Terima Kasih Orang-orang Baik
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan kebaikan yang banyak, Aamiiin
CERIA TAMAN BACA
Terima Kasih Orang-Orang Baik
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalasnya dengan kebaikan yang banyak, Aamiiin

Dokumentasi Penulis
Senangnya bukan main anak-anak itu ketika ada Kang Paket datang. Mereka antusias membuka dus yang dibungkus dengan bungkus gelembung (bubble warp) transparan.
Dari luar, mereka sudah tahu kalau isi paket itu adalah buku anak-anak dan Al-Qur’an.
Beberapa hari sebelumnya, saya dan istri memang sudah memberikan bocoran (spoiler) bahwa ada orang baik yang akan memberikan paket buku dan Al-Qur’an.
Lanjutkan membaca dengan tautan teman.
Rezeki tidak melulu hadir dalam bentuk uang, datangnya orang-orang baik, sehat dan cerianya anak-anak juga merupakan rezeki.
Baca juga:
[embed]Min Haitsu Laa Yahtasib Datang dari tempat yang tidak disangka-sangkamedium.com
Begini Awalnya
Saya sedang berkumpul menghabiskan waktu bersama anak dan istri (family time) ketika dua orang tetangga saya datang ke rumah. Keduanya mengutarakan niat untuk menitipkan anak-anaknya mengaji di sini.
Istri menyanggupi. Kami sebetulnya merasa tidak aman (insecure) karena merasa masih warga baru di kompleks Griya Nanggerang, Cicurug, Sukabumi.
Allah Swt sudah memerintahkan agar kita menjaga keluarga dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.
Sebelum tinggal tetap di Griya, kami merupakan nomaden. Saya sih menyebutnya dengan sebutan kontraktor (tukang ngontrak). Setelah menikah pada 2018, kami memutuskan untuk membangun keluarga kecil di rumah kontrakan.
Awalnya pengajian hanya dihuni oleh tiga orang yang mengaji. Berjalannya waktu, tetangga lain yang dekat, yang melihat aktivitas pengajian, mulai ikut juga menitipkan anaknya ke pengajian.
Santri (sebutan untuk anak-anak ngaji) bertambah setelah kami mementaskan kabaret pada peringatan hari besar Islam di Masjid kompleks.
Kini, ada sekitar 18 orang yang datang rutin ke rumah untuk mengaji. Mereka terbagi menjadi dua sesi.
- Sesi pertama: Dilakukan bakda Asar. Mereka yang datang mengaji adalah 7 orang santri yang berumur 5 sampai 6 tahun (usia taman kanak-kanak atau pendidikan anak usia dini).
- Sesi kedua: Dilakukan bakda Magrib. Mereka yang datang mengaji usianya sekitar 7 sampai 12 tahun (usia anak sekolah dasar) sebanyak 11 orang.
Jumlahnya kadang bertambah ketika santri mengajak saudara yang sedang berkunjung untuk ikuti mengaji. Alhamdulillah.
Dari Senin malam sampai Jumat malam, untuk anak-anak sesi kedua, kami membagi waktu mengaji dengan materi-materi berikut:

Dibuat oleh Istri tersayang di Canva
Ada hari-hari yang lebih menarik untuk anak-anak di banding hari yang lain.
Pertama di Kamis malam. Anak-anak akan diberikan makanan-makanan ringan setelah selesai mengaji.
Kedua di Jumat malam. Kami membagikan buku-buku bacaan anak untuk mereka baca. Tidak jarang, saya ikut membacakan kisah-kisah hikmah, cerita sahabat, dan tentunya sirah nabawiyah untuk anak-anak dengan gaya bahasa yang mereka sukai.
Buku-buku ini awalnya berasal dari buku yang kami belikan untuk Khaulah anak kami.
Ohya, santri yang mengaji di sini tidak dipungut biaya mengajar. Walaupun begitu, orang tua wali ada saja yang memberikan sedekah atau hadiah kepada kami. Tidak hanya uang, ada dari orang tua wali memberikan tikar, makanan, dan lain sebagainya.
Uang yang kami terima dari orang tua wali, seringnya kami gunakan untuk keperluan anak-anak. Misalnya membeli meja, lemari, buku-buku anak dan lain sebagainya.
Untuk kebutuhan sehari-hari, insya Allah cukup dari wasilah saya bekerja sebagai buruh dan istri bekerja sebagai tenaga pendidik di Madrasah Aliyah dan Diniyah.
Kami ingin nantinya pahala menuntun anak-anak mengaji sampai kepada guru-guru kami, orang tua kami dan orang-orang baik lainnya yang berjasa dalam proses yang menjadikan kami bisa sampai seperti ini.
Kemudian
Waktu terus berjalan mengikuti qada dan qodar-Nya. Dalam setiap proses pengajian itu, istri membagikan momentum anak-anak mengaji kepada para orang tua wali di Wag khusus wali santri.
Saya bertugas membuat dan mengedit video menarik sebelum dibagikan kepada wali santri. Eh, ternyata bikin video menarik, sekarang mah mudah pisan, ya. haha
Sesekali, saya ikut membagikan keseruan anak-anak sedang mengaji ke WhatsApp Story. Di sinilah kesenangan anak-anak di awal cerita ini di mulai.
Kak Azizah Nur Fitriana, seorang teman ketika dulu mengikuti Ramadan writting challenge (RWC) merespons video yang saya bagikan dengan pesan pribadi.
“Boleh saya coba kirim buku wakaf ke sini, Kak? tulisnya begitu, ketika merespons video Wa Story saya.
Saya dengan antusias, tentu saja menjawab: Boleh. Pesan berlanjut dengan menanyakan kebutuhan buku, anak-anak usia berapa saja yang ada di pengajian, dan profil singkat rumah baca.
Saya pun menjelaskan profil dan asal usul taman bacaan masyarakat (TBM) Griya Al Azda secara singkat ke pada Kak Azizah. Saya juga mengirim sertifikat nomor pokok perpustakaan sebagai bukti bahwa kami terdaftar di perpustakaan nasional.
Kak Azizah. Paketnya sudah datang, Kak. Alhamdulillah anak-anak senang dan antusias. Semoga nantinya kebaikan yang Kakak berikan dan para pewakaf buku yang datang ke Kakak, Allah balas dengan kebaikan yang banyak.
Kakak dimudahkan rezekinya, disehatkan badannya dan dimudahkan segala urusannya.
Paket yang alhamdulillah sudah kami terima berupa:
Pertama, sepaket buku anak Ada Rasulullah Di Rumah Kami dalam satu boks ekslusif berisi:
- 10 buku anak,
- 1 puzzle mencontoh Rasulullah Saw,
- 1 Kubik (mirip rubik, tapi berbentuk puzzel) mencontoh Rasulullah Saw,
- Buku petunjuk dan informasi mengenai aplikasi Digibook yang bisa diunduh di gawai.
Kedua 10 mushaf Al Qur’an dengan rincian:
- 4 Al-Qur’an terjemahan,
- 6 Al-Qur’an tikrar, bisa digunakan untuk memudahkan menghafal.
Kami dari TBM Griya Al Azda Mengucapkan
Kami dari TBM Griya Al Azda mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jazakumulloh khoiron katsiron. Semoga Allah membalas kebaikan (orang-orang baik) dengan kebaikan yang banyak. Aamiiiin
Setelah hampir satu tahun menjalankan aktivitas pengajian plus pengenalan buku-buku anak kepada santri, kami akhirnya meresmikannya dengan nama TBM Griya Al Azda.
Peresmian nama dan aktivitas kami menjadi TBM Griya Al Azda sebetulnya disarankan oleh salah satu orang baik yang mengikuti pelatihan membaca nyaring kala itu.
Baca juga:
[embed]Pelatihan Membaca Nyaring, Emang Penting? Membaca secara nyaring ternyata ada seninyamedium.com
Alasannya adalah agar lebih banyak buku yang bisa dibaca anak-anak kompleks dan sekitarnya. Serta agar lebih banyak anak-anak dan masyarakat yang merasakan dampak dari TBM Griya Al Azda.
Ada banyak sekali orang-orang baik yang datang membantu kami dalam setiap proses belajar-mengajar yang dilakukan TBM Griya Al Azda. Selain Kak Azizah dan tetangga-tetangga kami di Griya Nanggerang, kami mohon maaf tidak dapat menyebutkannya satu persatu.
Terima kasih orang-orang baik, kalian luar biasa. Kami tahu, kalian memiliki masalah dan kesulitan sendiri dalam menjalani kehidupan. Namun, kalian tetap memudahkan urusan orang lain. Kami tiada henti melangitkan doa semoga kebaikan kalian dibalas dengan kebaikan yang banyak oleh Allah subhanahuwata’ala. Aamiiin.
Akhir Kata
Selain mengaji dan membaca buku, kami juga melakukan beberapa kegitan menarik lainnya seperti:
- Berlatih drama kabaret islami
Itu sudah kami tampilkan dua kali. Pertama ketika ada peringatan hari besar Islam di Masjid kompleks pada 2023 silam, selanjutnya pada acara ZIS RW 01 Nanggerang.
Baca juga:
- Berlatih menemukan inti atau pesan moral dari buku yang dibaca.
- Melihat benda-benda kecil menggunakan mikroskop digital.
Istri saya guru Biologi sesekali ia membagikan materi Biologi untuk anak-anak pengajian. Tentu menghubungkannya dengan kajian Islam.
- Kegiatan dongeng sambil ngabuburit di bulan Ramadan.
Anak-anak di tengah distsraksi gadget dan hal-hal lain di dalam gadget itu, ternyata masih banyak yang antusias mendengarkan dongeng. Kami pernah sengaja mengundang Kak Sufi dari Kampung Dongeng cabang Kabupaten Bogor untuk mengisi acara ngabuburit di pengajian.
- dan kegiatan-kegiatan menarik lainnya.
Semoga kegiatan-kegiatan yang kami lakukan ini, kebaikannya sampai kepada orang-orang baik yang turut hadir membersamai baik secara langsung maupun tidak langsung. Aamiin
Adapun buruknya, kami mohon keridoannya untuk memaafkan.
메타데이터
- post_id
- 50380773636e
- slug
- terima-kasih-orang-orang-baik-50380773636e
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/terima-kasih-orang-orang-baik-50380773636e
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/terima-kasih-orang-orang-baik-50380773636e
- author_url
- https://medium.com/@ibrahimdutinov
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-16 10:23:27