Tapi, aku kan Sudah Melepasmu?
Tapi, aku Kan Sudah Melepasmu?
Layla punya kebiasaan unik saat dia merasa jatuh cinta, katanya jadi lebih produktif menulis. Sama seperti saat ia patah hati, rasanya hormon produktifnya naik dan ia jadi punya ide untuk dituangkan menjadi tulisan.
Malam kemarin Layla sudah melakukan perpisahan dengan dirinya yang lama. Termasuk di antaranya adalah perasaan pada salah satu kenalan lamanya. Entah kenapa Layla merasa perlu mencantumkan orang itu ke daftar diri lama yang ingin dilepasnya. Kata pembimbing jiwanya; ia juga perlu berterima kasih sebab karena hal-hal yang ingin dilepaskan ini, ia jadi tahu ada fase transformasi diri yang perlu dilakukan.
Layla menyadari ucapan pembimbingnya adalah benar. Sebab segala hal yang sudah terjadi adalah yang membentuk Layla sampai jadi seperti sekarang. Walau tidak sempurna, ia tahu kalau ia berharga. Perjalanan menghargai diri adalah perjalanan yang suci sebab kitab suci dan ajaran mulia agama yang didapatkan Layla kebanyakan mengatakan kalau hidupnya salah dan penuh noda.
Sejak masa yang lama Layla tahu kalau Tuhan adalah Maha Pemaaf, sekarang ia benar-benar mengetahui bahwa yang dimaksud Maha adalah yang paling. Maha Pemaaf artinya Paling Pemaaf. Layla menangis malam itu. Ia lihat raut wajahnya tanpa kata kata, dan tahu kalau Tuhan sudah lama memaafkannya.
Tanpa merasa perlu kembali ke belakang, dengan penuh rasa syukur karena sudah bisa melangkah sampai sejauh ini Layla kadang masih kebingungan dengan berbagai hal lama yang muncul di hadapannya secara tiba tiba.
Bukan kah aku sudah melepasmu?
Kata Layla kemudian.
메타데이터
- post_id
- 484eb6b99cf2
- slug
- tapi-aku-kan-sudah-melepasmu-484eb6b99cf2
- url
- https://medium.com/@oktalaras67/tapi-aku-kan-sudah-melepasmu-484eb6b99cf2
- canonical_url
- https://medium.com/@oktalaras67/tapi-aku-kan-sudah-melepasmu-484eb6b99cf2
- author_url
- https://medium.com/@oktalaras67
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 12:36:03