Review Buku: Pecahkan, Komedi Juga Ada Teorinya!
Komedi atau humor merupakan suatu hal yang melekat dalam kehidupan manusia, secara sadar maupun secara natural. Bagi sebagian besar orang…
Review Buku: Pecahkan, Komedi Juga Ada Teorinya!

Komedi atau humor merupakan suatu hal yang melekat dalam kehidupan manusia, secara sadar maupun secara natural. Bagi sebagian besar orang, termasuk saya, dulunya berpikir bahwa komedi atau candaan itu adalah hal yang bersifat alami. Layaknya sebuah bakat yang berkembang akibat lingkungan dan secara sendirinya. Namun, sebenernya komedi juga bisa dipelajari dan juga ada teorinya. Semua itu dibahas dibuku Pecahkan ini secara mendalam.
Saya sendiri sudah tertarik dengan komedi sejak kecil, tetapi seiring bertambahnya usia, hal itu mulai saya kesampingkan karena berbagai hal. Namun, akhir-akhir ini saya kembali tertarik dengan hal-hal yang berbau komedi. Mulai dari sketsa komedi, stand up, meme, kreator komedi, maupun jokes-jokes yang muncul disekitar kita. Hingga akhirnya saya menemukan buku ini. Awalnya saya tidak begitu tertarik, namun saya sempat melihat seorang influencer yang membahas buku ini. Ya walaupun hanya sekilas, tetapi bagaimana ia mengimplementasikan isi buku pecahkan ini sepertinya sangat efektif sekali dalam melatih komedinya.
Sebenernya buku ini sudah cukup lama saya miliki dan sudah beberapa bulan saya selesaikan. Namun, ntah kenapa sulit sekali buat memulai tulisan mengenai buku ini. Pecahkan merupakan buku yang sangat-sangat menarik untuk dibaca. Buku ini menjadi salah satu favorit saya karena isinya yang unik dan penyampaiannya yang sangat cocok untuk orang awam.
Pecahkan bisa dibilang merupakan satu-kesatuan program yang bertujuan untuk mengenalkan komedi, terutama standup comedy ke masyarakat Indonesia. Tidak hanya berbentuk buku, tetapi juga sosial media dan kelas online. Bukunya ditulis oleh Pandji Pragiwaksono dan Ulwan Fakhri.

Buku Pecahkan sebenarnya lebih ditargetkan untuk orang-orang yang ingin belajar standup comedy. Namun, buku ini tetap cocok untuk siapapun karena ia membahas komedi dari yang sangat dasar. Bisa dibilang, buku ini adalah tutorial untuk melawak.
Kita akan diajak berpikir, mulai dari mengapa orang bisa tertawa, kenapa sesuatu itu menjadi lucu, bagaimana sesuatu itu menjadi komedi dan bagaimana mengimplementasikan hal-hal tersebut. Gaya bahasanya yang santai membuat isinya lebih mudah dipahami.
Kita juga akan dikenalkan dengan berbagai istilah pada komedi (standup comedy khususnya), seperti bit, act out, setup, punchline, dan lain-lain. Ini akan mempermudah kita mengenali sebarapa jauh kita berkomedi. Ada juga kolom-kolom untuk mempraktekkan setiap materi yang disampaikan.
Ada beberapa poin yang dapat diambil dari buku ini untuk berkomedi, yaitu
- Komedi itu simpel. Menurut Pandji, sesuatu itu bisa dianggap komedi jika kedua belah pihak tertawa. Jika hanya salah satu, maka tidak bisa disebut komedi. Tidak ada komedi pintar, semua itu sama. Baik standup comedy, komedi sketsa, atau meme, semua akan lucu tergantung siapa audience-nya. Maka dari itu kita perlu tahu dengan siapa kita berkomedi.
- Kelucuan dari suatu materi itu tidak selalu dengan rasio tinggi, apalgi 100%. Pengaruh dari timing dan act out (ekspresi) lah yang membuat itu menjadi lucu. Itulah mengapa kadang kita merasa saat kita mengeluarkan candaan, tetapi tidak ada yang tertawa. Namun, saat orang lain yang membawakannya malah lucu. Nah, ini karena memang hal tersebut lucu, tetapi karena timing dan act out kita yang kurang sehingga tidak lucu. Contohnya lagi seperti dark jokes-nya Coki Pardede. Ini bisa menjadi lucu karena adanya tambahan act out dari dia.
- Komedi yang paling simpel itu adalah komedi yang menertawakan diri sendiri. Karena kita cukup menceritakan keresahan yang pernah kita alami dan membuatnya menjadi lebih lucu. Selain itu, “mengkomedikan diri” juga dapat membuat kita berdamai dengan diri kita. Komedi ini sering kali dipakai oleh standup comedian, seperti Raditya Dika, Arie Kriting, dan Rio Dumatubun.
- Komedi itu bebas dan tidak ada batasan. Ini sering kali disuarakan oleh Pandji dan Coki. Karena simpelnya komedi itu, maka semua hal juga bisa menjadi lucu. Itu juga yang menjadi penyebab munculnya Dark Jokes. karena ada yang menyukai hal-hal tabu untuk ditertawakan. Di sini kita tidak membahas dalam konteks moral maupun agama, tetapi dari sisi komedi itu sendiri.
Bagi yang tertarik untuk membeli bukunya, silahkan kunjungi pecahkan.com. Bukunya dapat dimiliki dengan harga Rp.110rb. Kamu juga bisa memanfaatkan materi-materinya untuk belajar public speaking. Selain itu, di webnya juga tersedia materi dalam bentuk webinar, podcast dan comicstrip bagi yang suka gratisan.
메타데이터
- post_id
- 4ea5fb4a90bd
- slug
- review-buku-pecahkan-komedi-juga-ada-teorinya-4ea5fb4a90bd
- url
- https://medium.com/@marief-ismirianda/review-buku-pecahkan-komedi-juga-ada-teorinya-4ea5fb4a90bd
- canonical_url
- https://medium.com/@marief-ismirianda/review-buku-pecahkan-komedi-juga-ada-teorinya-4ea5fb4a90bd
- author_url
- https://medium.com/@marief-ismirianda
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 23:39:06