← Back to list

Peta Awal Dua Pilar Keseimbangan

Welcoming Party FMIPA ITB - Oleh Angeline Giacinta Pricillia

angeline giacinta · 2026-07-16 01:44 · 0 claps · 2.5 min read
#itb #akademik #education #mahasiswa #fmipa
Open on Medium ↗
Wiki topics: EDU · Education & Learning

Peta Awal Dua Pilar Keseimbangan

Welcoming Party FMIPA ITB- Oleh Angeline Giacinta Pricillia

Menyandang gelar mahasiswa baru di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung tentu menjadi kebanggaan besar, sekaligus awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan. Perjalanan ini dimulai dari Tahap Persiapan Bersama (TPB). Bagi sebagian besar mahasiswa, masa TPB sering kali akan terasa berat karena ritme kuliahnya yang cepat. Untungnya, Kakak Punakawan menyediakan acara Welcoming Party FMIPA ITB bagi kami. Welcoming Party FMIPA ITB kemarin memberikan banyak gambaran nyata tentang cara menghadapi perkuliahan ke depan. Melalui sesi akademik dari Kak Ramdhan dan sesi non akademik dari Kak Gichin, memberikan saya panduan penting untuk bisa bertahan dan berkembang dengan baik di ITB.

Pada sesi akademik, Kak Ramdhan menjelaskan dengan jujur mengenai hal-hal yang sering menjadi penyesalan mahasiswa ITB di bidang akademik. Penyesalan terbesar dan paling sering diulang adalah kebiasaan menunda belajar dan mengandalkan Sistem Kebut Semalam (SKS). Di FMIPA yang penuh dengan materi, metode SKS ini hampir pasti akan membuat kita gagal memahami materi dengan baik. Penyesalan lainnya adalah ketika terlalu sering membandingkan diri dengan kemampuan orang lain dan kurangnya konsistensi dalam berlatih soal. ITB memiliki akademik level yang berbeda, hal itu tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap mahasiswa ITB untuk mau memaksa dirinya sendiri untuk bersaing di lingkungan yang hebat.

Untuk mengantisipasi penyesalan-penyesalan tersebut, Kak Ramdhan membagikan strategi belajar yang harapannya efektif untuk kami. Kami harus meninggalkan kebiasaan lama dan tinggalkan SKS. Biasakan belajar materi kuliah sebelum kelas dimulai, agar saat dosen menjelaskan, kita tinggal mencocokkan pemahaman dengan apa yang telah kita pelajari saja. Menemukan gaya belajar yang cocok untuk diri sendiri dan konsisten berlatih soal juga merupakan kunci utama. Selain itu, belajar bersama teman (lock in) juga sangat disarankan agar bisa saling membantu memahami materi yang belum dipahami. Untuk sumber belajar, Kak Ramdhan merekomendasikan penggunaan textbook, menonton video dari youtube yang telah direkomendasikan, serta memanfaatkan arsip soal dari angkatan sebelumnya. Namun, di atas semua target nilai, kejujuran tetaplah menjadi hal terpenting. Menyontek di ITB memiliki konsekuensi yang sangat tegas, yaitu langsung mendapatkan predikat E. Oleh karena itu, kejujuran harus selalu diutamakan. Kak Ramdhan juga membagikan tips ketika kita sudah lelah, ambil waktu untuk beristirahat dengan cukup, meluangkan waktu untuk bercerita dengan teman yang dipercaya, serta rutin mengevaluasi cara belajar kita.

Memasuki sesi non akademik, Kak Gichin melengkapi pemahaman kami dengan memetakan kegiatan di luar kelas atau non akademik. Kehidupan di ITB sangat sayang jika dihabiskan hanya dengan belajar. Kak Gichin menjelaskan pilihan organisasi yang sangat luas, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk menyalurkan minat bakat, Badan Pengurus Angkatan (BPA) sebagai wadah belajar memimpin, Panitia Pusat untuk kepanitiaan besar kampus, hingga aksi angkatan yang membantu masyarakat secara langsung.

Ada beberapa catatan penting dari Kak Gichin yang menjadi pengingat bagi kami. Perjalanan di kampus harus dimulai dari mengenali diri sendiri, paham sejauh mana kemampuan fisik dan pikiran kita, serta kapan harus beristirahat. Selanjutnya, kita harus dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus yang dinamis. Dalam prosesnya, membangun pertemanan yang positif akan menjadi sistem pendukung terbaik saat kita mengalami masa-masa sulit. Kak Gichin juga mendorong kami untuk berani mencoba hal-hal baru, tetapi harus tetap harus pintar dalam menentukan skala prioritas. Pada akhirnya, hal terpenting dari semua ini adalah Own Your Journey, berani bertanggung jawab penuh atas setiap pilihan kegiatan yang kita ambil.

Secara keseluruhan, Welcoming Party FMIPA ITB ini memberikan peta awal yang seimbang antara kesiapan akademik maupun non akademik. Keduanya bukanlah hal yang harus saling mengorbankan, melainkan dua pilar mahasiswa yang harus berjalan beriringan agar saling menguatkan. Melalui refleksi ini, saya berkomitmen untuk belajar dengan lebih disiplin, menjaga kejujuran akademik, dan berani aktif dalam kegiatan kampus agar bisa berkembang menjadi mahasiswa yang utuh selama perjalanan saya di ITB.


메타데이터
post_id
4decaa9ab3e2
slug
peta-awal-dua-pilar-keseimbangan-4decaa9ab3e2
url
https://medium.com/@giacintaangeline/peta-awal-dua-pilar-keseimbangan-4decaa9ab3e2
canonical_url
https://medium.com/@giacintaangeline/peta-awal-dua-pilar-keseimbangan-4decaa9ab3e2
author_url
https://medium.com/@giacintaangeline
status
ok
fetched_at
2026-07-28 04:44:15