← Back to list

Menelanjangi Ego yang Rapuh dalam “Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan”

Bagi sebagian orang, (mungkin) Haruki Murakami dituduh bias gender; bahwa karya-karyanya terlalu kental dengan sudut pandang yang seksis…

iknhw · 2026-05-29 06:35 · 0 claps · 1.1 min read
#haruki-murakami #book-review #book-recommendations
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment LIT · Literature & Writing 📚 · Books & Reading

Menelanjangi Ego yang Rapuh dalam “Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan”

Bagi sebagian orang, (mungkin) Haruki Murakami dituduh bias gender; bahwa karya-karyanya terlalu kental dengan sudut pandang yang seksis dan patriarki. Berangkat dari rasa penasaran itulah, sengaja kupilih salah satu bukunya dengan judul yang barangkali terdengar paling menyebalkan: Lelaki-lelaki Tanpa Perempuan. Namun, setelah membalik halaman demi halaman hingga tuntas, prasangka itu luruh begitu saja. Ternyata tidak seperti itu.

Melalui kumpulan cerita pendek ini, Murakami justru tidak sedang mengagungkan superioritas laki-laki. Ia malah melakukan hal sebaliknya: menelanjangi ego mereka hingga ke bagian yang paling rapuh dan menyedihkan.

Buku ini berkisah tentang sekumpulan pria yang kehilangan poros hidupnya setelah ditinggalkan oleh perempuan, baik karena pengkhianatan, perceraian, maupun kematian. Kehilangan tersebut tidak lantas membuat mereka tampil sebagai sosok tangguh. Sebaliknya, mereka menjadi manusia-manusia payah yang kebingungan, yang seluruh logika maskulinnya mendadak lumpuh di hadapan perasaan yang tidak bisa lagi diterka.

Gaya penceritaan Murakami di buku ini terasa begitu tenang, simpel, namun menghanyutkan. Tidak ada tragedi yang dibesar-besarkan secara dramatis. Konflik mengalir dengan ritme yang lambat. Karakter-karakternya menghadapi kehampaan itu dengan kepala dingin, mencoba tetap patuh menjalani hari-hari yang biasa, meskipun ada bagian di dalam diri mereka yang diam-diam runtuh.

Kalau kamu suka fiksi psikologis dengan pendekatan yang lembut, buku ini adalah sebuah rekomendasi yang kuat. Murakami berhasil membuktikan bahwa kehilangan bukanlah sekadar perkara hilangnya kehadiran fisik seseorang, melainkan tentang bagaimana ruang kosong yang ditinggalkan itu mampu mengubah semesta kita menjadi tempat yang sepenuhnya asing.


메타데이터
post_id
4fb3a0e52876
slug
menelanjangi-ego-yang-rapuh-dalam-lelaki-lelaki-tanpa-perempuan-4fb3a0e52876
url
https://medium.com/@iknhw/menelanjangi-ego-yang-rapuh-dalam-lelaki-lelaki-tanpa-perempuan-4fb3a0e52876
canonical_url
https://medium.com/@iknhw/menelanjangi-ego-yang-rapuh-dalam-lelaki-lelaki-tanpa-perempuan-4fb3a0e52876
author_url
https://medium.com/@iknhw
status
ok
fetched_at
2026-06-18 00:10:23