mungkin saya sebagai guru mata pelajaran tidak mengajar siswa saya dengan baik? Metode pengajaran saya juga tidak ada yang membuat siswa mengeluarkan potensi terbaiknya? Saya cenderung berceramah dan jarang mengadakan diskusi. Saya sering meminta siswa bertanya, tetapi seperti biasa, mereka sedikit sekali bertanya atau tidak bertanya sama sekali.
Kembali ke masalah rekomendasi. Saya tidak mau berbohong atau melebih-lebihkan karakter atau kemampuan siswa yang meminta rekomendasi kepada saya, meskipun saya senang jika siswa yang saya rekomendasikan bisa diterima di kampus yang dia impikan.
Apa solusinya? Jika tahun ajaran depan masih diberi kesempatan untuk menjadi wali kelas, saya akan mendokumentasikan hal-hal menarik untuk setiap siswa yang saya walikan dalam jurnal harian — sebenarnya saya ragu apakah bisa setiap hari. Saya kira itu solusi terbaik. Sebenarnya, dulu sempat terpikir untuk melakukan semacam konseling kepada siswa, tetapi saya rasa waktu saya tidak sebanyak yang saya kira.
Soal AI, saya terpikir untuk membuat aplikasi manajemen kelas. Saya ingin agar keputusan saya bisa lebih objektif dan berbasis data. Aplikasi apa? Saya masih terpikir pada presensi siswa setiap hari.
Semoga berhasil untuk tahun ajaran depan. Semangat buat seluruh guru di Indonesia!
메타데이터
- post_id
- 47b7d64ff207
- slug
- surat-rekomendasi-47b7d64ff207
- url
- https://medium.com/@handyambarita/surat-rekomendasi-47b7d64ff207
- canonical_url
- https://medium.com/@handyambarita/surat-rekomendasi-47b7d64ff207
- author_url
- https://medium.com/@handyambarita
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 23:43:16