← Back to list

Konten Seperti Apa yang Paling Disukai Audiens di 2026? Ini Dia 7 Karakteristiknya

Pahami tren dan karakteristik konten yang paling ramai di social media di 2026 ini

Digilock Idn · 2026-07-01 11:06 · 0 claps · 3.4 min read
#konten-kreator #tren-konten #social-media #digital-locker #digital-locker-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔒 · Cybersecurity

Konten Seperti Apa yang Paling Disukai Audiens di 2026? Ini Dia 7 Karakteristiknya

Pahami tren dan karakteristik konten yang paling ramai di social media di 2026 ini

Gambar oleh TheRegisti dari Unsplash

Gambar oleh TheRegisti dari Unsplash

Konten, sebagai medium yang menyampaikan pesan kepada audiens, mengalami perubahan terus-menerus dalam karakteristik dan tren seiring berkembangnya waktu.

Kalau dulu orang-orang menyukai konten aesthetic dan rapi, kini mungkin orang-orang lebih menggemari konten yang apa adanya.

Mengetahui dan memahami karakteristik konten yang digerakkan oleh tren ini tidak ada salahnya, karena siapa tahu, kamu pun dapat mengambil inspirasi untuk ide content plan punyamu sendiri.

Yuk, simak 7 karakteristiknya!

Raw Footage atau Konten yang Apa Adanya

Ini memang benar adanya.

Pernahkah kamu mengamati kalau konten-konten yang sering beredar di media sosial adalah konten yang kelihatan tidak terlalu aesthetic, tetapi justru konten-konten yang apa adanya dengan footage mentah tanpa dibuat-buat?

Ini adalah tren yang bergeser cukup jauh dari prinsip awal “ngonten” yang mengharuskan kamu untuk terus tampil bagus, rapi, dan menarik.

Karena terlalu banyak disuguhi konten-konten yang tampak “sempurna” seperti itu, selera orang-orang akhirnya bergeser dari yang tadinya footage konten harus sempurna ke footage konten yang raw dan apa adanya.

Contohnya bisa sesederhana ini: konten tak perlu dengan background aesthetic, tetapi di mana saja asal apa yang disampaikan dalam konten membuat audiens tertarik dan menyimak.

Konten Prosedural atau How-to

Konten prosedural atau how-to nyatanya masih sangat digemari oleh audiens di 2026.

Ini karena konten-konten berbasis panduan seperti ini masih sangat membantu banyak orang dalam melakukan dan menggunakan sesuatu.

Sebagai content creator, kamu bisa mengemas konten how-to dengan langsung menunjukkan objek yang dibicarakan, kemudian diiringi voice over untuk memudahkan penonton.

Misalnya, kamu membuat konten tentang cara apply kerja remote di Upwork, maka kamu menyertakan tangkapan layar tampilan Upwork dan simulasi secara langsung supaya ditiru audiens.

Konten dengan Visual Hook yang Menarik Perhatian

Kamu ingin kontenmu dilirik audiens dan bikin mereka stop scrolling? Maka kamu bisa menggunakan visual hook yang unik untuk menarik perhatian para audiens.

Visual hook menjadi hal yang penting dalam konten sehingga dapat ditonton sampai akhir oleh audiens.

Ada berbagai macam visual hook yang bisa kamu terapkan, seperti shot dari area yang tak biasa (kulkas, laci, tas) ataupun angle shot yang berganti-ganti dalam sepersekian detik.

Ada juga baru-baru ini visual hook yang membuka konten dengan skenario parodi di awal lalu berganti angle dan mulai serius membicarakan isi konten yang disampaikan.

Biasanya, konten seperti satu ini adalah konten-konten argumen yang kritis membahas isu yang sedang terjadi.

Konten dengan Irisan Humor atau Meme

Konten yang memasukkan humor atau meme lucu memang hampir selalu digemari audiens, terlebih belakangan ini di media sosial.

Apa pun bidangnya, baik promosi workshop, jualan, info loker, hingga untuk tujuan branding grup musik, konten humor menyita banyak perhatian audiens dan cukup bikin ketagihan.

Konten-konten jenis ini biasanya paling banyak bertebaran di platform seperti TikTok dan YouTube Shorts, dengan memasukkan tren-tren menarik yang sedang ramai di beranda medsos orang-orang.

Konten dengan Storytelling yang Kuat

Tahukah kamu bahwa storytelling kini telah menjadi komponen yang wajib dimiliki dalam penyajian sebuah konten?

Hampir semua jenis konten, bahkan proses membentuk branding suatu perusahaan pun disampaikan melalui storytelling.

Storytelling menjadi skill yang penting dan dibutuhkan dalam mempromosikan produk dan lain sebagainya.

Fungsinya adalah untuk menarik perhatian audiens dan mengajak melakukan tindakan tertentu (membeli, dll) secara halus dengan memasukkan elemen cerita berdasarkan pengalaman nyata.

Maka dari itu, kamu mungkin sering melihat konten-konten iklan produk yang dibuka dengan narator membagikan pengalaman personalnya terlebih dahulu.

Itulah letak storytelling dalam konten tersebut.

Konten Behind-the-Scene

Selain how-to, konten behind-the-scene juga masih cukup digemari oleh audiens hingga saat ini.

Sama seperti ketika audiens kini makin terbuka dengan konten yang apa adanya, konten behind-the-scene menunjukkan proses di belakang layar yang ingin diketahui audiens.

Ini bisa termasuk banyak hal, behind-the-scene event musik, behind-the-scene film shooting, behind-the-scene pembukaan toko, dan lain sebagainya.

Terkadang, behind-the-scene ini juga dapat melebar ke konten work in progress hingga konten memperkenalkan tim di belakang layar yang jarang diliput kepada audiens.

Konten yang Relatable dan Personal

Terakhir, konten yang relatable dan terasa personal pada dasarnya menjadi komponen penting yang harus ada dalam hampir setiap konten.

Audiens saat ini menginginkan konten yang bersifat manusiawi dan tanpa dibuat-buat.

Dengan adanya konten yang terasa personal seperti ini, audiens akan mendengarkan dengan seksama, merasa relevan dengan isi konten, bersimpati, dan membagikan pendapat serta cerita mereka.

Ini juga menunjukkan bahwa brand tidak hanya berpusat pada tujuan penjualan saja, tetapi juga peduli akan cerita tentang nilai-nilai kemanusiaan.

Brand yang menerapkan strategi ini akan menjadi brand yang diingat lama oleh audiens, yang ujung-ujungnya juga akan menaikkan identitas brand dan menumbuhkan loyalty dari audiens.

Dari semua pemaparan di atas, apa kata kunci yang membuat konten disukai audiens?

Yup, orang-orang saat ini lebih menggemari konten yang terasa human, lebih autentik dan tidak dibuat-buat “sok sempurna”.

Justru, konten yang menunjukkan proses, ketidaksempurnaan dari suatu hal, menjadi konten yang dilirik audiens karena dirasa lebih relevan dan nyata.

Menurutmu, adakah tren konten lainnya yang sedang dicari banyak orang akhir-akhir ini?


메타데이터
post_id
50770fa0d618
slug
konten-seperti-apa-yang-paling-disukai-audiens-di-2026-ini-dia-7-karakteristiknya-50770fa0d618
url
https://medium.com/@digilock.idn/konten-seperti-apa-yang-paling-disukai-audiens-di-2026-ini-dia-7-karakteristiknya-50770fa0d618
canonical_url
https://medium.com/@digilock.idn/konten-seperti-apa-yang-paling-disukai-audiens-di-2026-ini-dia-7-karakteristiknya-50770fa0d618
author_url
https://medium.com/@digilock.idn
status
ok
fetched_at
2026-07-06 20:12:01