← Back to list

Kedatangan Coach Yongki dan The Red String Theory

#WarmingUp — Bima Pakusadewa

Medioker Power · 2025-10-31 06:01 · 1 claps · 3.1 min read
#football #literacy #warming-up #bantul-menulis #bantul
Open on Medium ↗
Wiki topics: ⚛️ · Physics ⚽ · Football / Soccer

Kedatangan Coach Yongki dan The Red String Theory

Kita semua tentu sudah akrab dengan ungkapan indah seperti “tidak ada yang kebetulan di dunia ini” atau “everything happens for a reason.” Banyak pula yang percaya bahwa daun yang jatuh pun telah tertulis sejak awal penciptaan dunia dan seisinya. Begitu pula kisah antara Yongki Aribowo dan Persiba Bantul yang seolah antara mereka berdua memang telah ditakdirkan untuk bersatu sejak lama, meskipun harus menunggu bertahun-tahun pada akhirnya mereka dipertemukan di satu titik yang tak disangka: berdiri dalam satu lapangan dan bangku yang sama demi tim kebanggaan warga Bantul.

Sejenak kita mengingat beberapa tahun silam, sekitar tahun 2011, masa yang melekat bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Bantul. Bagaimana tidak? itu adalah tahun dimana era keemasan Persiba Bantul diukir. Masa dimana setiap sudut dari stadion Sultan Agung Bantul selalu penuh dan sesak oleh riuh suporter yang datang. Dan kita semua masih berharap dapat kembali memutar memori baik tersebut.

Pada waktu yang sama, PSSI sedang sibuk dengan agenda menyiapkan Timnas U-23 untuk SEA GAMES. Komposisi skuad kala itu berisikan banyak pemain muda dengan talenta luar biasa, dan publik begitu yakin bahwa inilah generasi emas di masa mendatang.

Selama masa persiapan, Timnas U-23 melakoni pusat pelatihan atau kini familiar dengan nama TC. Beberapa tempat diantaranya adalah di Yogyakarta. Salah satu hal menyita perhatian kala itu, Tim Persiba Bantul yang sukses meraih juara di Divisi Utama musim sebelumnya berkesempatan menjadi lawan ujicoba Timnas Muda tersebut.

Laga yang dimainkan di Stadion Sultan Agung, pada 9 September 2011. Berkesudahan dengan hasil imbang sama kuat 1–1. Gol cepat Busari di awal babak pertama kemudian disamakan oleh tendangan penalti Egi Melgiansyah pada babak kedua setelah sebelumnya Nopendi melakukan pelanggaran di kotak terlarang.

Tak luput dari pandangan, yang menarik perhatian itu adalah sang penyerang , Yongki Ariwibowo. Kerap beberapa kali terlibat duel dengan bek tangguh Persiba Bantul kala itu, salah satunya dengan Wahyu “Buto” Wijiastanto, yang juga merupakan rekan di Tim Nasional Indonesia.

Yongki Ariwibowo adalah satu dari banyak nya talenta muda berbakat yang dilabeli generasi emas mendatang pada masanya. Pemuda asal Tulungagung yang berposisi sebagai penyerang dengan kecepatan lincah dan mempunyai naluri gol kuat. Performa dan kepribadiannya yang apik di lapangan membuat ban kapten melingkar di lengannya.

Agaknya tak berlebihan bila menyebut masa ini seperti skenario di film film, saat kedua kekasih dipertemukan pada awalnya masih belum saling menyadari karena fokus pada kesibukan masing masing, namun pada akhirnya oleh Tuhan dipersatukan dalam waktu dan kondisi yang sangat tepat. Begitu juga dengan Yongki dan Tim Persiba Bantul perlahan tanpa disadari benang merah tersebut mulai saling terikat. Sebuah benang merah yang tidak terlihat dan sangat halus perlahan saling tarik menarik sampai pada sebelum bergulirnya liga musim 2025/2026 Yongki Aribowo kembali lagi ke Persiba Bantul, tapi kali ini bukan lagi sebagai lawan, namun sebagai pelatih dalam satu tim yang sama. Red String Theory its real isn’t it?

Tapi sebenarnya, apa sih Red String Theory itu?

Dalam kepercayaan kuno di Asia Timur, Jepang dan Tiongkok, ada keyakinan tentang “Red String Theory” dimana adanya benang merah tak terlihat yang menghubungkan dua orang yang memang sudah ditakdirkan untuk bertemu. Benang ini tidak bisa putus oleh jarak, waktu, atau keadaan. Ia diyakini menghubungkan manusia dalam berbagai bentuk hubungan: cinta, persahabatan, bahkan kerja sama yang lahir dari takdir. Akar mitos ini berasal dari dua budaya besar: dalam tradisi Tiongkok dikenal sebagai “Yuanfen”, hubungan yang sudah digariskan oleh nasib; sementara dalam legenda Jepang, dewa cinta Akai Ito dipercaya mengikat ibu jari pria dan jari kelingking wanita dengan seutas benang merah yang tak terlihat mata manusia.

Kini, Yongki Aribowo resmi bergabung dalam jajaran staf pelatih di bawah komando Head Coach Andri Ramawi Putra yang akan menahkodai Laskar Sultan Agung beserta staf pelatih dan manajemen di ajang bergulirnya PNM Liga Nusantara musim 2025/2025 dengan semangat baru dan dukungan penuh dari seluruh elemen Bantul Fans. Harapan tak henti henti terus mengalir meskipun dalam beberapa tahun terakhir optimisme di awal musim dalam pola yang berulang harus selalu terkubur kala kita mengetahui musim kompetisi telah berakhir namun Laskar Sultan Agung masih betah betah saja di Liga 3.

Barangkali benang merah itu kini masih terus berputar, saling tarik-menarik dan terhubung satu sama lain menyambungkan benang merah milik sang pelatih dengan segudang taktik dan strategi, Andri Ramawi dengan benang merah milik Yongki Aribowo sosok pemuda pekerja keras yang tumbuh dan ditempa di lingkungan para pemenang, ditambah lagi kehadiran jajaran staf pelatih berkualitas menyempurnakan proses membangun tim dengan mental yang sudah siap untuk menjadi juara. Sebab dari para deretan jawara yang bersatu dan bekerja nan padu lahirlah kekuatan besar untuk mewujudkan cita-cita yang telah lama kita damba: Persiba Bantul naik kasta, Liga 2!

Bima Pakusadewa #WarmingUp

Medioker Power. Sepak bola Mawa Tata, Literasi Mawa Cara!


메타데이터
post_id
4e1ab5b3bb61
slug
kedatangan-coach-yongki-dan-the-red-string-theory-4e1ab5b3bb61
url
https://medium.com/@mediokerpower/kedatangan-coach-yongki-dan-the-red-string-theory-4e1ab5b3bb61
canonical_url
https://medium.com/@mediokerpower/kedatangan-coach-yongki-dan-the-red-string-theory-4e1ab5b3bb61
author_url
https://medium.com/@mediokerpower
status
ok
fetched_at
2026-07-15 23:42:37