← Back to list

Di Iran, Makam-Makam Lebih Ramai Saat Malam Hari

Cerita Ramadan di Iran Bagian 2

Agiel Laksamana Putra · 2026-02-24 07:46 · 0 claps · 1.6 min read
#iran #ramadan #ziarah
Open on Medium ↗

Di Iran, Makam-Makam Lebih Ramai Saat Malam Hari

Ceramah Agama dan Pembacaan Syair-Syair Mengenang Para Syuhada di Kompleks Pemakaman Behest-e Zahra, Tehran

Ceramah Agama dan Pembacaan Syair-Syair Mengenang Para Syuhada di Kompleks Pemakaman Behest-e Zahra, Tehran

Cerita Ramadan di Iran Bagian 2

Umumnya, jika di indonesia budaya ziarah itu siang hingga sore menjelang maghrib, berbeda dengan di Iran. Adzan maghrib justru bukan tanda untuk bergegas pulang ke rumah, meninggalkan kuburan sebagaimana kebanyakan di Indonesia. Budaya ziarah di Iran, justru semakin ramai saat malam sudah gelap. Apalagi saat ramadhan.

Doa-doa yang dilangitkan, sujud yang dibumikan, dan sajadah yang digelar di makam para ulama dan syuhada justru menerangi kegelapan malam.

Behest-e Zahra, salah satu kompleks pemakaman yang ramai dikunjungi peziarah. Terletak di pinggiran kota Tehran, berbatasan dengan provinsi Qom. Jaraknya 5 menit dari makam Imam Khomeini. Syuhada dan ulama yang gugur di perang Iran-Irak banyak dikebumikan disini.

Saat ramadan tiba, kompleks pemakaman ini jauh lebih ramai dari hari-hari biasa. Jika sebelum ramadan kebanyakan peziarah datang di hari kamis, berbeda saat ramadan. Hari-hari dihiasi untuk beribadah. Makam para ulama dan syuhada menjadi salah satu tempat terbaik untuk memperbanyak ibadah bagi orang Iran. Sebab mereka rindu berkumpul dengan para pecinta.

Biasanya sejak siang kompleks pemakaman ini sudah dipadati peziarah. Puncak keramaian terjadi saat menjelang maghrib. Umumnya mereka datang dengan keluarga. Anak-anak balita menjadi anggota keluarga yang wajib diajak. Tak jarang juga terlihat bayi dengan kereta yang di dorong seorang ibu atau ayah. Juga tak ada cerita anak-anak kena sawan (gangguan mistis) sepulang dari ziarah. Justru sejak dini, mereka dikenalkan dengan ulama dan pahlawan yang berani gugur membela bangsa, agama dan tanah airnya.

Biasanya mereka membawa tikar masing-masing, lengkap dengan seperangkat alat piknik. Sebab selain ziarah dan mengingat kematian, ini adalah momen untuk berkumpul keluarga besar. Tak jarang makanan yang mereka bawa juga dibagikan untuk peziarah lain. "Berkah syuhada", katanya.

Fasilitasnya juga mendukung. Hampir tiap sudut, disediakan karpet untuk sholat dan bercengkrama setelahnya. Musholla dalam ruangan juga ada. Tak bawa cemilan? Tenang, kedai teh dan cemilan ringan juga disediakan hampir tiap lorong. Semuanya gratis. Inilah kenapa peziarah betah berlarut-larut di tempat yang harusnya sepi saat malam hari.

Selain itu, ulama-ulama juga disebar untuk memberikan ceramah agama dan pembacaan syair-syair duka mengenang jasa para syuhada.

Kalau kamu, tim yang suka ziarah malam atau siang hari?

Tehran, 24 Februari 2026


메타데이터
post_id
4fafd801ca59
slug
di-iran-makam-makam-lebih-ramai-saat-malam-hari-4fafd801ca59
url
https://medium.com/@agiellksmnptr/di-iran-makam-makam-lebih-ramai-saat-malam-hari-4fafd801ca59
canonical_url
https://medium.com/@agiellksmnptr/di-iran-makam-makam-lebih-ramai-saat-malam-hari-4fafd801ca59
author_url
https://medium.com/@agiellksmnptr
status
ok
fetched_at
2026-07-16 00:55:23