Hati-hati, Kamu Tokoh…
“Hati-hati, sekarang kamu udah tokoh”, peringatan demikian tidak sekali aku terima dari kawan dekat. Hingga detik ini, pernyataan tersebut…
Hati-hati, Kamu Tokoh…

sumber: https://id.pinterest.com/pin/15270086239019776/
“Hati-hati, sekarang kamu udah tokoh”, peringatan demikian tidak sekali aku terima dari kawan dekat. Hingga detik ini, pernyataan tersebut tetap terdengar ganjil bagiku. Namun, pada satu sisi aku menyadari maksudnya.
Selain “tokoh”, aku juga agak tak nyaman dengan label “sastrawan” & “penyair” yang dilekatkan untukku. Tiga label tersebut, rasa-rasanya terlalu berat, menuntut tanggungjawab moral & intelektual yang tinggi. Di luar hal itu, aku cukup bisa mengukur diri, dan sadar belum ada pada tahap yang layak menyandang label-label tersebut.
Sastrawan kurang tepat, karena aku juga menulis hal di luar sastra. Lagi pula, prestasiku di sastra, agaknya belumlah seberapa, hampir tak ada. Label penyair juga kurang pas, karena di luar puisi, aku juga menulis yang lain.
Label penulis sejauh ini rasanya cukup tepat & nyaman aku terima. Di luar sastra & puisi, aku juga menulis tentang seni rupa, film, lingkungan, atau jurnalistik.
Peringatan untuk berhati-hati datang beriringan dengan maraknya kasus kekerasan seksual yang dilakukan penulis. Sepenuhnya, aku sadar, jika melakukan hal-hal konyol, efeknya tak hanya mengenai diri sendiri. Tempat aku bekerja, penerbit-penerbit yang menerbitkan bukuku, galeri, sekolah, kampus, & orang-orang yang pernah berkerja sama denganku akan ikut terkena getahnya.
메타데이터
- post_id
- 4eefee587847
- slug
- hati-hati-kamu-tokoh-4eefee587847
- url
- https://medium.com/@jemi.batin.tikal/hati-hati-kamu-tokoh-4eefee587847
- canonical_url
- https://medium.com/@jemi.batin.tikal/hati-hati-kamu-tokoh-4eefee587847
- author_url
- https://medium.com/@jemi.batin.tikal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 05:46:21