Behemoth dan Proses "Memahat" Diri Sendiri Lewat I, Scvlptor
Behemoth dan Proses "Memahat" Diri Sendiri Lewat I, Scvlptor

cover album I, SCVLPTOR
Tidak banyak band yang bisa bertahan lebih dari tiga puluh tahun tanpa cuma sekadar mengulang-ulang resep lama. Behemoth, yang sudah ada sejak 1991 di Gdańsk, Polandia, sepertinya masih punya energi itu. Lewat karya terbaru mereka berjudul "I, Scvlptor", mereka mencoba sesuatu yang terasa megah tapi tetap punya sisi baru. Rencananya album kompilasi ini bakal dirilis 4 September 2026 versi fisiknya lewat Massacre Records, sedangkan digitalnya lewat Nuclear Blast.

Nergal sendiri bilang kalau lagu "I, Scvlptor" ini masih punya nyawa yang sama dengan trek ikonik mereka dulu seperti "O Father O Satan O Sun!" atau "Lucifer". Tapi tetap ada yang beda. Kali ini mereka bereksperimen dengan gaya semi-vokal yang agak menyerempet musik rock, beda dari gaya blackened death metal yang biasanya mereka pakai. Struktur lagunya juga dibagi dua: ada bagian yang tenang untuk merenung, dan bagian lain yang lebih agresif.
Isi rilisan ini sebenarnya bukan album studio penuh, tapi kompilasi delapan lagu. Ada materi studio baru, rekaman live, sampai lagu-lagu lama dari era 90-an yang direkam ulang, seperti "Rise of the Blackstorm of Evil" (1992) dan "In Thy Pandemaeternum" (1998). Menariknya, ada juga lagu cover dari Venom dan Bathory. Mereka mengajak musisi tamu seperti Shagrath dari Dimmu Borgir dan Sakis Tolis dari Rotting Christ rekaman bersama Sakis Tolis ini khususnya diambil secara live saat mereka tampil di Athena, Yunani.
Alasan Nergal merilis format kompilasi ini cukup jelas: meskipun bukan album reguler, isinya banyak lagu yang belum pernah didengar publik sebelumnya. Baginya, "I, Scvlptor" adalah jembatan antara apa yang mereka kerjakan di album The Shit Ov God (2025) dengan arah musik mereka di masa depan.

Secara lirik, "I, Scvlptor" bicara soal proses membentuk diri sendiri yang nggak pernah selesai. Ada narasi soal melawan keterbatasan diri dan menghadapi kenyataan bahwa kita semua bakal mati. Ada juga tema tentang membangun identitas setelah ditolak oleh sosok ayah sebuah pilihan antara bangkit kembali atau hilang sepenuhnya.
Untuk urusan visual, mereka tetap bekerja sama dengan kolaborator lama. Video musiknya dibuat oleh Grupa 13, kolektif produksi asal Polandia, sementara sampulnya digarap Bartek Rogalewicz dari Lodge.Black. Keduanya memang sudah paham betul estetika gelap khas Behemoth. Intinya, setelah tiga dekade lebih berkarya, Behemoth lewat lagu ini seolah ingin menegaskan bahwa urusan membentuk identitas baik secara personal maupun dalam bermusik memang proses yang terus berjalan, tidak pernah benar-benar selesai.
메타데이터
- post_id
- 4e8edd78ef3f
- slug
- behemoth-dan-proses-memahat-diri-sendiri-lewat-i-scvlptor-4e8edd78ef3f
- url
- https://medium.com/@fahrulrozi97/behemoth-dan-proses-memahat-diri-sendiri-lewat-i-scvlptor-4e8edd78ef3f
- canonical_url
- https://medium.com/@fahrulrozi97/behemoth-dan-proses-memahat-diri-sendiri-lewat-i-scvlptor-4e8edd78ef3f
- author_url
- https://medium.com/@fahrulrozi97
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 03:39:16