Sajak Angin Savana
Sajak Angin Savana
Dear penyihir mata, sudah kuukir namamu beserta duniamu pada gagang belati, yang baru kuambil dari luka di dada.
Berjalanlah seperti biasa. Menarilah di antara rumah duka. Tenang saja— tak akan ada yang mencela.
Karena pada akhirnya, mereka akan tersihir oleh siksa perih dan api indah di kedua bola matamu.
Atas dasar apa kau sanggup menciptakan genangan darah, meninggalkan tubuh yang nyaris tak bernama, seolah tak ada yang luka?
Sudah kusiapkan belati itu, menunggumu di depan gubukku— membaca mantra terakhirku dengan tujuan: tepat di antara matamu.
메타데이터
- post_id
- 4c36d60644dc
- slug
- sajak-angin-savana-4c36d60644dc
- url
- https://medium.com/@ampaskehidupan/sajak-angin-savana-4c36d60644dc
- canonical_url
- https://medium.com/@ampaskehidupan/sajak-angin-savana-4c36d60644dc
- author_url
- https://medium.com/@ampaskehidupan
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 11:33:39