← Back to list

10. Just (Kissing) A Friend; Kanpat dan Galat.

Kanpat dan Galat di antara mereka.

amadeo · 2024-09-22 01:43 · 32 claps · 2.5 min read
#kejay #jayke
Open on Medium ↗

10. Just (Kissing) A Friend; Kanpat dan Galat.

Wiju baru saja pergi ketika Jake lihat si pemuda bermata elang yang dia tunggu itu sampai di pintu Kanpat. Ia gak mengerti kenapa tubuhnya jadi mendadak tegap dan pipinya naik sampai gigi putih dan rapinya terpampang jelas sebab senyum lebarnya.

“Jongseong!” Jake panggil nama kawannya, berharap suaranya itu gak menganggu banyak kakak tingkat yang memang lagi asyik berkumpul dengan dalih makan siang.

Jay memicing sedikit—Jake mendengus geli, dirinya itu tahu dengan jelas perihal mata kawannya yang memang sampis sekali lantaran terlalu sering duduk berjam-jam mengerjakan laprak segunung yang panjangnya bisa puluhan halaman di kamar kos yang lampunya remang-remang.

Jake terlalu hafal seluk beluk kehidupan Jay tanpa dia sadari.

“Gue makan disini aja, deh. Mie ayam Malabarnya kapan-kapan, ya,” ujar Jay ketika bokongnya menyentuh kursi di hadapan Jake. Gak ada sapa, gak ada basa-basi. Tipikal Jay sekali, pikir Jake.

“Iya, boleh. Atur aja maunya gimana,” balas Jake sambil menyedot es teh poci miliknya pelan.

Jay mengangkat bahu, “Maunya sama lu, sih.”

Apa…?

Jake bisa-bisa menyemburkan es teh yang sudah setengah masuk ke kerongkongannya itu kalau dia gak bisa dengan cepat menguasai dirinya lagi. “Apanya…”

“Semuanya.”

Jake gak pernah bisa paham jalan pikiran Jay. Gimana si pemuda itu malah dengan santainya memesan makan setelah tanpa pikir panjang bicara kayak begitu.

Jake menyedot kembali es teh poci miliknya sebelum bergumam kecil, “Boleh aja.”

Jay menoleh dibuatnya, alisnya bertaut kecil di dahinya. “Apa? Gak kedengeran…”

“Nggak papa,” jawab Jake cepat. “Tadi mau cerita apa, Seong?”

“Nah!” Jay menepuk tangannya sekali, matanya menatap Jake lamat-lamat seraya menunjukkan cengirannya itu. “Do you know that Hoon and his girlfriend is broke up a few days ago?”

Jake mengangkat alisnya tertarik. “Tahu dari mana, Seong?”

Jay mengangkat dagunya bangga, menatap remeh main-main pada Jake, “Dia bilang sendiri lah, kita kan’ satu ukm.”

Jake mengangguk kaku. Benar juga, gak semua hal yang ada di hidup Jay itu menyangkut dirinya, pikir Jake. Dia harus sabar-sabar kalau ternyata kawan baiknya itu punya cerita kehidupan dengan orang lain.

“Iya, ya? Putus sama ceweknya yang cantik banget itu?” Jake menanggapi.

“He’em. Putusnya Jum’at malam, tebak dong karena apa?”

“Apa?”

Jay memajukan tubuhnya sedikit, menatap Jake seakan yang akan dia bilang selanjutnya itu adalah rahasia Negara yang harus dijaga ketat, “Hoon ternyata suka sama orang lain… Cowok…”

Mata Jake mengerjap bingung, alisnya naik lagi sebagai tanda bahwa cowok itu tertarik. “Oh, ya? Kirain itu candaan di kelas aja, suka dikatain homo. Dianya marah-marah, bilang pacarnya cantik gitu.”

“Itu dia!” Jay mendesah pelan, “Pacarnya cantik gitu padahal, ‘kan. Tapi kalau emang sukanya sama cowok, mau gimana lagi, suka-suka dia lah.”

Jake mengangguk setuju. Pikirannya melayang pada fakta bahwa teman sekelasnya yang kebetulan juga teman akrab kawan baiknya itu menyukai cowok. Jake gak masalah sama sekali, kok. Namun, muncul perasaan gak nyaman ketika tahu bahwa Sunghoon jelas menunjukkan gelagat bahwa cowok itu senang berada di dekat Jay.

Jake pikir dirinya itu bisa pingsan kalau Sunghoon betul-betul dengan gamblang bilang bahwa dia tertarik pada Jay—hiperbola, tapi tolong maklumi saja.

I don’t know what to say, bagus kalau dia akhirnya sadar sukanya sama siapa.” Jawab Jake acuh, “Kasian ceweknya.”

“Iya,” Jay mengangguk. “It’s good for me too,” lanjutnya.

Apa?

Jake mengerjapkan matanya berulang kali, berusaha mencerna kata-kata yang baru saja muncul dari bilah bibir Jay. Otaknya bekerja keras menolak kemungkinan yang bersliweran di pikirannya. Apa maksud Jay barusan?

“Gimana maksudnya, Jay?”

Jake bisa pingsan dengan degup jantung secepat ini, tapi paling gak, dia tahu maksud dari ucapan Jay tadi.

Jay memiringkan kepalanya heran, “Apanya yang gimana? Ya maksudnya bagus, gue bisa deketin mantannya Hoon. Gue udah lama naksir.”

Oh, sialan.


메타데이터
post_id
4b80d3a92b3a
slug
10-just-kissing-a-friend-kanpat-dan-galat-4b80d3a92b3a
url
https://medium.com/@sulfurome/10-just-kissing-a-friend-kanpat-dan-galat-4b80d3a92b3a
canonical_url
https://medium.com/@sulfurome/10-just-kissing-a-friend-kanpat-dan-galat-4b80d3a92b3a
author_url
https://medium.com/@sulfurome
status
ok
fetched_at
2026-07-22 18:57:33