Beriring Rindu Di Musim Hujan
Rindu memberiku celah untuk bertukar pandang
Beriring Rindu Di Musim Hujan

Hujan dan rindu. sumber: pixabay
Rindu memberiku celah untuk bertukar pandang
Kali ini aku diberi banyak bimbang. Aku bertanya dan rindu mengabaikanku. Aku mengejar, lalu rindu berbisik padaku bahwa ini musim hujan. Aku diterpa badai bimbang, lalu rindu berbisik, lagi, ini musim hujan. Aku diiringi rindu di musim hujan
Dikala banyak yang bersinggung, aku bersinggung dengan pikirku. Menanti jawab yang kutanyakan. Menanti waktu yang kupinta, dan menanti sempat yang tidak kunjung mengunjungi. Rinduku terlalu banyak memberi waktu untuk berdiskusi. Rinduku suka berkata. Aku merindu lewat kata. Lewat kata, rindu berbisik padaku, kalau ini musim hujan.
Aku memupuk janji. Kusadari bahwa rindu tak kuasa mengingkar. Bisikan musim hujan yang lahir adalah janji terucap antara aku dan rindu. Dipeluk erat, dan dipadatkan dalam untaian ikatan batin. Kali ini diucapkan persis pada musim hujan. Rindu tidak pernah berpaling. Dia mengingat semua yang tersurat dan tersirat. Dia menyerap dan menyimpan semua keluh yang tersampaikan dan tidak tersampaikan.
Pada musim hujan ini, rindu sengaja berbisik. Dia menagih janji yang terikrar. Janji untuk merindu di musim hujan. Beriring rindu, aku pernah berucap. Ku akan merindu di musim hujan. Selamat datang musim hujan. Selamat datang musim rindu. Iringilah setiap proses merindu yang melanda.
메타데이터
- post_id
- 4b578757d99c
- slug
- beriring-rindu-di-musim-hujan-4b578757d99c
- url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail/beriring-rindu-di-musim-hujan-4b578757d99c
- canonical_url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail/beriring-rindu-di-musim-hujan-4b578757d99c
- author_url
- https://medium.com/@alfonsinaamelsasail
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-25 14:21:05