From Suikerfabriek to School: Jejak Industri Gula dalam Ruang Pendidikan di Kabupaten Sleman
(Tulisan ini telah dipublis pada Buletin Mayangkara, edisi 19, 2025)
From Suikerfabriek to School: Jejak Industri Gula dalam Ruang Pendidikan di Kabupaten Sleman
(Tulisan ini telah dipublis pada Buletin Mayangkara, edisi 19, 2025)
Pemanfaatan bangunan bersejarah sebagai fasilitas pendidikan bukanlah hal baru di Yogyakarta. Banyak sekolah menggunakan bangunan yang dahulu memiliki fungsi berbeda, namun kini telah direvitalisasi sebagai ruang belajar. Di Kabupaten Sleman, hingga kini belum terdapat bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai cagar budaya yang sejak awal dirancang sebagai sekolah. Meski demikian, jejak sejarah tetap hidup melalui adaptasi fungsi bangunan peninggalan masa lampau. Dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Sleman — SMP Negeri 1 Berbah dan SMP Negeri 1 Sleman — menjadi contoh menarik bagaimana infrastruktur peninggalan industri gula kolonial kini menjalani fungsi baru sebagai ruang pendidikan.
Pabrik Gula Tanjungtirto Di Kapanewon Berbah, misalnya, masih dapat dijumpai sisa-sisa kompleks pabrik gula (PG) yang dahulu menjadi pusat aktivitas industri gula di wilayah timur Sleman. Masyarakat setempat mengenalnya dengan nama PG Tanjungtirto, meskipun beberapa menyebutnya sebagai PG Kalasan. Kawasan pabrik ini berada di wilayah administratif Padukuhan Tanjungtirto, Kalurahan Kalitirto. Pada sekitar tahun 1874, keluarga Wieseman memperoleh kesepakatan untuk mengembangkan lahan di sekitar Kalurahan Kalitirto menjadi pabrik gula (Jong, 1931).
Setelah berubah menjadi perusahaan terbuka pada 1905, PG Tanjungtirto mendapatkan suntikan modal yang signifikan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta membangun berbagai fasilitas pendukung. Antara tahun 1905 hingga 1923, kawasan pabrik mengalami pembangunan besar-besaran, termasuk pembangunan dan renovasi rumah dinas bagi para pegawai. Rumah-rumah yang dibangun pada periode ini umumnya berukuran luas, terbuka, serta memiliki halaman depan dan belakang. Salah satu bangunan paling mencolok adalah rumah dinas administrateur yang dibangun pada tahun 1919 dengan biaya mencapai 123.308,60 gulden. Rumah ini dilengkapi dengan bangunan tambahan di bagian luar yang berfungsi sebagai tempat penampungan air, kamar mandi, hunian bagi para pelayan serta garasi mobil. Sumber listrik untuk rumah ini disuplai langsung dari pembangkit milik pabrik. Pada tahun 1937 PG Tanjungtirto mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang cukup parah, termasuk pada rumah dinas administrateur (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 1937; Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië, 1934; Jong, 1937) .

Rumah Dinas Administrateur PG Tanjungtirto. Sumber : Jong, 1931
Bangunan rumah dinas ini mengalami sejumlah alih fungsi seiring perubahan zaman. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai rumah dinas bagi mandor tebu. Setelah Indonesia merdeka, bangunan sempat kosong dan tidak berpenghuni. Ketika Serangan Umum 1 Maret 1949 berlangsung, pasukan TNI sempat menguasai bangunan ini, namun setelah itu tetap tidak dimanfaatkan hingga tahun 1951. Setelahnya, bangunan mulai beralih fungsi sebagai sarana pendidikan. Pada 1951–1952, gedung ini digunakan oleh Sekolah Teknik Negeri Kalasan (STNK) yang dipindahkan dari lokasi sebelumnya di Kalasan. Selanjutnya, dari tahun 1952 hingga 1969, bangunan ini menjadi tempat kegiatan STN Kalasan. Sejak tahun 1969 hingga kini, bangunan ini digunakan sebagai gedung SMP Negeri 1 Berbah (Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sleman, 2018). Saat ini, bangunan tersebut telah dijadikan sebagai bangunan cagar budaya mulai ketetapan Bupati Sleman No 6.13/Kep.KDH/A/2019.

Bangunan SMP 1 Bebrah. Sumber : Dimas, 2024
Pabrik Gula Medari Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap gula pada awal abad ke-20, para pengusaha di Hindia Belanda mulai merancang pembangunan pabrik-pabrik gula baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di sepanjang bekas jalur kereta Yogyakarta–Magelang, sejumlah bangunan industri besar mulai bermunculan, salah satunya adalah PG Medari, yang kemudian tercatat sebagai pabrik gula ke-18 yang berdiri di wilayah Vorstenlanden. Gagasan untuk mendirikan pabrik gula baru di sebelah utara PG Beran telah muncul sejak tahun 1906, namun baru pada tahun 1908 rencana tersebut terealisasi dan pembangunan resmi dimulai melalui modal yang disuntikkan Koloniale Bank (Soerabaijasch handelsblad, 1908; De locomotief, 1906). Sebagai bagian dari kompleks industri yang dirancang dengan sistematis, tidak hanya bangunan utama pabrik yang dibangun, tetapi juga fasilitas pendukung seperti bangunan rumah bagi para pegawai. Salah satunya adalah bangunan rumah dinas administrateur.

Bangunan SMP 1 Sleman. Sumber : Lengkong, 2015
Rumah dinas administrateur PG Medari memiliki langgam dan pola ruang yang serupa dengan rumah-rumah dinas pabrik gula lain di wilayah Yogyakarta. Rumah yang terletak di Terletak di Jl. Bhayangkara №27, Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, terdiri atas beberapa kamar, ruang tengah dan dilengkapi dengan kamar mandi. Secara arsitektural, bangunan ini mengusung gaya Indies yang tampak pada penggunaan dinding yang tebal, langit-langit yang tinggi, serta keberadaan jendela-jendela besar dan sistem ventilasi yang baik untuk menunjang sirkulasi udara. Di bagian depan terdapat teras yang dilengkapi tangga dan dibatasi oleh pagar bata berplester, serta halaman luas yang langsung menghadap jalan raya (Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sleman, 2017). Menariknya, di halaman depan rumah ini dahulu terdapat beberapa arca yang diduga berasal dari situs-situs candi di kawasan Muntilan. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga kerap digunakan untuk menjamu tamu-tamu penting yang berkunjung ke PG Medari (Oudheidkundig verslag,1925).

Rumah Dinas Administrateur PG Medari. Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=T81QezemmQw
Memasuki dekade 1930-an, PG Medari mulai mengalami kemunduran. Krisis ekonomi global yang terjadi kala itu menyebabkan turunnya permintaan gula secara drastis. Pada tahun 1934, mulai muncul wacana untuk menutup operasional pabrik (Algemeen Handelsblad, 1934). Situasi semakin memburuk ketika gempa besar mengguncang Yogyakarta pada tahun 1937, bencana tersebut berdampak pada kerusakan pada bangunan pabrik (Sofyan, 2022). Ketika Jepang menduduki Indonesia, pabrik ini berhenti beroperasi dan akhirnya dibumihanguskan pada masa Agresi Militer Belanda II. Tidak lama setelah kemerdekaan Indonesia, PG Medari resmi ditutup, menyisakan berbagai fasilitas yang terbengkalai. Merespons kondisi tersebut, sejumlah bangunan peninggalan pabrik kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah rumah dinas administrateur yang sejak tahun 1946, bersama bekas kantor PG Medari, digunakan sebagai bagian dari SMP Negeri 1 Sleman (Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sleman, 2017). Sebagai bentuk pengakuan atas nilai sejarah dan arsitekturnya, pada tahun 2018 bangunan ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Bupati Sleman No. 5.9/Kep.KDH/A/2018
Referensi Algemeen Handelsblad. ‘SUIKERFABRIEK MEDARI’. Algemeen Handelsblad, Amsterdam: , 27 Feb.1934, https://resolver.kb.nl/resolve?urn=ddd:010662138:mpeg21:p015. Accessed 18 Apr. 2025.
Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. ‘DE AARDBENING ’. Algemeen Handelsblad VoorNederlandsch-Indië, Semarang: , 29 Sept. 1937,https://resolver.kb.nl/resolveurn=MMKB19:000470078:mpeg21:p0000. Accessed 18 Apr.2025.
De locomotief. ‘ Buitenzorg’. De Locomotief , Semarang: , 25 Mar. 1908, https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKB23:001661064:mpeg21:p00002. Accessed 18 Apr.2025.
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië. ‘Noodweer in Ds Vorsten Andan’. Het Nieuws van Den Dag Voor Nederlandsch-Indië, Batavia: , 23 Mar. 1934, https://resolver.kb.nl/resolveurn=KBDDD02:000199788:mpeg21:p002. Accessed 18 Apr. 2025.
Jong, W. N. de. Gedenkboek Ter Herinnering Aan Het 25-Jarig Bestaan Der N.V. Suikerfabriek ‘Tandjong Tirto, 1905–1930’. Leiden: [s.n.], 1931, https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKB31:039195000:00001. Accessed 18 Apr. 2025.
Oudheidkundig verslag. Oudheidkundig Verslag 1925. 1st ed., Batavia: Albrecht-NijhoffWeltevreden- The Hague Nijhoff, 1925, https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKITLV3:002505002:00001. Accessed 18 Apr. 2025.
Soerabaijasch handelsblad. ‘Nederlandsch Indië’. Soerabaijasch Handelsblad, Surabaya: , 28 May 1906, https://resolver.kb.nl/resolve?urn=ddd:011088443:mpeg21:p015. Accessed 18 Apr. 2025.
Sofyan, Achmad. Yang Tersisa Dari Pabrik Gula Di Wilayah Sleman. Sleman: Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, 2022.
Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sleman. Naskah Rekomendasi Penetapan SMP Negeri 1 Berbah Sebagai Bagunan Cagar Budaya. Sleman: , 2018.
— -. Naskah Rekomendasi Penetapan SMP Negeri 1 Sleman Sebagai Bagunan Cagar Budaya. Sleman: , 2017.
메타데이터
- post_id
- 4ae097eea310
- slug
- from-suikerfabriek-to-school-jejak-industri-gula-dalam-ruang-pendidikan-di-kabupaten-sleman-4ae097eea310
- url
- https://medium.com/@dwikurniasandy/from-suikerfabriek-to-school-jejak-industri-gula-dalam-ruang-pendidikan-di-kabupaten-sleman-4ae097eea310
- canonical_url
- https://medium.com/@dwikurniasandy/from-suikerfabriek-to-school-jejak-industri-gula-dalam-ruang-pendidikan-di-kabupaten-sleman-4ae097eea310
- author_url
- https://medium.com/@dwikurniasandy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 18:12:35