Pelan-pelan
Perasaan membuncah saat kita di Blok M. Mungkin sebelum pergi, kita bicarakan baik-baik
Pelan-pelan

Tuku Blok M, Dokumentasi Pribadi.
Perasaan membuncah saat kita di Blok M Mungkin sebelum pergi, kita bicarakan baik-baik
Foto frame yang kita ambil, tersobek menjadi kepingan kecil Aku telanjur memahami cinta yang kita miliki mudah Seperti udara yang setiap hari ku hirup, Janji temu akhir pekan, kopi Tuku, peluk hangat
Jika aku melakukan hal-hal menyebalkan Bisakah kamu bilang saja? Adakah yang berubah, atau pesanmu yang ku lupakan? Beritahu aku apa yang luput
Maukah kamu sampaikan padaku pelan-pelan Aku tidak ingin orang lain, Atau melupakan diriku sendiri, Aku tidak ingin orang lain
Di tengah lalu-lalang antrian toko roti, kepalaku berdenyut Tatapanmu seolah semua salahku kita berdiri di sini Raut wajahmu yang memudar Terlihat menyapa orang asing di kejauhan, Membalikkan badan, menyebrang di kerumunan Ku akui, aku ingin kau berjuang untukku Sekarang aku duduk di trotoar, merasa setengah gila Aku tidak ingin kau pergi
Mengapa tidak kau sampaikan padaku pelan-pelan? Aku tidak ingin orang lain, Atau kembali melupakan diriku sendiri, Aku tidak ingin orang lain
메타데이터
- post_id
- 49dd0b9212fb
- slug
- pelan-pelan-49dd0b9212fb
- url
- https://medium.com/@wunderkummer/pelan-pelan-49dd0b9212fb
- canonical_url
- https://medium.com/@wunderkummer/pelan-pelan-49dd0b9212fb
- author_url
- https://medium.com/@wunderkummer
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 04:13:04