← Back to list

PilihS2 atau Kerja?

Disclaimer: Tulisan ini saya buat berdasarkan sudut pandang, dan pengalaman pribadi saya, sehingga tidak perlu ada yang diperdebatkan.

calusa · 2021-12-11 05:17 · 0 claps · 3.4 min read
#life-lessons #hidup-bahagia #pendidikan #kuliah-s2
Open on Medium ↗

Pilih S2 atau Kerja?

Disclaimer: Tulisan ini saya buat berdasarkan sudut pandang, dan pengalaman pribadi saya, sehingga tidak perlu ada yang diperdebatkan.

Ini tuh udah jadi topik yang sering ditanyakan dan diperdebatkan oleh orang-orang ngga sih?

Pemikiran ini bermula ketika seorang teman bertanya kepada saya

“Enak ngga sih S2?”

dan saya menjawab,

“Tergantung sudut pandang sih, semua yang dilalui kerasa enak atau ngga enak tuh tergantung visi hidup orang-orang ngga sih?”

Percakapan malam itu membuat saya berpikir dan menarik kembali segala pergumulan yang saya hadapi ketika menjadi seorang calon fresh graduate.

Semenjak semester 5 saya sudah memiliki keinginan untuk langsung melanjutkan S2, namun menuju hari kelulusan, saya malah menjadi bingung apakah memilih untuk mencari kerja terlebih dahulu atau melanjutkan pendidikan. Perihal ini juga terpengaruh karena adanya faktor lingkungan yang melihat bahwa teman-teman seangkatan telah mendapatkan penghasilan sendiri, tentunya karena hal itu ada rasa insecure dalam diri saya.

Namun, setelah saya mendapatkan pekerjaan, di tengah jalan saya masih menginginkan untuk tetap melanjutkan S2 (dan keinginan itu benar-benar semakin besar). Akhirnya akibat privilege yang saya miliki — dan dengan adanya dorongan dari orang tua, saya memiliih untuk melanjutkan S2, mempersiapkan segala pemberkasan dan berhenti dari pekerjaan saya saat itu. Sebenarnya masih banyak pergumulan dan kebimbangan hingga akhirnya saya memutuskan untuk memilih pilihan tersebut. Namun, hal itu akan menjadi sangat panjang jika diceritakan.

Kemudian, teman saya juga bertanya,

“S2 tuh belajarnya ngapain sih? Mending kerja dulu atau S2?”

Well, in my honest opinion. It’s all depends from your point of view. Tergantung tujuan seseorang mau S2 tuh buat apa. Diluar banyak yang bilang, kalau S2 nanti susah dapat kerjanya, perusahaan ngga mau gaji seseorang yang overqualified. S2 tuh paling jadi researcher atau dosen.

Honestly, saya yang baca itu jujur agak overthinking sih. Tapi selama ngejalanin S2 saya ngerasa enjoy aja, terutama buat semua materi yang dikasih, nggak beda jauh sama S1. Tapi lebih banyak tugas, dan materinya emang bener-bener relate sama apa yang ada di dunia kerja. Intinya S2 tuh lebih kaya kita dikasih materi terus kalau bisa dihubungkan sama implementasinya di dunia nyatanya tuh gimana. Saya akan bilang, hal ini akan sulit ketika memang seseorang tidak ada pengalaman di sebuah bidang, TAPI.. menurut saya, kalau seseorang senang untuk membaca dan exploring something new, mereka ngga akan kesulitan untuk mengikuti materi yang ada. Intinya adalah membaca.

Terus, mending kerja dulu atau S2? Lagi-lagi, hidup itu pilihan. Terserah orang-orang mau kerja atau langsung melanjutkan S2, yang penting orang tersebut ngga menyesali pilihan yang dipilihnya. Jangan terlalu mengikuti kata orang, meskipun dia memiliki pengalaman yang lebih banyak dari kamu, belum tentu hidupnya akan lebih bahagia dari kamu. Mereka boleh kasih saran, tapi mereka bukan Tuhan yang akan nentuin hidup kamu ke depannya gimana. Rezeki udah ada yang ngatur. Kalau mau lanjut S2 tanpa pengalaman, ya silahkan. Kalau mau kerja dulu kemudian baru S2, ya silahkan. Semuanya tergantung keputusan hidup, selama masih punya kesempatan dan apa yang dipilih ngga bikin menyesal, ya kenapa nggak? Semua orang punya jalan hidupnya masing-masing kok, ngga ada yang bisa sama persis, ngga usah compare hidup kebanyakan orang sama diri sendiri. You’re special.

additional opinion: Saya agak sebel sebenarnya sama paradigma yang beredar di masyarakat, yang mengatakan bahwa langsung lanjut S2 adalah sebuah kesalahan. Padahal mereka juga ngga tau masa depan orang yang lanjut S2 itu seperti apa. Mungkin mereka takut bahwa akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, well kalau emang rezeki, saya percaya hal itu ngga akan dijauhin dari orang tersebut kok. Saya juga paham kalau hidup itu ngga mudah, tapi ketika seseorang punya kesempatan untuk menjalani S2 sesuai keinginannya, kenapa tidak? Masalah masa depan, semuanya udah ada yang ngatur, selama manusianya tetap berusaha semaksimal mungkin, ngga ada yang gamungkin.

Pertanyaan terakhir yang ia tanyakan adalah

“Mahasiswa S2 tuh ambis-ambis ngga sih?”

Mendengar pertanyaan tersebut saya sedikit tertawa. Saya jawab, ngga semuanya. Pada dasarnya manusia tuh ya sama aja. Tergantung personality mereka.

Dulu saya juga mikir orang-orang yang S2 adalah orang-orang yang peduli terhadap pendidikan, yang bisa diajak sharing bareng dari berbagai sudut pandang keilmuan. Nyatanya? Nggak.

Namanya mahasiswa ya cari ilmu, tapi ya ngga semuanya kaya gitu. Saya ngeliatnya sih ada sebagian yang cuma cari gelar, bahkan ada juga yang sekedar mengisi waktu luang. Setiap orang punya visinya masing-masing saat mengambil S2. Tapi ya lagi-lagi itu resiko dari seorang individu, we can’t control the others, bahkan dalam kehidupan sosial saat ngga cocok sama seseorang, kita juga ngga akan pedulikan orang tersebut kan? Kalau menurut saya, lebih baik fokus how to upgrade ourselves without thinking about others aja sih.

Karena kalau ngurusin orang lain tuh ngga bakal ada habisnya, kalau emang dari awal visimu untuk S2 tuh untuk upgrade diri, ya just do it consistently. Ngga usah mikir apa yang dilakuin orang lain, cari lingkungan yang emang support visi yang kamu punya, tapi bukan berarti kamu menutup diri juga dengan orang-orang yang ngga sevisi. Lebih kaya pintar-pintar mencari peluang aja untuk ningkatin value yang kamu punya. Mungkin dari segi ‘mencari ilmu’ kalian ngga satu visi, tapi bisa aja ada faktor lain yang bikin kamu ngerasa kalau ada di dalam diri orang itu yang bisa kamu contoh.

Kesimpulannya… ngga ada sih, intinya ngga semua mahasiswa S2 tuh ambis, yang isinya baca jurnal doang, tapi ya gue akuin S2 itu punya beban yang lebih banyak dibandingkan S1. But, don’t forget to enjoy all of the processes. ;)


메타데이터
post_id
48d48d6eb9d2
slug
pilihs2-atau-kerja-48d48d6eb9d2
url
https://medium.com/@sugarwinter/pilihs2-atau-kerja-48d48d6eb9d2
canonical_url
https://medium.com/@sugarwinter/pilihs2-atau-kerja-48d48d6eb9d2
author_url
https://medium.com/@sugarwinter
status
ok
fetched_at
2026-08-20 15:17:26