Sesulit ini Menyatakannya
Saat menulis cerita ini. Aku berada pada gedung yang penuh dengan buku-buku yang tertata rapi pada setiap sudut rak yang menjulang tinggi…

by me
Sesulit ini Menyatakannya
Saat menulis cerita ini. Aku berada pada gedung yang penuh dengan buku-buku yang tertata rapi pada setiap sudut rak yang menjulang tinggi, disalah satu perpustaakan umum dikota hujan. Sepanjang pagi hari langit yang cerah terdengar suara kicauan burung yang bersautan dengan nuansa sekitar yang begitu hening menikmati setiap momen dalam hal dan kepentingan mereka masing-masing. Aku langsung buru-buru mengaktifkan laptopku lalu mebuka word yang menampilkan kertas putih kosong yang siap ku ukir dengan runtunan kata.
Satu kata untuk pagi ini adalah indah. Indah banget, karna ada satu lagi pemandangan didepan. Didepanku, diatas penangkal petir ada dua burung gereja yang sedang berdiskusi sambil mendekatkan kepala satu sama lain. Aku pikir gini mereka lagi ngomongin apa ya? Atau saling mengucapkan selamat pagi, semoga harimu indah. Selamat pagi? Iya, persis omongan aku kalau ke doi. Hehe
Tapiii yang disuka, yang diucapin sayangnya nggak pernah sadar kalau aku suka sama dia. Hmm…. Nggak tau sih, sebenarnya dia sadar atau nggak kalau aku suka sama dia. Tapi kayaknya nggak deh karna kita kan berteman. Setatusnya cuma teman, pernah nggak sih? Kalian suka banget sama seseorang yang memang statusnya Cuma teman. Tapi makin lama persaan ini udah nggak bisa dipandang sebagai teman lagi. Mau diunggkapkan takut ganggu pertemanan. Nggak di ungkapkan diri sendiri yang kewalahan. Takut dia menjauh, takut dia ngerespon nggak sesuai ekspektasi, dan yaa terlalu banyak ketekutan yang lain.
Jatuh cinta diam-diam sama teman sendiri itu udah melelahkan banget. Apa lagi punya perasaan dengan teman sendiri yang bertahannya sampai bertahun- tahun. Dulu aku sering dengar orang di cerita novel, bilang kalau mengungkapkan perasaan satu sama lain itu susah. Kalau pas kecilkan mikirnya eelah susah banget sih lo ngungkapin perasaan doing. Nah,,, sekarang ketika udah dewasa pas udah sadar perasan satu sama lain lebih tepatnya perasaan sendiri sih. Kejadian itu malah kejadian juga di aku, ternyata mengungkapkan rasa nggak pernah semudah yang aku kira. Mengungkapkan rasa ternyata terlalu butuh banyak keberanian. Pantes aja tokoh fiksi itu susah banget ngutarakan apa yang dia mau. Karna menyatakan cinta memang nggak pernah mudah untuk orang-orang penakut seperti aku.
Perasaan itu lama kelamaan yang awalnya hanya tertarik perlahan beranjak menjadi rasa suka. Hingga akhirnya kita tiba pada rasa ingin memiliki. Awalnya aku kira, aku akan kuat tohh hanya tertarik. Makin lama rasa tertarik itu memuncak dan akhirnya perasaan itu memaksa aku untuk bertanya tentang dirinya. Tentang dia dan tentang dunianya. Yang akhirnya perasaan itu membuatku sangat-sangat menyanyanginya. Aku udah lagi nggak bisa memendam apa yang udah ku pendam sendirian. Seharusnya rasa ini hanya aku yang tau, tetapi dunia ini nggak adil.
Nggak adil untuk hanya aku yang tau kalau rasa sayangku udah seberat ini. Aku sempat mikir,hhmmm… ungkapin nggak ya. Aku akan biarkan dia tau kalau aku suka sama dia nggak ya, atau di pendam aja sendirian. Tapi rasanya udah nggak sangguap kalau aku harus menanggung sendirian. Aku harus bertanya tanya tentang ada kemungkinan nggak sihh kalau dia sama aku. Ahh elahh… aku mimpi apasih dia nggak akan mungkin suka sama aku, kan dia cuman anggap teman. Emang benar ya suka sama teman sendiri adalah suka yang enggak pernah menyenangkan. Mau di ungkapkan takut menjauh, nggak diungkapin takut nyesel. Kamu itu bikin grogi tau nggak di depan kamu jantungku itu harus ku tenangi pelan-pelan supaya nggak lompat-lompat. Pas kamu lagi perhatian, pas kamu lagi memperlakukan aku dengan lembut. Aku itu mau kamu tau semua itu. Aku mau kamu tau dan paham perasan ku saat itu.
Aku berimajinasi tentang hari-hari kita bersama kedepannya. Aku penasaran hmm.. tentang apa detak jantung ini, hanya berdebar saat didekatmu. Perasaan suka ini lama-lama menjadi sangat,,, sangatt berbahaya. Aku nggak lagi bisa fokus dengan apa yang aku kerjakan. Karena yang lebih menarik ada disampingku. Yaitu ketika ada kamu. Kamu jauh lebuh menarik dari pada rumus-rumus fisika yang aku pelajari. Kalau kamu tau perasaan aku sedalam ini kamu akan pergi nggak ya? Tapi kita kan teman. Kamu tetap akan disamping aku kan? Atau karna kamu tau perasaan ku. Akhirnya kamu memilih menjauh karna pikirmu nggak mukin ada kita. Dan kita yang dulu nggak akan pernah sama. Kamu telah mengetehui perasaan ku ,lagian mau unggkapin perasan ke kamu giman ya caranya? Aku nggak mungkin ngasih kamu coklat kamu kan nggak suka yang manis-manis.
Kenapa jadi bertanya-tanya gini sih?hehe. aku tau semua risiko yang aku dapatkan setelah kamu mengetahui perasaan ini. Yang namanya canfess nggak pernah semudah yang kita banyangkan. Nggak pernah semudah itu. Ya mudah sih bagi orang yang berfikiran terbuka apalagi kalau ternyata dia suka kamu. Kalau nggak yaa siap menerima pil pahitnya. Buat nahan langkah ku untuk mendekat saatmu rapuh, buat nggak berlari saat kamu butuh teman untuk berkerjaran. Asli semua itu, sesusah itu.
Aku nggak gegabah kok seenggaknya… seenggaknya ini cara paling terakhir menenangkan diri saat aku prustasi dengan perasaan ini. Kadang di Dunia ini nggak ada kesempatan kedua saat waktu kita terhenti. Semua manusia bisa memberikan kesempatan kedua tapi batas waktu Tuhan bisa jadi nggak memberikan kesempatan itu. Selagi aku bisa dan selagi aku mampu rasa ini layak untuk di perjuangkan aku berusaha menyimpannya dengan baik. Kini waktunya kamu mengetahui apa yang aku rasakan.
Seenggaknya aku bahagia menyukaimu entah bagaiman kedepannya. Aku tidak pernah menyesal di pertemukan rasa seindah ini. Kamu terlalu indah untuk dilewatkan. Dan perasaan ku ini bukanlah kesalah. Tetapi ada satu ketakutan lagi yang terlintas dalam benakku. Aku cuman takut setelah kamu nggak ada lagi membuat aku memiliki perasaan berbeda dengan jatuh cinta begitu menenangkan. Dengan cara jatuh cinta yang tidak pernah aku bayangkan.
Mengunggapkan rasa pada kamu ternyata menjadi medan peperangan yang paling dasyat dalam satu fase hidupku. Kamu tau nggak untuk orang yang berani mengungkapkan perasaannya hanya ada satu harapan besar dalam hidupnya. Setidaknya rasanya dihargai. Aku cuman berharap ketika kamu nantinya menyadari perasaanku , bahwa untuk mengungkapkan perasaan ini. Aku perlu keberanian yang besar. Jadi tolong dihargai yaa entah kamu menghargaiinya dengan menghindari aku atau tidak. Setidaknya bagiku dengan kamu menghargai perasaan aku lebih dari cukup.
Semoga setelah rasa ini di ungkapkan setelah beban ku dikurangi. Kamu bersikap dewasa sadarilah bahwa aku pun tidak selamanya bisa menahan rasa. Tidak apa bila kamu menjauh tak apa bila memutuskan pergi. Aku masih tetap disini panggil saja aku. Temukan aku pada titik terendah mu. Dan aku akan menjemputmu.
salam cinta JlsRliA
메타데이터
- post_id
- 4e702649f33d
- slug
- sesulit-ini-menyatakannya-4e702649f33d
- url
- https://medium.com/@rosaliajelita26/sesulit-ini-menyatakannya-4e702649f33d
- canonical_url
- https://medium.com/@rosaliajelita26/sesulit-ini-menyatakannya-4e702649f33d
- author_url
- https://medium.com/@rosaliajelita26
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-24 14:22:46