← Back to list

Sayap

“Because humans are born without wings so we look for ways to fly”

Sya-chan · 2025-08-18 10:01 · 38 claps · 2.3 min read
#life #overthinking #gabut #humans
Open on Medium ↗
Wiki topics: GEN · Genomics & Sequencing

Sayap

“Because humans are born without wings so we look for ways to fly”

Pertama-tama saya ingin mengklarifikasi terlebih dahulu bahwa tulisan ini merupakan luapan keresahan pribadi saya. Jadi kalian tidak ada keharusan bagi kalian untuk membaca tulisan ini baik kalian yang datang ketulisan ini karena memang pengikut tulisan saya atau bagi kalian yang entah di mana menemukan tautan tulisan ini atau hanya sekadar tersesat. Namun, saya akan sangat-sangat menghargai siapapun yang membaca, menekan tombol suka dan memberi komentar untuk tulisan ini. Karena semua itu akan menjadi pengingat bagi saya kalau saya pernah menulis ini, pernah berada di titik ini, pernah berada di perasaan dan momen ini dan memutuskan untuk terus ‘terbang’ dan bertahan.

Untuk aku, kuharap engkau mengingat ini. Pada malam itu, di tengah rimbunnya orang-orang, di tengah riuhnya suara yang mengudara dengan asap rokok dan tawa yang mengusik paru dan gendang telinga. Engkau merasa bosan, engkau merasa sepi. Engkau mencoba ingin menghentaskannya dengan makan-makan, minum-minum, bermain gim dan berkegiatan produktif lainnya. Namun, energimu rasanya sudah mentok, kosong, kopong melompong. Semangatmu yang sempat hadir di pertengahan tahun itu perlahan hilang, sirna. Karena kekosongan itu engkau perlahan jatuh dalam lingkar setan menyalahkan dirimu atas ‘dosa’ di masa lalu. Jiwamu lunglai dihantam waktu dan realitas.

Mungkin ini sudah beberapa kali terjadi padamu, sudah beberapa kali menghampirimu. Tetapi, yap! Engkau kerap kali hilang arah dan lupa cara untuk kembali bertahan dan berjuang. Engkau lupa dengan cara untuk terus yakin dan percaya, bahwa darah, keringat dan air mata hari ini mungkin akan menjadi sebuah kibar bendera di esok hari.

Dan pada malam itu, engkau kembali mendapatkan rasanya untuk bahagia di tengah hampa. Menemukan tempo untuk bermimpi dan berlaru di tengahnya alienasi yang menggerogoti jiwamu yang tertinggal. Semua itu hanya karena engkau tanpa sengaja melihat mereka yang perlahan menemukan cerahnya puncak di tengah gelapnya malam panjang. Diiringi dengan soundtrack anime Haikyuu yang entah bagaimana setiap entakannya menyentuh relungmu — sekali lagi, “ayo bangkit! Ayo berjuang! Aku yakin kamu bisa!” —dan yap! Sekali lagi engkau perlahan bangkit! Perlahan percaya bahwa engkau bisa menggapai seluruh mimpi yang mungkin jika engkau sampaikan kepada orang-orang, engkau akan ditertawakan.

Di sini bukannya aku menganggap karya Murakami, Kafka dan Dazai yang lekat dengan alienasi, keterasingan dan keputusasaan itu hal yang buruk (karena aku sangat menyukai tulisan mereka dan dari karyanya kita dapat belajar banyak hal tentang kehidupan). Namun, perlahan engkau mulai tersadar, bahwa walau nampak kekanak-kanakan karya bergenre shounen dan pembangkit semangat juga bukanlah hal buruk, hidup nggak melulu perihal dewasa dan bergenre seinen.

Hanya karena umurmu bertambah dan waktu dan dunia menuntut dewasa engkau sampai melepas jiwa anak-anakmu seperti bermimpi dan berimajinasi yang menjadi salah satu kunci bahagia dari kakunya kehidupan orang dewasa — tentunya dengan catatan jangan terlalu berlebihan, bukankah sesuatu yang berlebihan selalu membawa keburukan untuk seseorang bahkan uang sekalipun — jangan lupa untuk berkata cukup. Sebagai seseorang yang sudah mulai lelah dengan motivasi yang kebanyakan bullshit, engkau menulis ini sambil menangis sembari mendengarkan soundtrack Haikyuu, sialan haha!

“Because humans are born without wings so we look for ways to fly”

Dan pada malam itu, kauputuskan kata bijak yang tak sengaja kautemukan di kolom komentar video Youtube soundtrack Haikyuu itu sebagai pegangan, sebagai salah satu pengingat bahwa kamu pernah ‘sakit’ dan terjatuh ketika tengah berlari menggapai mimpi yang tampak jauh di sana.


메타데이터
post_id
49a56f0dc24c
slug
sayap-49a56f0dc24c
url
https://medium.com/@syachxn/sayap-49a56f0dc24c
canonical_url
https://medium.com/@syachxn/sayap-49a56f0dc24c
author_url
https://medium.com/@syachxn
status
ok
fetched_at
2026-07-18 03:46:58