← Back to list

Disconnect Life Era: Then He was Silent…

Yo!, Gimana kabarmu? (harusnya gak usah ditanyain sih :v), capek?, sumpek?, Sama kok!, ditengah porak-porandanya dunia ini yang makin…

MUHAMMAD IQBAL WIDIAPUTRA · 2026-06-16 15:26 · 30 claps · 3.5 min read
#keresahan #islam #peradaban #lelah #harapan
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Disconnect Life Era: Then He was Silent…

Yo!, Gimana kabarmu? (harusnya gak usah ditanyain sih :v), capek?, sumpek?, Sama kok!, ditengah porak-porandanya dunia ini yang makin anomali. Sadar gak sih kalo kita hidup di era Disconnect?

Aku mulai dari sabda Rasulullah Muhammad SAW di bawah ini:

“Masa Kenabian itu berada di tengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khalifah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah menangkatnya apabila Dia menghendaki untuk menangakatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah menangkat apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu, masa kerajaan yang sombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah menangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam,” (Musnad Ahmad Hadits Nomor 17680) (Hadis di atas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5)

Lalu, kenapa harus hadis ini?, yang menggambarkan kita hidup di era Disconnect?, sepenting itu kah?

Yap, bener. Seperti yang dikatakan Ibnu Khaldun dalam Kitab Muqadimah, “Setiap peradaban memiliki umur tertentu, seperti halnya makhluk hidup, ia lahir, tumbuh, menua, dan akhirnya mati.” Jadi, peradaban layaknya grafik fungsi sinus dalam matematika. Semakin menuju puncak, maka akan menuju kejayaan, sedangkan semakin menuju lembah, maka akan menuju kehancuran. Zaman yang berat menghasilkan orang yang hebat, orang yang hebat menghasilkan zaman yang mudah. Zaman yang mudah menghasilkan orang yang lemah, orang yang lemah menghasilkan zaman yang berat, lalu kembali ke awal, zaman yang berat akan menghasilkan orang yang hebat, dan seterusnya membentuk siklus. Siklus turun terjadi manakala generasi sudah terbiasa dan kemewahan, keserakahan, dan kesombongan.

Hadis ini menggambarkan bahwa peradaban yang terjadi di dunia ini selama berabad-abab berpola dari satu kejadian ke kejadian lain. Contoh kasus, adanya korupsi yang merajalela di pemerintahan konoha pernah terjadi di masa lalu, salah satunya di peradaban Romawi kuno. Sebenarnya sudah kuat bukti bahwa sejarah dari sebuah peradaban itu berulang-ulang, bagaimana jika dibandingkan dengan fase-fase peradaban islam?, mari kita bahas!

  1. First Phase, Nubuwwah (Fase Kenabian). Di tengah keanomalian masyarakat arab jahiliyah, lahirlah seorang laki-laki yang kelak akan menjadi manusia top-tier sepanjang sejarah, Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wassalam yang menjadi cahaya menuntun umat manusia keluar dari bayangan kegelapan menuju ke jalan hidup yang benar dan perfect. Beliau menyampaikan wahyu Allah SWT melalui AL-Qur’an dan Sunnah sebagai petunjuk hidup yang komprehensif dan menyeluruh. Berbagai ujian ditempa dan dilalui untuk membuktikan kekuatan iman dari kaum muslimin sehingga menghasilkan 2 fase penyebaran dakwah Rasulullah: Fase Mekkah dengan pengondisian melalui pengajaran Aqidah yang dimulai dari 610 Masehi sebagai permulaan misi dakwah Rasulullah SAW dan Fase Madinah sebagai penerapan politik dan militer dari tahun 628 Masehi hingga beliau wafat dan menghasilkan grand design dan ekspansi di sebagian Jazirah Arab.
  2. Second Phase, Khilafah ‘ala Minhaj an Nubuwwah. Selepas kepergian manusia top tier sepanjang masa, misi dilanjutkan oleh 4 orang sahabat yang terpilih secara bertahap, Khulafa Rasyidin. Abu Bakar Ash-Shidiq menjadi KR pertama setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW pada tahun 632 Masehi dengan gebrakan memberantas nabi palsu dan ekspansi sampai Iraq, kemudian dilanjutkan oleh Umar bin Khattab dengan gebrakan pembuatan sistem kalendar Hijriyah dan penaklukan Bumi Syam (Palestina), lalu dilanjutkan oleh Utsman bin Affan dengan keberhasilan pembukuan Al-Qur’an sejak Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq dan perluas kekuasaan ke Mesir, terakhir Ali bin Abi Thalib, keponakan Rasulullah SAW yang pernah menengahi umat ditengah konflik internal. Salah satu gebrakannya memperkenalkan sistem Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, dan Balaghah) dan penaklukan di Libya. Mereka memimpin umat Islam dengan prinsip-prinsip keadilan, kebijaksanaan, dan keberkahan, serta memperluas wilayah Islam hingga mencapai puncak kejayaan di wilayah Romawi dan Persia, serta dari era ini munculnya hukum Ijma Sahabat.
  3. Third Phase, Mulkan ‘Adhan. Secara bahasa berarti kerajaan yang mengigit. Apa yang digigit dan kenapa?, maksudnya era itu memegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah dan kenapanya karena banyak keanomalian di era ini. Aku mulai dari sisi positifnya, ada 3 kerajaan beken yang muncul, Dinasti Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah yang membentang dari Mediterania sampai Nusantara. Banyak gebrakan di berbagai aspek, tidak ada rakyat yang miskin, budak di Eropa di bebaskan saking bingung uangnya mau diapain lagi, ilmu berkembang pesat dengan lahirnya ilmuan-ilmuan beken, diajarin sampai ke negara lain, ipoleksosbudhankam aman terjamin. Namun, saking nyamannya, banyak Sultan yang memanfaatkan ulama bukan sebagai kontrol kekuasaan, tapi menjadi alat kekuasaan, Ilmuan yang memberikan solusi di setiap masalah dianggap bid’ah, hadits-hadits palsu bermunculan hanya sebagai alat politik, munculnya fanatisme antar penganut madzhab dan mengabaikan ilmu pengetahuan malah memilih menjadi Tasawufisme. Dari situ munculah keruntuhan Khilafah Islam dari internal, masih sambat nyalahin barat?, noh umatmu sendiri yang mulai muncul anomalinya !!!
  4. Fourth Phase, Mulkan Jabariyyah. Aku paling benci bahas fase ini, bukan cuma kondisi negaraku. 3G, Demokrasi, Zionis, tanah terjanji, runtuhnya khilafah, Palestina dijajah, Nasionalisme, Terpecah-pecah, kolonialisme, dll, HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!. Capek dah gue!, ini masih di antara sebegitu banyak hal yang bikin kita hidup di disconnect era.
  5. Fifth Phase, Khilafah ‘ala Minhaj an Nubuwwah, ini sih yang diharapin semua orang, terutama umat Islam. Sejarah sudah membuktikan bahwa suatu wilayah dibawah kekuasaan Islam berjalan lancar. Trus, GIMANA CARANYA?

메타데이터
post_id
4b615b8e9565
slug
disconnect-life-era-then-he-was-silent-4b615b8e9565
url
https://medium.com/@widiaputramiqbal/disconnect-life-era-then-he-was-silent-4b615b8e9565
canonical_url
https://medium.com/@widiaputramiqbal/disconnect-life-era-then-he-was-silent-4b615b8e9565
author_url
https://medium.com/@widiaputramiqbal
status
ok
fetched_at
2026-06-25 07:00:49