Barangkali, Bulan Tidak Pernah Kesepian
- Sebab ia tidak hidup untuk dimiliki, melainkan untuk menerangi.
Barangkali, Bulan Tidak Pernah Kesepian
Foto oleh Mark Tegethoff di Unsplash
Aku selalu menyukai bulan.
Bukan karena cahayanya paling terang, tetapi karena ia selalu berhasil membuat malam terasa lebih tenang.
Semakin lama memandangnya, aku mulai mengerti satu hal.
Barangkali, bulan tidak pernah kesepian.
Ia tidak sibuk mencari siapa yang akan memandangnya malam ini. Ia hanya tetap hadir, tetap bersinar, meski tak seorang pun benar-benar bisa memilikinya.
Mungkin manusia sering merasa hampa karena terlalu ingin dimiliki.
Padahal bulan mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Bahwa hidup bukan tentang menjadi milik seseorang, melainkan tentang menjadi alasan mengapa seseorang merasa sedikit lebih tenang.
“Barangkali, bulan tidak pernah kesepian. Sebab ia tidak hidup untuk dimiliki, melainkan untuk menerangi.”
메타데이터
- post_id
- 49cf996c9547
- slug
- barangkali-bulan-tidak-pernah-kesepian-49cf996c9547
- url
- https://medium.com/@rizkimaulanarahmad/barangkali-bulan-tidak-pernah-kesepian-49cf996c9547
- canonical_url
- https://medium.com/@rizkimaulanarahmad/barangkali-bulan-tidak-pernah-kesepian-49cf996c9547
- author_url
- https://medium.com/@rizkimaulanarahmad
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-28 12:44:56