Putih
Ketika kematian datang, wajah-wajah yang berbeda melihat mendiang terbujur kaku.
Putih

Ketika kematian datang, wajah-wajah yang berbeda melihat mendiang terbujur kaku.
Ada yang hanya menangis dan tidak percaya, ada yang mencoba menyemangati yang lain, dan ada juga yang sudah lama menunggu hari itu tiba. Berita menyebar ke mana-mana, dan segera kisah mendiang akan dimulai, yang bisa dianggap baik atau buruk, tergantung bagaimana mendiang menjalani hidupnya.
Tangan berjabat tangan, ‘mohon maafkan dia’ adalah kata-kata yang diucapkan agar mendiang pergi dengan damai.
Saat kematian tiba, warna memainkan peran, orang yang meninggal dibungkus dengan kain putih, melambangkan bahwa ia telah ‘menyeberang’ ke dalam kesucian, tanpa mempertanyakan perbuatan baik dan buruk. Sekelilingnya serba hitam, berkumpul dalam doa yang hening dengan suasana ruangan yang hangat dan suara isak tangis yang tidak pernah berhenti.
Putih seakan menafsirkan bahwa manusia adalah kanvas kosong, dan dunia adalah sekumpulan warna yang merefleksikan setiap tindakan.
Kanvas yang lama-kelamaan tidak teridentifikasi sama sekali, karena terlalu banyak warna yang mengisinya. Sebuah kanvas yang tidak dapat dinilai oleh siapa pun.
Ketika kematian tiba, kalender tidak lagi berguna bagi mendiang, karena dia ada dalam garis waktu yang kekal, tanpa hari libur. Tidak ada lagi ‘besok’, ‘lusa’, ‘minggu depan’, atau ‘tahun depan’. Mendiang telah melakukan perjalanan ke titik yang paling penting. Titik absolut, tanpa koma.
Ketika kematian tiba, wajah-wajah yang berbeda meninggalkan ruangan, bersiap untuk mengantar mendiang ke terowongan gelap, tempat barunya. Di bawah hujan, tidak ada yang bisa memahami bagaimana setiap pelukan, setiap doa, membuat mendiang menangis, membuatnya menghilang perlahan-lahan, tertutup tanah dan debu.
Setiap jiwa yang menjadi bagian dari kisahnya dipeluk erat-erat, saat ia melakukan perjalanan menembus awan, melintasi cakrawala menuju dunia lain. Ketika mendiang berlabuh, ia hanya mengenal satu warna:
Putih
Begitu hangat di sana..
메타데이터
- post_id
- 4e67e95c1d09
- slug
- putih-4e67e95c1d09
- url
- https://medium.com/@elegituansendiri/putih-4e67e95c1d09
- canonical_url
- https://medium.com/@elegituansendiri/putih-4e67e95c1d09
- author_url
- https://medium.com/@elegituansendiri
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-29 01:02:39