← Back to list

Sesekali

Adenia A · 2025-10-31 12:50 · 13 claps · 1.5 min read
#gratitude
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✨ · Lifestyle · General

Sesekali

mendongaklah, maka kan kau temukan, manusia di atas sedang berpesta, manusia di atas sedang berjaya, manusia di atas sedang dirayakan. maka bertumbuhlah dirimu. seolah sehelai benang kian menarikmu setinggi langit, berharap kelak ada pesta lain untuk merayakan kejayaanmu, dan benang itulah yg membuat kepalamu kian mendongak, hingga lehermu tak dapat menanggung elastisitas yang kau pinta, dan kamu menyalahkannya.

namun, sempatkanlah pada suatu waktu kau menunduk. barangkali kau dapati tanah di bawah bagai benda tak ternilai. terinjak, tergeletak dengan segala perjalanan objek yang menimpanya. seolah memang ditakdirkan untuk menjadi sosok opsional, sedang kehadirannya seringkali berperan besar. meski tak disadari, oleh kita, oleh manusia.

hari ini aku berpesta. berkelana menyusuri kota. mendongak berulang kali kepada langit yang biru, dengan taburan burung yang bersiul bersahutan. kususuri titik demi titik tanpa tujuan. jalan saja, toh tidak ada yang melarang.

kusadari genangan air yang masih asyik di jalanan. kulihat pantulan sosokku dari genangan itu. dibawalah kepalaku semakin dalam, hingga menunduklah ia dalam perjalanan.

maka kutemukan, seorang kepala keluarga membersihkan giginya di pinggir sungai dengan alat seadanya. tepat disamping becak rapuh yang ia punya. tepat di pinggir jalan di mana kendaraan saling bersahutan. sedang aku, hidup layak dengan kamar mandi yang airnya selalu tersedia.

ku sadari, becak becak merah tersebar di seluruh sudut kota. menanti datangnya pelanggan untuk memberi harapan hidup tiap tiap pemiliknya, melalui kayuh demi kayuh yang dilalui pemiliknya. sedang aku, hidup nyaman dengan uang orang tua dan keluarga.

kudapati, wajah wajah usang terduduk mangu di sepanjang trotoar jalan. kulihat karung karung yang tersusun rapi sebagai alasnya, untuk merapati nasib yang tiada habisnya. sedang aku, dipercaya atas kamar sederhana di sudut rumah yang berupa bangunan. yang meski sederhana, ialah rumah.

hari ini milikku habis. namun hatiku sungguh penuh. melihat senyuman dari tiap tiap wajah yang menerima, barangkali doa mereka lebih dulu sampai pada Yang Maha Kuasa. sedang aku, berefleksi sekian kali. mengingat sekian banyak keberuntungan atas hidup yang ditakdirkan-Nya ini. mengucap syukur ratusan kali atas nikmat yang telah dipercaya pada manusia yang selalu ingin menangis ini.

barangkali, hidup yang selalu kukeluhkan adalah apa yang mereka impikan.


메타데이터
post_id
501719df96cd
slug
sesekali-501719df96cd
url
https://medium.com/@aeiaden/sesekali-501719df96cd
canonical_url
https://medium.com/@aeiaden/sesekali-501719df96cd
author_url
https://medium.com/@aeiaden
status
ok
fetched_at
2026-07-15 23:37:27