Puisi — Kisah Bebunga
Suatu masa di kebun bebunga
Puisi — Kisah Bebunga

Suatu masa di kebun bebunga
Di bawah langit serupa tembaga
Penuh kemelok memanja sang aksa
Indah, indah, ramai warnanya
Semilir angin turut merayu bebunga
Kicau burung dan kupu beterbang di sekitarnya
Jadi lelagu peramai suasana mesra
Indah, indah, damai dirasa.
Lama aku menyusur sela rerimba
Sebuah anak kembang menyilau ekor pandang
Mendekat aku amati eloknya
Makin menyilau rekah kuncup kembangnya
“Wahai kuncup, tumbuhlah bhagia sempurna, selalu, dan selamanya”
Tiada duga, langit mendengar dan menuai cahaya di pangkalnya
Anak kembang itu perlahan membuka
Bersemi biru mewarna merah bakal kelopaknya
Menggaetku berani tawarkan waktu tunggu mekar
Aku tersenyum seraya berbisik,
“Anak kembang manis, kau terlalu belia tuk pahami cinta, tumbuhlah bahagia, bahagia, dan berbahagialah.”
— November 2025
메타데이터
- post_id
- 48d2ce3a0c50
- slug
- puisi-kisah-bebunga-48d2ce3a0c50
- url
- https://medium.com/@sserabellys/puisi-kisah-bebunga-48d2ce3a0c50
- canonical_url
- https://medium.com/@sserabellys/puisi-kisah-bebunga-48d2ce3a0c50
- author_url
- https://medium.com/@sserabellys
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-22 19:40:15