← Back to list

Merangkai Kembali Melodi yang Hilang

Bermusik dan bercerita tentang keadaan serta isu sosial yang berkembang di masyarakat

Gimme Danger · 2024-07-19 15:40 · 0 claps · 2.0 min read
#folk #indie #bangil #folk-is-dead
Open on Medium ↗

Merangkai Kembali Melodi yang Hilang

Bermusik dan bercerita tentang keadaan serta isu sosial yang berkembang di masyarakat

Musik folk, yang pernah menjadi suara hati masyarakat dengan lirik-lirik puitis dan melodi sederhana, kini sering dianggap sebagai genre yang telah mati. Namun, di balik anggapan itu, ada gerakan baru yang berusaha menghidupkan kembali genre ini dengan sentuhan modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Di kesempatan ini kami (Gimme Danger) berkesempatan untuk mewawancarai salah satu teman musisi folk soloist yang lahir dari kota kecil kami (Bangil).

Courtesy of gigs UIN Surabaya

Courtesy of gigs UIN Surabaya

1. Bisa ceritakan bagaimana awal mula akhirnya membuat project soloist?

Awal mula saya membuat project folk itu berawal dari saya yang ingin membuat band, akan tetapi pada saat itu saya tidak bertemu dengan teman yang bermusik, dan akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menjadi solois. Dan kebetulan saya suka dengan Woody Guthrie dan Bob Dylan dan beberapa musisi folk lainnya yang dimana lirik-lirik beliau sangat puitis dan tajam. Kebetulan saya juga suka nulis ataupun puisi yang dimana saya punya banyak lumbung tulisan yang menganggur. Nah, daripada tidak di publish lebih baik saya lagukan saja.

2. Kenapa memilih folk?

Karena mungkin sedikit pengetahuan saya di Bangil yang bermain folk tidak ada, akhirnya saya mencoba bermain di folk salah satu genre yang saya sukai. Dengan konsep yang sederhana dan hanya dengan instrumen yang simpel diantaranya gitar bolong atau akustik dan beberapa instrumen lainnya akhirnya saya memilih yang katanya folk.

3. Bercerita tentang apa single terbaru anda?

Bercerita tentang keseharian petani yang saya temui ketika bersepeda dan mlipir untuk ngopi di warkop pedesaan. Dimulai dengan berangkat ke sawah dengan perut kosongnya. Yang dimana menurut saya itu adalah sebuah pekerjaan mulia yang dianggap sebelah mata oleh anak jaman sekarang. Saya ingin sedikit berkontribusi memberi rasa respect kepada para petani di desa-desa. Maka dari itu saya beri judul yang simpel namun bermakna untuk single pertama yaitu PETANI.

4. Apakah ada rencana untuk kedepannya? Album/Tour/Rilis merch?

Untuk rencana kedepan saya ingin membuat skena folk lokal hidup kembali serta merilis album dan merch. Untuk tour saya juga ingin, akan tetapi saya belum siap mental dan finansial.

5. Adakah gigs yang mungkin anda rasa sangat berkesan?

Sebenarnya semua gigs yang saya turut berkontribusi itu berkesan, apalagi yang dapat berinteraksi dan bercengkrama dengan teman-teman itu saya sangat bahagia.

6. Terakhir, Apa harapan untuk skena musik khususnya di Bangil?

Mungkin untuk kedepannya music scene di Bangil lebih guyub rukun dan lebih luas lagi dalam hal musik dan lebih profesional lagi antara musisi dan kolektif nya agar tidak hanya pang pangan saja. Dan tidak lupa saya haturkan love you all ❤

Ikuti tautan dibawah ini untuk mendengarkan single terbaru Firdanun :

https://open.spotify.com/track/3EfUORibicmcXqvINYDmbS?si=15ad6d88c22f4f8e


메타데이터
post_id
4d693ce74dc6
slug
merangkai-kembali-melodi-yang-hilang-4d693ce74dc6
url
https://medium.com/@gimmedanger/merangkai-kembali-melodi-yang-hilang-4d693ce74dc6
canonical_url
https://medium.com/@gimmedanger/merangkai-kembali-melodi-yang-hilang-4d693ce74dc6
author_url
https://medium.com/@gimmedanger
status
ok
fetched_at
2026-07-23 08:44:27