← Back to list

Saya Mengira Menanam Sayur Itu Mudah, Sampai Tanah Mengajarkan Saya Banyak Hal

Chapter #1 — Belajar Lagi

Yazid Nasruddin · 2026-07-12 08:11 · 51 claps · 3.0 min read
#menanam #pertanian #hobby
Open on Medium ↗

Saya Mengira Menanam Sayur Itu Mudah, Sampai Tanah Mengajarkan Saya Banyak Hal

Chapter #1 — Belajar Lagi

Photo by Chris Yang on Unsplash

Photo by Chris Yang on Unsplash

Seminggu terakhir saya mulai menanam beberapa jenis sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti sawi, cabai, terong, dan kangkung. Saya membayangkan prosesnya cukup sederhana: menyiapkan benih, menyiram setiap hari, lalu menunggu waktu panen tiba.

Kenyataannya tidak sesederhana itu.

Tantangan pertama justru datang dari media tanam. Lahan yang saya gunakan merupakan bekas lahan pertanian dengan tekstur berpasir dan kandungan unsur hara yang rendah. Kondisi tersebut membuat saya bertanya, mengapa tanah yang pernah digunakan untuk bercocok tanam justru kurang mampu mendukung pertumbuhan tanaman?

Pertanyaan itu membawa saya untuk mengenal tanah lebih jauh.

Tanah Bukan Sekadar Tempat Menancapkan Tanaman

Selama ini saya mengira tanah hanya berfungsi sebagai tempat tumbuhnya tanaman dan penyedia nutrisi. Padahal, perannya jauh lebih besar.

Tanah menjadi tempat akar berkembang, menyimpan air, menyediakan udara bagi akar, sekaligus menjadi sumber berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman selama masa pertumbuhan.

Sayangnya, tidak semua jenis tanah memiliki kemampuan yang sama.

Tanah berpasir memiliki pori-pori yang relatif besar sehingga air lebih cepat meresap. Di sisi lain, air juga lebih mudah hilang melalui penguapan maupun meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam. Pada musim kemarau, kondisi ini menyebabkan tanah cepat mengering sehingga tanaman membutuhkan penyiraman lebih sering.

Dari sini saya mulai memahami bahwa masalahnya bukan hanya pada air, tetapi juga pada kemampuan tanah mempertahankan unsur hara.

Apa yang Membuat Tanah Menjadi Subur ?

Rasa penasaran itu membawa saya pada satu istilah yang sering disebut dalam berbagai referensi, yaitu bahan organik tanah.

Bahan organik merupakan sisa-sisa makhluk hidup yang terus mengalami proses penguraian di dalam tanah. Jumlahnya berbeda-beda pada setiap lokasi karena dipengaruhi oleh banyaknya jaringan tanaman dan hewan yang mengalami dekomposisi.

Secara umum, bahan organik dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama adalah bahan organik hidup, yaitu akar tanaman yang masih hidup, berbagai organisme tanah seperti mesofauna, mikrofauna, bakteri, dan jamur yang berperan dalam proses penguraian.

Kelompok kedua adalah bahan organik mati, yaitu daun, ranting, akar, maupun bangkai organisme yang telah mengalami penguraian secara biologis maupun kimia di dalam tanah.

Penjelasan tersebut menjawab rasa penasaran saya mengenai kondisi lahan yang saya miliki. Bekas lahan pertanian yang selama bertahun-tahun bergantung pada pupuk kimia dan pestisida kemungkinan memiliki kandungan bahan organik yang rendah. Akibatnya, kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman juga ikut menurun.

Tanaman Juga Membutuhkan Nutrisi yang Seimbang

Manusia membutuhkan makanan bergizi agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Hal yang sama juga berlaku pada tanaman.

Perbedaannya, tanaman memperoleh nutrisi dari tanah dan lingkungan dalam bentuk unsur hara.

Berdasarkan sumber dan jumlah yang dibutuhkan, unsur hara dapat dibedakan menjadi dua kelompok.

Yang pertama adalah unsur hara bebas, yaitu Karbon ©, Oksigen (O), dan Hidrogen (H). Ketiga unsur ini tersedia melimpah di alam sehingga tanaman dapat memperolehnya melalui udara dan air.

Kelompok berikutnya adalah unsur hara terbatas, yaitu unsur yang jumlahnya dipengaruhi oleh kondisi tanah. Pada tanah yang miskin bahan organik, unsur hara ini perlu ditambahkan melalui pemupukan. Unsur tersebut meliputi Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K).

Bagian inilah yang membuat saya memahami mengapa tanaman sering kali tidak tumbuh optimal meskipun sudah disiram secara rutin.

Cara Sederhana Membuat Pupuk Kompos

Prinsip dasar pembuatan kompos adalah membantu bakteri menguraikan bahan organik hingga menjadi humus.

Langkah-langkah yang saya lakukan antara lain:

  1. Memisahkan sampah organik dapur dari sampah plastik.
  2. Memotong bahan organik yang berukuran besar agar proses penguraian berlangsung lebih cepat.
  3. Mencampurkan sampah organik dengan tanah menggunakan perbandingan 1:1.
  4. Membuat larutan aktivator dari molase, EM4, dan air dengan perbandingan 1:1:50.
  5. Menyiramkan larutan aktivator ke seluruh campuran bahan organik hingga merata.
  6. Menyimpan campuran di dalam wadah kedap udara selama 14–30 hari hingga kompos matang.

Saya berharap langkah sederhana ini dapat mengembalikan kandungan bahan organik pada tanah sehingga tanaman memperoleh unsur hara yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

Tanah Mengubah Cara Pandang Saya

Pengalaman menanam sayuran ini mengajarkan satu hal yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan.

Keberhasilan menanam bukan hanya ditentukan oleh kualitas benih atau banyaknya pupuk yang diberikan, tetapi juga oleh kondisi tanah tempat tanaman tumbuh.

Di balik segenggam tanah terdapat kehidupan yang sangat kompleks. Ada bakteri, jamur, cacing tanah, dan berbagai organisme lain yang bekerja tanpa kita sadari untuk menjaga kesuburan tanah.

Saya masih berada di awal perjalanan untuk mempelajari dunia tanah dan pertanian. Masih banyak hal yang belum saya pahami, tetapi satu pelajaran sudah saya dapatkan: sebelum berharap memperoleh panen yang baik, kita perlu lebih dahulu merawat tanah yang menjadi tempat tanaman bertumbuh.

Karena pada akhirnya, tanaman yang sehat selalu berasal dari tanah yang sehat.


메타데이터
post_id
4d636d679aab
slug
saya-mengira-menanam-sayur-itu-mudah-sampai-tanah-mengajarkan-saya-banyak-hal-4d636d679aab
url
https://medium.com/@yazidnasruddin/saya-mengira-menanam-sayur-itu-mudah-sampai-tanah-mengajarkan-saya-banyak-hal-4d636d679aab
canonical_url
https://medium.com/@yazidnasruddin/saya-mengira-menanam-sayur-itu-mudah-sampai-tanah-mengajarkan-saya-banyak-hal-4d636d679aab
author_url
https://medium.com/@yazidnasruddin
status
ok
fetched_at
2026-07-15 21:11:46