← Back to list

Ngeyel — Bebal — Covidiot

Delapan bulan pandemi di Indonesia sejak kasus 1, masih saja ada orang yang tidak percaya Covid-19. Dalihnya itu adalah flu biasa. Ketika…

Farhan S Basyaiban · 2020-10-27 01:04 · 0 claps · 1.9 min read
#covidiot #ngeyel #dunning-kruger-effect #covid19 #al-khalil-bin-ahmad
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment 📟 · Gadgets & IoT

Ngeyel — Bebal — Covidiot

Delapan bulan pandemi di Indonesia sejak kasus 1, masih saja ada orang yang tidak percaya Covid-19. Dalihnya itu adalah flu biasa. Ketika disampaikan jumlah kematian di Indonesia akibat Covid-19 yang sudah puluhan ribu, dengan entengnya akan dijawab mereka mati karena sebab penyakit lain.

Orang-orang seperti itu tidak akan pernah mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan 3 M — memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Mereka akan mengolok-olok rekannya yang taat melakukan 3 M, dan dalam setiap kesempatan akan menyampaikan kebohongan besar Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan fakta dari 100 orang ada 17 yang tidak percaya dengan Covid-19 dan meyakini dirinya tidak akan tertular. Jumlah itu kurang lebih 50 juta orang penduduk Indonesia.

50 juta orang bukan hanya orang awam, juga kalangan terpelajar yang memiliki gelar akademik. Melihat hal ini saya jadi ingat pelajaran di pesantren tentang pembagian orang.

Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi (718 M — 789 M) — seorang ulama ahli sastra Arab — membagi orang menjadi empat. Perkataannya sangat terkenal dan di nukil oleh Hujjatul Islam Imam Al Ghazali (1058 M — 1111 M) dalam magnum opusnya Ihya Ulumuddin.

1- Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri fadzalika Alimun fattabi’uhu

Seseorang yang tahu (orang yang berilmu) dan dia tahu kalau dirinya tahu, disebut orang Alim maka ikutilah dia.

2- Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri fadzalika Naimun faaiqodhuhu

Seseorang yang berilmu tapi dia tidak memahami kalau dirinya mengetahui, dia seperti orang yang tidur maka bangunkan dia.

3- Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri fadzalika Mustarsyidun fa arsyiduhu

Seseorang yang tidak mengetahui (tidak berilmu) tapi dia sadar diri kalau dirinya tidak berilmu, dia butuh belajar maka ajarilah dia.

4- Rojulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri fadzalika Jahilun fa arfushuhu

Seseorang yang tidak tahu (tidak berilmu) dan tidak tahu kalau dirinya tidak tahu, itu orang bodoh maka jauhilah dia.

Pembagian Al Khalil tersebut kemudian diadopsi dalam ilmu Psikologi menjadi empat tahapan kompetensi yaitu Conscious Competence, Unconscious Competence, Conscious Incompetence, dan Unconscious Incompetence.

Kemudian teori Dunning–Kruger Effect bisa menjelaskan kondisi tersebut yaitu suatu bias kognitif ketika seseorang yang tidak memiliki kemampuan mengalami superioritas ilusif, artinya ia merasa kemampuannya lebih hebat daripada orang lain pada umumnya.

Semakin bodoh seseorang semakin yakin kalau dia tidak bodoh. Karena perasaan superiornya menyebabkan tidak mau menerima suatu fakta (pengetahuan) walaupun sudah diberikan ribuan data.

Menghadapi orang seperti itu membuat gemas. Kalau dibiarkan dan tidak di counter dia semakin menjadi-jadi, kalau diladeni dia seperti batu. Ada perkataan penuh hikmah dalam bahasa Arab yang bisa membantu bagaimana sikap yang pas dalam menghadapinya.

Jika orang bodoh berbicara maka janganlah engkau menjawabnya — karena sebaik-baik jawaban baginya adalah diam

Merekalah orang ngeyel, orang bebal, orang covidiot — istilah yang saya dapatkan di Twitter. Mereka yang termasuk golongan ke-empat menurut Al Khalil Ahmad.

Covid-19 itu nyata. Lakukan 3 M dan bertawakkal kepada Allah — serta abaikan para covidiot.

pagi hari menjelang WFH 20201027


메타데이터
post_id
4fc0ce3bd2b4
slug
ngeyel-bebal-covidiot-4fc0ce3bd2b4
url
https://medium.com/@basyaiban/ngeyel-bebal-covidiot-4fc0ce3bd2b4
canonical_url
https://medium.com/@basyaiban/ngeyel-bebal-covidiot-4fc0ce3bd2b4
author_url
https://medium.com/@basyaiban
status
ok
fetched_at
2026-07-28 18:25:08