← Back to list

Pertama Kali Naik Bajaj

#95: Impian masa kecil yang tercapai.

Abdan Islah Trisnadi · 2026-05-23 05:36 · 0 claps · 1.9 min read
#bajaj #surakarta #kota-solo
Open on Medium ↗

Pertama Kali Naik Bajaj

95: Impian masa kecil yang tercapai.

Foto oleh Pj Go di Unsplash

Foto oleh Pj Go di Unsplash

Saat pergi ke Solo bersama adik dan ibu saya, kami memesan taksi daring sebagai moda transportasi dari stasiun ke tempat-tempat yang akan dikunjungi. Saya pribadi sebenarnya lebih memilih untuk berjalan kaki, tetapi karena saya pergi bersama adik dan ibu maka memesan taksi daring adalah keputusan yang paling adil.

Klik tautan di bawah untuk membaca cerita kami saat pergi ke Solo.

[embed]Menunaikan Janji Lama #80: Ibu saya menepati janjinya untuk bepergian menggunakan kereta.medium.com

Saya memesan taksi daring di aplikasi Grab untuk membawa kami pergi dari Stasiun Jebres ke Pasar Gede. Kurang dari 1 menit, kami langsung mendapatkan mobil yang akan ditumpangi. Jarak Stasiun Jebres ke Pasar Gede adalah 1,5 km. Dengan jarak tersebut, tarif yang kami bayarkan sebesar Rp8.000. Sebagai informasi tambahan, kami memilih layanan Hemat untuk mendapatkan tarif termurah.

Selama di Pasar Gede, kami menghabiskan waktu selama 2 jam untuk wisata kuliner. Setelah tenaga terisi, kami melanjutkan perjalanan selanjutnya ke Pasar Klewer. Namun, sebelum kami pergi, adik saya, Alvin, berkata kepada ibu bahwa ia sedikit mual saat di dalam mobil yang sebelumnya kami tumpangi. Ia memang sering mengalami mabuk perjalanan saat bepergian menggunakan mobil. Karena itu, saya dan ibu sempat mempertimbangkan kembali untuk memesan taksi daring.

Saya sempat melemparkan keputusan untuk berjalan kaki, toh jalur pedestrian menuju Pasar Klewer cukup teduh berkat pohon yang tumbuh di sampingnya. Namun, ibu saya tiba-tiba mengajak untuk naik bajaj setelah ia melihatnya berseliweran di sepanjang jalan dekat Pasar Gede.

Seumur-umur, saya belum pernah pesan bahkan naik bajaj. Saya perlu mencari informasi di internet tentang kendaraan itu sebelum memutuskan untuk memesannya. Ternyata, bajaj yang dilihat oleh ibu adalah para mitra pengemudi milik Maxride. Untungnya, per bajaj dapat ditumpangi maksimal 3 orang penumpang dewasa sehingga kami bertiga dapat pergi ke Pasar Klewer dengan sekali pesan.

Sensasi naik bajaj mirip seperti saat membonceng di bak motor roda tiga yang biasa digunakan untuk memuat sayur. Bedanya hanya di keamanannya. Karena motor roda tiga yang sering ditemui di pasar tidak didesain untuk mengangkut manusia, maka tidak ada atap seperti bajaj untuk melindungi penumpang. Selain itu, angin terasa sepoi-sepoi karena desain pintu yang terbuka tanpa ada kaca seperti di mobil.

Total kami memesan sebanyak dua bajaj saat di Solo. Alhamdulillah, semua layanan berjalan dengan baik tanpa ada kendala sama sekali. Pengemudinya ramah dan berkendara sesuai dengan aturan lalu lintas. Pengalaman itu adalah keinginan lama yang akhirnya tercapai. Dahulu, saya hanya bisa menontonnya lewat televisi melalui sitkom Bajaj Bajuri. Sekarang, lebih dari 20 tahun kemudian saya baru bisa merasakan secara langsung naik kendaraan asal India itu. Lain kali, saya akan mencobanya lagi saat berkunjung ke Solo, lagi pula harganya terjangkau sehingga relatif aman di kantong.


메타데이터
post_id
4e780a879be4
slug
pertama-kali-naik-bajaj-4e780a879be4
url
https://medium.com/@abdantrisnadi/pertama-kali-naik-bajaj-4e780a879be4
canonical_url
https://medium.com/@abdantrisnadi/pertama-kali-naik-bajaj-4e780a879be4
author_url
https://medium.com/@abdantrisnadi
status
ok
fetched_at
2026-06-22 17:31:34