← Back to list

Bulungan: Kejutan yang Mendebarkan.

Cerita awal sebelum keberangkatan.

SorakSemarai · 2022-01-14 07:48 · 0 claps · 2.5 min read
#pejuang-muda #kementerian-sosial #mbkm #kalimantanutara #bulungan
Open on Medium ↗

Bulungan: Kejutan yang Mendebarkan.

Cerita awal sebelum keberangkatan.

Lupa tepatnya pada tanggal berapa, akhirnya aku mendapatkan kabar dari grub Mengapa Semua Menangis (grub yang suatu saat nanti akan berganti nama tentu). Aku, Ken, Patty, Dara, dan Mimi, kami semua berhasil melewati serangkaian tes dan bersama 5000an peserta lainnya mendapatkan kesempatan menjadi Pejuang Muda batch 1.

Kegemberiaan ini tidaklah berlangsung lama, karena kehebohan menyeruak menggantikan rasa haru menjadi was-was. Banyak peserta yang terkejut akan penempatan yang mereka dapatkan. Aku real of the real of ini talkshow mendapatkan penempatan di Bulungan, Kalimantan Utara. Betapa hati kala itu bahagia karena bersama dengan Tata, aku tidak sendirian guys!!!. Tapi…..

Lagi-lagi drama semakin keruh membuat hari-hari setelah pengumuman tidaklah mudah. Kami berlima mendapat penempatan di Kalimantan. Provinsi yang mungkin tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan secepat itu menginjakan kaki disana hihihihihiihih, its awesome feeling when i must remember that moment. Sayang beribu sayang, kegembiraan ini nampaknya hanya aku yang merasakan. Nyatanya teman-temanku gundah karena tidak mendapatkan restu untuk berkelana jauh di pulau sebrang utara Jawa. Pilu sekali, perjuangan bersama dengan teman-temanku itu rasanya percuma, aku mengharapkan keberanian yang besar pada diri teman-temanku dalam mengambil sikap. Namun, perkataan orang tua memanglah harus didengarkan dan restu orang tualah yang seharusnya diutamakan.

Aku yang tidak memberi tahu ibuku sedari awal (baru h-berapa hari aku beritahu beliau), rasanya tak memiliki beban untuk pergi jauh, hanya ketakutan yang menjalar dalam diri akan nasib esok disana. Satu demi satu anggota tim Bulungan berguguran, hingga diri ini rasanya sudah muak untuk membujuk. Tinggal berpasrah dan meneguhkan diri untuk melangkah saja.

Fakta bahwa semakin banyak peserta yang berguguran dan Ken, Dara, Patty, dan Mimi yang gundah mencari tempat bertukar, semakin membuat hari kian memuakan. Tapi tak apa, usahlah risau, hati gembira disambut Dara dan Patty yang berkenan untuk menemani diri malankolis ini untuk ke Bulungan.

Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa………………………

Aku ingat kala itu menjual nama seorang warga lokal yang tak lain dan tak bukan adalan Iswansyah. Nama dan statusnya kujual untuk meyakinkan Dara dan Patty berpindah tempat penempatan dan menemani aku di Bulungan.

Dari cerita Iswansyah, aku menjadi semakin yakin bahwa Bulungan bukanlah tempat yang mudah. Hiya!!! dari ketidak mudahkan itu, spirit petualangku bersorak semarai. Bulungan akan menjadi tempat berpetualang yang menyenangkan. Mengapa demikian? karena Warlok (mari sebut Iswan Warlok saja, karena mulut yang lebih nyaman berucap seperti itu) mengatakan bahwa untuk menuju Bulungan atau tanjung selor tempat kami nantinya tinggal, diperlukan menaiki speatboat dari Tarakan. Bayangan sungai yang terhampar dan kesulitan medan ketika akan mengerjakan pekerjaan membuatku semakin bersemangat. Alasan lain yang membuatku juga yakin dengan Bulungan adalah, adanya warga lokal yaitu Warlok itu sendiri yang tentu akan mudah untuk dimintai bantuan dan ditanyai banyak hal. Nyatanya alasan diatas juga turut yang membuat Dara dan Patty memiliki keyakinan untuk berpindah. Hip-hip hura-hura.

Selamat Datang Keseruan yang tak terindahkan!!! luapan dan teriakan gembira dalam diriku menyeruak dengan lejitan kembang api dalam dada. Rasanya perasaan tenang ini hadir setelah Dara dan Patty telah final berada pada daftar pengumuman penempatan final. Ken berakhir di Purbalingga, dan Mimi berakhir di Sumatera Barat yaitu Tanah Datar (?).

Ternyata, drama sebelum keberangkatan tidak berhenti hanya pada kegalauan lokasi penempatan, akan tetapi berlanjut pada ketidak jelasan waktu keberangkatan, pembiayaan tiket pesawat dan uang saku. Mungkin ketidak jelasan tersebut tidak sudilah aku ceritakan, karena pada akhirnya biaya tiket pesawat secara resmi telah dipesankan oleh pihak Kementerian Sosial melalui agen travel yang telah ditunjuk. Dan tepat pada tanggal 29 November 2021 menjadi tanggal keberangkatanku, Dara dan Patty menuju Tarakan.

Yogyakarta, 14 Januari 2022 Setelah melewati kemalasan, berhari-hari meyakinkan diri untuk segera menulis sebelum lupa menyerang, dan tibalah saat disiang hari yang lumayan cerah setelah hari-hari sebelumnya hujan mengguyur, dan setelah terilhami diri oleh suasana haru setelah membaca buku Andrea Hirata Buku Besar Peminum Kopi, setelah chatan pula bersama pak Bowo dan Patty. Mantaplah diri untuk mulai mengetikan cerita akhir tahunku yang menyenangkan dan tak akan terlupakan.


메타데이터
post_id
50a6dae8bdf2
slug
bulungan-kejutan-yang-mendebarkan-50a6dae8bdf2
url
https://medium.com/@jatiratnaa/bulungan-kejutan-yang-mendebarkan-50a6dae8bdf2
canonical_url
https://medium.com/@jatiratnaa/bulungan-kejutan-yang-mendebarkan-50a6dae8bdf2
author_url
https://medium.com/@jatiratnaa
status
ok
fetched_at
2026-07-15 09:03:25